Kamis, 02 Januari 2014

vitamin larut dalam air untuk ternak unggas



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Mendefinisikan vitamin merupakan usaha yang agak panjang karena  beberapa kepentingan harus dicakup. Beberapa kumpulan definisi yang dapat  diterangkan adalah vitamin merupakan sejumlah persenyawaan organik yang  secara umum tidak ada hubungan atau kesamaan kimiawi satu sama lain. Vitamin merupakan komponen dari bahan makanan tetapi bukan karbohidrat, lemak, protein dan air, dan terdapat dalam jumlah sedikit.
Vitamin tersebut harus tersedia dalam pakan karena tidak dapat disintesis oleh ternak dan esensial untuk  perkembangan jaringan normal dan untuk kesehatan, pertumbuhan dan hidup  pokok karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri, kecuali beberapa vitamin seperti vitamin C pada ayam dan vitamin B kompleks pada ruminansia. Vitamin  sangat diperlukan untuk reaksi-reaksi spesifik dalam sel tubuh hewan. Zat ini  npenting untuk fungsi jaringan tubuh secara normal, untuk kesehatan, pemeliharaan dan pertumbuhan jaringan.
Vitamin berperan sebagai koenzim atau katalisator hayati, yaitu berperan sebagai mediator dalam sintesis atau degradasi suatu zat tanpa ikut menyusun zat yang disintesis atau dipecah tadi. Apabila vitamin tidak terdapat dalam pakan atau tidak dapat diabsorpsi akan mengakibatkan penyakit defisiensi yang khas atau sindrom yang dapat diperbaiki dengan pemberian vitamin itu sendiri. Gejala-gejala tersebut biasa disebut avitaminosis atau hipovitaminosis Peranan vitamin di dalam tubuh dapat pula dipengaruhi oleh zat-zat tertentu yang ada dalam pakan atau pangan yang mempunyai struktur hampir sama dengan vitamin.
Di samping itu kebutuhan vitamin juga dapat naik lantaran kandungan zat-zat tertentu dalam pakan tinggi. Misalnya pada pakan dengan protein tinggi maka kebutuhan vitamin B6 meningkat. Bila banyak karbohidrat sebagai pemasok energi dalam ransum maka kebutuhan vitamin B1 juga naik. Zat-zat bakteri statik dan antibiotika yang diberikan terus menerus lewat oral juga akan meningkatkan kebutuhan akan vitamin B dan K. Juga pada ternak yang sedang stress atau terkena penyakit, kebutuhan vitamin akan naik.
Vitamin diberikan nama abjad sesuai dengan urutan waktu penemuannya. Vitamin diberi nama ketika berhasil diisolasi secara terpisah dan struktur kimianya diidentifikasi. Sembilan senyawa atau golongan senyawa yang berhubungan erat dianggap sebagai vitamin untuk nutrisi hewan.
Walaupun struktur kimia dan fungsi biokimia sangat heterogen, vitamin secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua golongan, golongan pertama yaitu vitamin yang larut dalam lemak atau diserap dengan lemak yang terdiri atas vitamin A, D, E dan K. Golongan ke dua adalah vitamin yang larut dalam air atau diserap dengan air, yang terdiri atas vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B12 (kobalamin), niasin (asam nikotinat), asam folat (asam pteroilglutamat) dan vitamin C.






B.  Tujuan dan kegunaan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui fungsi, kebutuhan dan akibat kekurangan vitamin yang larut dalam air terhadap ayam petelur dan ayam pedaging.
Kegunaan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui fungsi, kebutuhan dan akibat kekurangan vitamin yang larut dalam air terhadap ayam petelur dan ayam pedaging.

















BAB II
PEMBAHASAN
Vitamin yang larut dalam air biasanya berhubungan dengan bagian cairan tubuh. Vitamin - vitamin yang larut dalam air berfungsi sebagai enzim dalam berbagai reaksi metabolisme tertentu. Sifat-sifat umum vitamin ini adalah molekul itu tidak hanya tersusun atas unsur C, H dan O, molekul itu polar sehingga larut dalam air, tidak mempunyai provitamin, terdapat disemua jaringan, berfungsi sebagai prekursor enzim-enzim, tidak disimpan secara khusus dalam tubuh. Vitamin ini akan diekskresikan dalam urin bila kadar serumnya melebihi saturasi jaringan (yang selanjutnya mencerminkan pengikatan kofaktor vitamin ke enzim dan protein transport).
Vitamin ini relatif lebih stabil, tetapi dalam kondisi temperatur tinggi menyebabkan tidak stabil. Karena vitamin yang larut dalam air kalau diambil secara berlebihan biasanya diekskresi, vitamin yang larut dalam air biasanya tidak toksik. Semua vitamin yang larut dalam air, kecuali kobalamin (vitamin B12) dapat disintesis oleh tumbuh-tumbuhan dan oleh karena itu terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau dan ragi.
A.  Vitamin B1 (tiamin)
Penemu tiamin adalah Eijman (1897) dan Jansen dan Donath (1926) yang berhasil mengisolasi kristal yang kemudian diberi nama tiamin dari beras.  Vitamin B1 terdiri atas satu substitusi pirimidin yang terikat melalui ikatan metilen pada satu substitusi tiasol. Sifat umum vitamin B1 adalah stabil dalam pH
sedikit asam, rusak dalam pH alkalis, rusak dalam larutan mineral, larut dalam air dan alkohol 70 persen dan rusak oleh panas. Bentuk sintesis biasanya dalam bentuk garam misalnya tiamin hidroklorida atau tiamin mononitrat. Dalam bentuk garam akan lebih stabil dari pada bentuk vitamin bebas.
Tiamin banyak terdapat dalam daging, bagian luar biji-bijian (oleh karena itu beras merah mempunyai nilai gizi tiamin lebih baik daripada beras putih), kacang-kacangan dan hasil ikutannya, bungkil kacang kedelai, bungkil kacang tanah, tepung alfalfa dan ragi. Pada ikan mentah terdapat kandungan tiaminase yang dapat memecah tiamin menjadi dua gugus pirimidin dan pikolin sehingga tiamin menjadi inaktif.
Dalam saluran pencernaan, tiamin segera mengalami proses enzimatis menjadi tiamin pirofosfat (TPP). Gugus pirofosfat ini berasal dari dua terminal fosfat ATP. Zat anti vitamin B1 adalah piritiamin yang menghambat pembentukan TPP dan oksitiamin yang menyebabkan reaksi TPP tidak terjadi. Bentuk inaktif dari tiamin adalah tiokrom. Tiamin berperanan luas sebagai koenzim TPP dalam reaksi dekarboksilasi.
Pada dasarnya reaksi metabolisme yang memerlukan TPP dapat dibagi menjadi  tiga kelompok reaksi. Pertama adalah monoxidative decarboxylase yaitu reaksi yang terjadi pada mikroorganisme. Ke dua adalah oxydative decarboxylase yang dapat dibagi menjadi dua kelompok reaksi yaitu enzim TPP merupakan bagian integral dari reaksi enzim multikompleks yaitu pyruvate dehydrogenase complex dan α-ketoglutarate dehydrogenase complex. Ke tiga adalah reaksi transketolase yaitu reaksi transfer dari gugus ketol pada donor kepada akseptor.
Reaksi ini terjadi pada hexose monophosphate shunt. Tergabung dengan ATP, tiamin membentuk kokarboksilase yang merupakan koenzim untuk dekarboksilasi asam piruvat serta asam-asam keton yang lain. Sumber tiamin yang penting adalah kacang-kacangan dan hasil ikutannya, bungkil kedelai, bungkil kacang tanah dan tepung alfalfa.
Unggas membutuhkan tiamin dengan kondisi yang bervariasi. Defisiensi tiamin akan menyebabkan reaksi-reaksi metabolisme terutama metabolisme piruvat terganggu yang menyebabkan gangguan pada sumber energi pada sel. Apabila sel tubuh unggas kekurangan energi akan menyebabkan gangguan syaraf dan pelebaran otot-otot jantung yang sensitif apabila kekurangan energi. Kurang berfungsinya otot jantung dapat menyebabkan penurunan siklus Krebs dan diikuti penurunan ATP untuk kontraksi jantung, kenaikan katekolamin (norepinefrin dan epinefrin) dan asetilkolin yang bersifat kardiotoksik.
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

1,80
1,80
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

1,80
1,30
0,80
Sumber : Widodo (2012)
Akumulasi asam piruvat dan asam laktat di dalam darah dan jaringan oleh defisiensi tiamin menyebabkan iritabilitas, kehilangan nafsu makan, keletihan, degenerasi selaput mielin dari serabut syaraf, pelemahan otot jantung dan gangguan-gangguan gastrointestinal, polineuritis gallinarum, anoreksia, kehilangan bobot badan, kaki lemah dan blue comb. Defisensi tiamin dapat menyebabkan timbulnya polineuritis pada unggas. Defisiensi kronis menyebabkan star grazing dan atrophy.
B.   Vitamin B2 (riboflavin)
Penemu vitamin B2 adalah Emmet dari Detroit pada tahun 1927. Vitamin B2 terdiri atas struktur heterosiklik yang terikat dengan ribitol. Riboflavin membentuk suatu gugus prostetik untuk enzim flavoprotein yang diperlukan untuk reaksi oksidasi dalam metabolisme seluler yang normal. Struktur cincin berkonjugasi, karena itu riboflavin merupakan pigmen yang berwarna dan berfluoresensi. Riboflavin relatif tahan terhadap panas tetapi sensitif terhadap penguraian yang irreversibel pada penyinaran dengan cahaya yang dapat dilihat. Mikroorganisme usus dapat mensintesis riboflavin dalam jumlah cukup pada kebanyakan hewan. Seperti juga tiamin, maka riboflavin di dalam usus segera diubah ke dalam bentuk koenzimnya, dan setelah itu baru dapat berfungsi dalam proses metabolisme.
Ada dua koenzim dari riboflavin, yaitu flavin mono nucleotide (FMN) danflavin adenine dinucleotide (FAD). FAD merupakan reaksi FMN dengan nukleotide AMP melalui ujung fosfatnya. Enzim flavin berisi baik FMN maupun FAD. Riboflavin harus mengalami fosforilase dahulu sebelum dapat diserap. Setelah diserap dalam bentuk FMN dan FAD terus didistribusikan ke dalam sel - sel. Zat metabolit dari hasil metabolisme riboflavin adalah riboflavin, FMN, uroflavin, dan lumikrom. Zat-zat tersebut dikeluarkan dalam urin dan keringat. Jadi relatif riboflavin tidak disimpan dalam jaringan.
Fungsi utama riboflavin adalah untuk proses oksidasi-reduksi dalam jaringan. Beberapa contoh keterlibatan riboflavin antara lain pada oksidasi asam amino (L atau D asam amino-oksidase). Reaksi ini disebut juga O2-linked. Contoh lain adalah reaksi dehidrolipoate dehidrogenase. Enzim flavin ini ikut berperan dalam reaksi dehidrogenase di mana NAD dan NADP sebagai akseptor atom H, jadi bukan atom O2. Contoh lainnya lagi adalah enzim flavin. Enzim ini berperan dalam transport elektron, sebagai akseptor elektron adalah sitokrom. Sumber riboflavin yang penting adalah susu, sayur-sayuran, ragi, daging dan kacang-kacangan. Unggas membutuhkan riboflavin dengan kondisi yang bervariasi.
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

3,00
3,00
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

3,00
1,80
2,20
Sumber : Widodo (2012)
Riboflavin sangat berperan dalam fungsi normal jaringan-jaringan yang berasal dari ektoderm seperti kulit, mata dan syaraf. Riboflavin juga mencegah senilitas. Tanda-tanda defisiensi riboflavin mencakup kerontokan rambut, lesionpada kulit, muntah, diare dan gangguan mata. Pada ayam dewasa, defisiensi menyebabkan curled-toe paralysis (paralisis dari jempol kaki yang membengkok ke arah dalam), telur tidak menetas, produksi telur menurun, kematian embrio meningkat, edema, slubbed down (cacat pada down dan degenerasi pada wollfian bodies), hati kasar dan berlemak, pertumbuhan lambat dan atrofi pada otot kaki. Sumber-sumber riboflavin yang potensial adalah ragi, produk-produk susu, hati, ikan dan hijauan pada sayuran dan bakteri autrotof.
C.  Vitamin B5 (asam pantotenat)
 Penemu asam pantotenat adalah R.J. William dari USA pada tahun 1933. Asam pantotenat adalah suatu amida dari asam pantoat dan β alanin. Asam pantotenat merupakan bagian dari koenzim A, yang berperan dalam transfer gugus
asetil. Hal ini terjadi dalam asetilasi kolin hingga terbentuk asetilkolin, serta dalam asetilasi piruvat dekarboksilat untuk membentuk asetilkolin A dalam siklus Krebs. Koenzim A juga berperan dalam degradasi asam-asam lemak menjadi asetil KoA. Koenzim A adalah gabungan antara merkapto etil amin dengan phosphopantothenoic acid dan adenosin-3'-5' difosfat (pada NADP, posisi adenosin difosfat pada 2'5').
Bagian ujung dari merkapto etil amin terdapat gugus SH atau sulfidril yang merupakan bagian yang penting atau bagian yang aktif dari koenzim A. Oleh karena itu cara menulis koenzim A adalah KoA-SH. Ciri dari asam pantotenat adalah sangat tidak stabil dan berwarna kuning pucat. Asam pantotenat mudah diabsorpsi usus dan kemudian mengalami fosforilasi oleh ATP untuk membentuk asam 4-fosfopantotenat. Fosforilasi akhir terjadi dengan ATP yang menambah fosfat pada gugus 3'-hidroksil bagian ribosa untuk membentuk koenzim A (KoA-SH). KoA-SH berfungsi sebagai pembawa gugus asil atau disebut acyl carrier protein atau ACP. Selain itu juga berfungsiuntuk sintesis asam lemak. Sumber asam pantotenat adalah biji-bijian, ragi, hati dan telur.


No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

10,00
10,00
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

10,00
10,00
2,20
Sumber : Widodo (2012)
Kebutuhan asam pantotenat pada produksi telur adalah sangat rendah. Pada prakteknya, pada pakan ayam biasanya terdapat cukup kandungan asam pantotenat, tetapi banyak faktor yang mempengaruhi kebutuhan asam pantotenat  ini, karenanya suplementasi kalsium pantotenat biasanya ditambahkan pada pakan ayam. Defisiensi asam pantotenat berkaitan dengan gejala dermatitis, hambatan pertumbuhan, kerontokan rambut, pemutihan rambut, serta lesion pada berbagai organ, degenerasi testis, ulcus duodenum, fetus abnormal yang kesemuanya disebabkan oleh oksidasi lemak dan karbohidrat yang tidak berjalan sempurna. Gejala awal defisensi asam pantotenat pada ayam adalah bulu kasar dan borok pada proventrikulus dan usus.
Gejala-gejala khas pada ayam adalah bengkak-bengkak pada kelopak mata dan sudut-sudut mulut, pertumbuhan bulu terhambat dan kasar, dan daya tetas telur berkurang. Terjadi pula nekrosis pada bursa fabrisius dan timus.



D.  Vitamin B6 (piridoksin)
Penemu piridoksin adalah Szent-Gyorgy pada tahun 1934. Vitamin B6 terdiri atas tiga derivat piridin alam yang berhubungan erat, yaitu : piridoksin, piridoksal dan piridoksamin. Perbedaan dari ke tiga zat tersebut adalah pada rantai C nomor 4. Rantai basis dari zat-zat tersebut adalah piridin. Ke tiganya sama aktif sebagai pra zat koenzim piridoksal fosfat. Piridoksin berperan penting dalam metabolisme protein di mana piridoksal fosfat merupakan suatu koenzim untuk berbagai reaksi kimia yang berkaitan dengan metabolisme protein dan asam amino, seperti transaminasi dan dekarboksilasi. Bentuk piridoksal dan piridoksamin biasanya terdapat dalam produk-produk hewani, sedangkan piridoksin terdapat dalam produk-produk tanaman. Piridoksin lebih tahan terhadap pemanasan daripada bentuk lainnya dan mudah rusak dalam larutan dan sinar. 
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

3,00
3,00
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

3,00
3,00
3,00
Sumber : Widodo (2012)

Peranan koenzim adalah untuk metabolisme asam amino, oleh sebab itu kekurangan piridoksin akan menyebabkan gangguan metabolisme protein. Vitamin B6 berguna untuk pencegahan dermatitis, dan gejala-gejala kerusakan syaraf pusat. Pembentukan asam nikotinat dari triptofan bergantung pada piridoksal fosfat sebagai koenzim. Karena itu penyakit pellagra seringkali disertai defisiensi piridoksin. Defisiensi piridoksin jarang terjadi. Defisiensi piridoksin dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan, dermatitis, kepekaan abnormal, kepala tertarik ke belakang, produksi telur dan daya tetas menurun serta anemia.
E.  Vitamin B12 (kobalamin)
Vitamin B12 terdiri atas cincin korin yang serupa dengan porfirin yang mempunyai ion kobalt pada bagian tengahnya. Kobalamin adalah vitamin yang mengandung kobalt yang berada dalam bentuk derivat sianida yaitu sianokobalamin. Kobalamin mempunyai gugus nukleotida yang disambung dengan porfirin lewat gugus fosfat dan amino-propanol. Gugus sianida dapat diganti dengan gugus hidroksil (B12a) atau hidrokobalamin dan juga gugus nitrit (B12c) atau nitrokobalamin. Sianokobalamin berbentuk kristal padat berwarna merah hitam dan merupakan bentuk yang paling stabil, tetapi larut dalam air, tahan panas, mudah rusak karena sinar matahari, oksidasi dan proses reduksi. Absorpsi vitamin B12 oleh usus diperantarai oleh tempat-tempat reseptor dalam ileum yang memerlukan kobalamin agar terikat dengan glikoprotein faktor intrinsik yang sangat spesifik, yang disekresi oleh sel parietal mukosa lambung.
Pada saat kompleks kobalamin-faktor instrinsik melalui mukosa ileum, faktor instrinsik dilepaskan dan vitamin dipindahkan ke protein transport plasma yang berbentuk transkobalamin II. Protein pengikat kobalamin lain seperti transkobalamin I, terdapat dalam plasma dan hati dan yang terakhir merupakan bentuk cadangan kobalamin yang efektif. Kobalamin disekresikan dalam empedu dan ikut serta dalam sirkulasi enterohepatik. Setelah diabsorpsi, sianokobalamin mengalami modifikasi dan terbentuk koenzim. Modifikasi ini terjadi dengan bergesernya gugus sianida dan diganti dengan 5 deoksiadenosil dan hasilnya disebut adenosil kobalamin. Selain itu juga dapat diganti oleh gugus metil dan hasilnya disebut metilkobalamin. Vitamin B12 berfungsi dalam sintesis protein dan dalam metabolisme asam nukleat serta senyawa-senyawa yang mengandung satu atom C. Peranan tersebut dalam bentuk metil-malonil KoA isomerase. Peranan lainnya adalah sebagai enzim dalam metilasi L-homosistein. Donasi metil ini diberikan oleh 5-metil THF dengan kehadiran vitamin B12. Vitamin B12 banyak terdapat pada produk-produk hewan dan dalam rumen ruminansia serta jaringan organ. Vitamin B12 dibutuhkan relatif sedikit oleh unggas.
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

0,009
0,009
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

0,009
0,003
0,004
Sumber : Widodo (2012)

Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan darah merah. Defisiensi kobalamin menyebabkan anemia karena sel-sel darah merah yang tidak dapat masak. Defisiensi vitamin ini juga dapat menyebabkan demielinasi serta degenerasi sumsum tulang belakang secara tidak dapat balik, inkoordinasi anggota
badan (posterior), pertumbuhan lambat, mortalitas meningkat, vitabilitas menurun
dan daya tetas telur menurun.
F.   Biotin
 Penemu biotin adalah Wildiers (1901). Biotin adalah derivat imidazol yang banyak terdapat dalam bahan makanan alam. Biotin identik dengan apa yang diperkenalkan sebagai protective factor X atau vitamin H. Vitamin H ini diisolasi dari hati. Vitamin H ini juga disebut anti egg white injury factor. Biotin juga identik dengan koenzim R, yang merupakan faktor pertumbuhan dan untuk respirasi pada beberapa bakteri. Biotin berperan dalam sintesis oksaloasetat, dalam pembentukan urea, asam-asam lemak dan purin. Dalam kenyataannya biotin berperan sebagai gugus prostetik koenzim yang bergabung dengan CO2 dengan senyawa organik. Vitamin ini berwarna putih, stabil terhadap panas, mengandung sulfur dan asam valerat, larut dalam air dan 95% etanol, mudah rusak oleh asam dan basa kuat dan mengalami dekomposisi pada temperatur 230 -
232o C.
Biotin diabsorpsi di ileum. Bakteri usus mensintesis biotin, dan kuning telur merupakan sumber biotin yang bagus. Putih telur mentah mengandung faktor antibiotin (suatu protein yang disebut avidin) yang menyebabkan tidak aktifnya vitamin itu karena mengikat biotin dengan kuat. Sehingga mencegah absorpsi dari usus dan menyebabkan defisiensi biotin.
Dalam metabolisme, biotin berperan sebagai fiksasi CO2 yang selanjutnya ditransfer ke substrat yang lain. Karboksibiotin adalah biotin yang berikatan dengan CO2 di mana gugus karboksil bertaut pada gugus N biotin. Pembentukan karboksibiotin memerlukan ATP. Reaksi penerimaan CO2 dan pemberian CO2 bersifat bolak-balik atau reversibel. Sumber biotin adalah hati, ragi, kacang tanah, telur, tanaman berdaun hijau, jagung, gandum, biji-bijian lainnya dan ikan.
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

0,15
0,15
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

0,15
0,10
0,10
Sumber : Widodo (2012)
Broiler yang sangat cepat pertumbuhannya, bila dalam keadaan stress akan sangat menaikkan kebutuhan biotin. Keseimbangan antara reaksi piruvat karboksilase (mencegah hipoglisemia) dan asetil KoA karboksilase untuk lipogenesis (sumber energi) yang sangat diperlukan oleh reaksi piruvat ke arah asetil KoA semakin bertambah bila biotin berkurang.
Defisiensi biotin dapat menyebabkan kerontokan rambut, penurunan berat badan dan pada ayam peningkatan kematian serta kejadian perubahan - perubahan skeletal pada anak-anak ayam. Defisiensi ini juga menyebabkan dermatitis pada kaki lalu paruh dan mata.
G. Niasin (asam nikotinat)
Penemu niasin adalah Huber pada tahun 1867. Niasin adalah suatu derivat piridin yang merupakan komponen tidak toksik dari nikotin. Niasin merupakan bagian dari NAD (nicotinamide adenine dinucleotide), yang juga dikenal dengan nama koenzim I. Niasin juga merupakan bagian dari molekul NADP, yang juga dikenal dengan nama koenzim II. Koenzim berperan dalam respirasi seluler, bersama-sama dengan flavoprotein. 
Niasin dalam tubuh merupakan bagian dari koenzim yang berfungsi dalam oksidasi jaringan atau transportasi hidrogen. Koenzim tersebut adalah NAD (Nicotinamide Adenine Dinucleotide) dan NADP (Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphat). NAD adalah koenzim yang pertama kali ditemukan pada tahun 1935 oleh karena itu disebut koenzim I atau kozimase.
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

27,00
27,00
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

27,00
11,00
10,00
Sumber : Widodo (2012)
Defisiensi niasin pada pakan utama berupa jagung terjadi karena kandungan asam amino triptofan yang rendah, asam nikotinat dalam bentuk tidak tersedia (misal dalam bentuk niasitin) dan kandungan asam amino yang kurang seimbang, di mana lebih banyak kandungan asam amino lain dibandingkan dengan kandungan triptofan atau kandungan asam amino leusin berlebihan. Problem defisiensi niasin pada awalnya ditandai oleh problem gastrointestinal dan kelemahan otot, black tongue (lidah menjadi hitam), pembengkakan lidah, diare, demensia dan dermatitis.
Apabila terjadi defisiensi triptofan berarti juga terjadi defisiensi niasin (defisiensi ganda). Asam nikotinat dalam dosis tinggi dapat menimbulkan pellagra yang ditandai oleh kulit kemerahan (skin flushing), gatal - gatal (pruritus) dan gangguan pencernaan dan juga telah menunjukkan kegunaan untuk menurunkan kadar kolesterol serum oleh mekanisme yang tidak dimengerti. Gejala ini disebut pula dengan 3D-4D yaitu dermatitis, diare, depresi atau dementia, dan kadang-kadang kematian.
H.  Asam folat (asam "pteroylglutamic")
Penemu asam folat adalah Parke-Davis pada tahun 1943. Asam folat terdiri atas pteridin heterosiklik, asam para amino benzoat (PABA) dan asam glutamat. Kristal asam folat berwarna kuning, sedikit larut dalam air dan tidak stabil pada larutan lemak. Daya kerja vitamin ini dihambat (antagonis) oleh 4-amino-pteroylglutamic acid atau disebut aminopteri 4-NH2FH4 dan metotrexate.
Asam folat termasuk dalam golongan zat yang disebut pterin. Asam folat terdiri atas tiga gugus yaitu pterin, p-amino benzoic acid (PABA) dan asam glutamat. Asam folat nampaknya disintesis oleh mikroorganisme dalam usus.
Asam folat berperan dalam metabolisme nukleoprotein melalui sintesis purin dan timin. Pada pertumbuhan, asam folat terdapat sebagai poliglutamat berkonjugasi dengan ikatan gamma (yang tidak biasa) rantai polipeptida 7 asam glutamat. Dalam hati, folat yang terutama adalah konjugat pentaglutamil. Rantai peptida glutamil dengan hubungan gamma yang tidak biasa ini bersifat resisten terhadap hidrolisis oleh enzim proteolitik biasa yang terdapat dalam usus, yang spesifik folil poliglutamat-hidrolase. Sumber asam folat mudah tersedia dan terdistribusi di alam, pada hewan, tumbuhan dan mikroorgaanisme. Sumber-sumber asam folat yang potensial adalah daging, sayuran, terutama daun-daun hijau.
No
Unggas
Kebutuhan (mg/ekor/hari)
1.
Ayam broiler
- Starter
- Finisher

0,55
0,55
2.
Ayam petelur
- Starter
- Grower
- Layer

0,55
0,25
0,25
Sumber : Widodo (2012)
Defisiensi asam folat berkaitan dengan problem dalam pembentukan darah, seperti halnya dalam reproduksi seluler, hambatan pertumbuhan, pigmen bulu terganggu, pertumbuhan bulu terhambat, produksi telur dan daya tetas menurun, gangguan embrio dalam telur serta anemia merupakan pengaruh utama dari defisiensi asam folat.
I.     Vitamin C (Asam askorbat)
Vitamin C mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk oksidasi (bentuk dehidro) dan bentuk reduksi. Ke dua bentuk ini mempunyai aktivitas biologi. Dalam makanan bentuk reduksi yang terbanyak. Bentuk dehidro dapat terus teroksidasi menjadi asam diketoglukanik yang inaktif. Keadaan vitamin C inaktif ini sering terjadi pada proses pemanasan. Dalam suasana asam vitamin ini lebih stabil daripada dalam basa yang menjadi inaktif. Formula vitamin C mirip dengan glukosa. Unggas dapat mensintesis vitamin C dari glukosa.
Vitamin C bukanlah merupakan bagian dari salah satu koenzim yang dikenal. Sebaliknya asam askorbat berperan dalam sintesis kolagen, yang merupakan protein struktural dari jaringan ikat. Struktur asam askorbat mirip dengan struktur monosakarida tetapi mengandung gugus enediol dari mana pembuangan hidrogen terjadi untuk menghasilkan dehidroaskorbat. Dehidroaskorbat dihasilkan secara spontan dari vitamin C oleh oksidasi udara, tetapi ke dua bentuk secara fisiologis aktif dan ditemukan dalam cairan tubuh.
Vitamin C mudah diabsorpsi dalam usus, karena itu defisiensi nutrisi ini diakibatkan oleh masukan makanan yang tidak cukup. Cadangan normal vitamin C dalam tubuh tidak dapat cepat habis. Absorpsi besi oleh usus secara nyata dipertinggi bila terdapat bersama askorbat, dan mobilisasi besi dari jaringan penyimpan juga ditingkatkan oleh vitamin C. Vitamin ini berperan dalam beberapa reaksi reduksi oksidasi. Hidroksilasi prolin dalam kolagen memerlukan asam askorbat. Asam askorbat dapat diubah dalam tubuh menjadi oksalat yang dikeluarkan lewat urin. Tetapi hasil utama ekskresi asam askorbat adalah asam - asam askorbat sendiri dan dehidroaskorbat. Asam askorbat mengasamkan urin.
Vitamin C berperan sebagai transport elektron (sistem redoks), enzimenzim yang berperan dalam elektron transport adalah asam askorbat oksidase, sitokhrom oksidase, flavin transhidrogenase. Ada yang menyebutkan bahwa pada jaringan hewan tidak terjadi proses oksidasi dengan vitamin C sebagai katalis respiratori, karena pada hewan tidak ada enzim dehidro askorbate reduktase dan askorbate oksidase. Vitamin C juga berperan dalam metabolisme tirosin yaitu berperan dalam enzim β-hydroxy phenyl pyruvic acid oxidase sebagai katalisator perubahan p-OH phenylpyruvic menjadi homogentisic acid.
Fungsi vitamin C lainnya adalah dalam formasi kolagen, yaitu dalam pembentukan hidroksi prolin dan hidroksi lisin yang menyusun kolagen, mengaktifkan enzim arginase dan papain, menghambat urease dan amilase, membantu pembentukan jaringan ferritin, bersama-sama asam folat berperan dalam proses pematangan RBC, meningkatkan peranan vitamin B kompleks sehingga mempengaruhi jumlah mikroflora dalam usus halus, bersama-sama dengan ATP dan MgCl2 merupakan kofaktor dalam menghambat lipase jaringan adiposa dan memacu deaminasi hidrolitis dari peptida atau protein dan menyembuhkan atau mencegah kejadian common cold atau influenza. Sumber-sumber asam askorbat yang potensial adalah daging, sayuran, terutama daun-daun hijau. Beberapa tanaman serta hewan termasuk unggas dapat mensintesis vitamin C. Semua spesies ayam dapat mensintesis vitamin C (AsAc) di dalam ginjal.
Berdasarkan pengaruh vitamin C terhadap integritas sel, maka vitamin C dapat diberikan melalui air minum kepada broiler yang akan dipotong. Karkas yang dihasilkan tidak mudah mengalami penyusutan sehingga kualitas karkas terjaga. Selain itu vitamin C juga dapat mencegah katabolisme protein yang dilakukan oleh steroid. Oleh karena itu akibat penurunan katabolisme protein timbangan karkas (carcass yield) juga menjadi lebih baik pada ayam yang diberi vitamin C sebelum dipotong. Dosis yang dianjurkan adalah 900 - 1200 ppm dalam air minum pada waktu 24 jam sebelum dipotong.
Defisiensi vitamin C dapat menyebabkan scurvy. Gejala ini berkaitan dengan kebutuhan vitamin C untuk sintesis kolagen. Oleh karena itu, patologinya akan berkaitan dengan pelemahan pembuluh darah dan hamparan kapiler (yang cenderung menimbulkan perdarahan), ulserasi dan kelambatan penyembuhan luka. Pertumbuhan tulang terhambat dan kelambatan kesembuhan keretakantulang. Vitamin C hanya dibutuhkaan oleh manusia, monyet dan marmut dan tidak berperan penting bagi unggas.













BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, dapat disimpulkan bahwa vitamin yang larut dalam air atau diserap dengan air, yang terdiri atas vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B12 (kobalamin), niasin (asam nikotinat), asam folat (asam pteroilglutamat) dan C.
Vitamin - vitamin yang larut dalam air berfungsi sebagai enzim dalam berbagai reaksi metabolisme tertentu. Sifat-sifat umum vitamin ini adalah molekul itu tidak hanya tersusun atas unsur C, H dan O, molekul itu polar sehingga larut dalam air, tidak mempunyai provitamin, terdapat disemua jaringan, berfungsi sebagai prekursor enzim-enzim, tidak disimpan secara khusus dalam tubuh.
B.  Saran
Sebaiknya peternak memberikan vitamin kepada ternak ayam petelur dan pedaging sesuai dengan jumlah kebutuhannya sehingga tidak menyebabkan defisiensi.







DAFTAR PUSTAKA
Agustina, L. Dan Purwanty, S. 2012. Ilmu Nutrisi Unggas. Rumah Pengetahuan. Solo.


Akoso, B. 1993. Manual Kesehatan unggas. Kanisius. Yogyakarta.


Tillman, Allen D.dkk.1982. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University  Press. Yogyakarta.


Wahyu. 1991. Ilmu Nutrisi Unggas. Gadjah Mada University Prees. Yogyakarta.


Widodo, W. 2012. Nutrisi dan Pakan Unggas Kontekstual. Http.  Wahyu_widodo.blogspot.com. Diakses pada tanggal 7 Mei 2013.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar