Kamis, 02 Januari 2014

makalah kambing kacang



BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta adalah pasar yang besar untuk produk daging. Konsumsi daging setiap tahunnya meningkat sebesar 4,2% per kapita. Kebutuhan ini semakin tinggi dengan adanya permintaan daging kurban pada hari Raya Idul Adha. Peningkatan konsumsi daging tersebut belum dapat diimbangi oleh peningkatan produksi. Apalagi, konstribusi daging ruminansia kecil pada konsumsi daging nasional hanya sebesar 6%.
Ternak hewan ruminansia berukuran kecil seperti kambing memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai sumber pedaging. Beberapa keuntungan beternak kambing, di antaranya hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkunagn, dapat dipelihara di daerah kering (marjinal), kebutuhan modal lebih rendah dibandingkan hewan ternak ruminansia besar seperti sapi dan kerbau. Untuk memenuhi kebutuhan daging kambing pada masa yang akan datang, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan ternak kambing secara konsepsional. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi peternak, yaitu kurang lengkapnya informasi pasar akan sumber bibit yang bagus, cara beternak kambing yang benar, serta belum dimanfaatkannya potensi kambing, potensi pasar, dan potensi sumber daya manusia secara optimal.
Kambing adalah ternak yang pertama kali didomestikasi oleh manusia atau yang kedua setelah anjing. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya gambar kambing pada benda-benda arkheolog di Asia Barat, seperti Jericho, Choga Mami Jeitun, dan Cayonu pada tahun 6000-7000 SM. Kambing atau sering dikenal sebagai ternak ruminansia kecil merupakan ternak herbivora yang sangat populer di kalangan petani di Indonesia, terutama yang tinggal di pulau jawa. Oleh peternak, kambing sudah lama diusahakan sebagai usaha sampingan atau tabungan katena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksinya relatif mudah. Produksi yang dihasilkan dari ternak kambing yaitu daging, susu, kulit, bulu, dan kotoran sebagi pupuk yang sangat bermanfaat. Ternak kambing potong secara umum meliputi beberapa hal, antara lain pemilihan bibit, pemberian pakan yang memenuhi gizi, serta pencegahan terhadap penyakit. Adapun taksonomi zoologi kambing sebagai berikut.
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artodactyla
Famili : Bovidae
Subfamili : Caprinae
Genus : Capra
Spesies : Capra Hircus

B.  Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui sejarah asal usul, ciri-ciri, karakteristik dan bentuk adaptasi dari ternak kambing kacang.
2.    Untuk mengetahui sistem atau manajemen pemeliharaan dari ternak kambing kacang.
3.    Untuk mengetahui kentungan beternak kambing kacang.

C.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana sejarah asal usul, ciri-ciri, karakteristik, dan bentuk adaptasi ternak kambing kacang?
2.    Bagaimana sistem atau manajemen pemeliharaan dari ternak kambing kacang?
3.    Bagaimana kentungan beternak kambing kacang?

BAB II
PEMBAHASAN


A.  Sejarah Asal Usul Kambing kacang
Kambing kacang merupakan bangsa kambing asli dari Indonesia. Di Jawa, kambing ini disebut juga kambing Jawa. Kambing kacang tidak memiliki garis keturunan (asal-usul) yang khusus karena sebagian besar sistem perkawinannya terjadi di tanah lapang. Devendra dan Burn (1994) menyatakan bahwa kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia dan Malaysia. Hal ini diperkuat oleh Natasasmita (1980) yang mengemukakan bahwa kambing Kacang adalah kambing asli Indonesia. Dengan demikian dapat menghilangkan keraguan yang dikemukakan oleh Samad (1973) dan Soedjai (1975), bahwa asal-usul kambing Kacang yang terdapat di Indonesia belum diketahui asal-usulnya secara pasti. Karena menurut Isa (1953), kambing Kacang yang ada di Indonesia diduga berasal dari India Muka yang dibawa oleh orang Hindu ke Indonesia beratus tahun yang lalu.

B.  Ciri – Ciri Kambing Kacang
Ciri-ciri dari kambing kacang adalah sebagai berikut:
ü  Badan kecil dan relatif pendek.
ü  Panjang tanduk jantan kurang lebih 10 cm sedangkan pada betina kurang lebih 8 cm.
ü   Garis profil kepala lurus atau cekung.
ü  Telinga pendek dan tegak berdiri ke depan dengan panjang kurang lebih 15 cm.
ü  Hidung lurus.
ü  Janggut selalu terdapat pada jantan, sementara pada betina jarang ditemukan.
ü  Rambut  pada kambing betina pendek kecuali bagian ekor dan kambing jantan rambutnya lebih panjang pada dagu (jenggot), tengkuk, pundak, punggung sampai ekor dan pada badan bagian belakang.
ü  Leher pendek dan punggung meninggi.
ü  Presentase karkas 44-51%.
ü  Total bobot sapih (umur 90 hari) sekitar 10,12 kg.
ü  Kambing betina pertama kali beranak umur 12-13 bulan.
ü  Kambing kacang jantan muda mencapai dewasa kelamin umur 19-25 minggu atau 135-173 hari, sementara betina pada umur 153-454 hari atau rata-rata pada umur 307,72 hari.
ü  Kemampuan hidup saat lahir 100% dan kemampuan hidup dari lahir sampai sapih 79,4%.
ü  Kemungkinan induk melahirkan anak kembar dua sekitar 52,2%, kembar tiga 2,6%, dan tunggal 44,9%.
ü  Warna bulu sangat bervariasi. Ada yang warna hitam, cokelat, merah atau belang putih-hitam
ü  Tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60-65 cm, sedangkan kambing betina dewasa sekitar 56 cm
ü  Bobot badan hidup jantan dewasa sekitar 25 kg dan bobot betina dewasa antara 15-20 kg
ü  Produktivitas tinggi.
ü   Daya tahan terhadap serangan penyakit bagus.
ü  Tipe kambing ini sebagai penghasil daging.

C.  Karakteristik Kambing Kacang
Karakteristik dari kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia yang mempunyai bobot hidup lebih kecil dibanding kambing jenis lainnya. Kambing Kacang memiliki keunggulan, sifatnya lincah, mudah beradaptasi dengan lingkungan setempat dan angka reproduksinya cukup baik. Ambing kacang sangat cepat berkembang biak karena pada umur 15-18 bulan sudah bisa menghasilkan keturunan. Jenis kambing ini cocok untuk penghasil daging karena sangat prolifik (sering melahirkan anak kembar dua). Terkadang dalam satu kelahiran menghasilkan keturunan kembar tiga setiap induknya. Kambing kacang berkembang biak sepanjang tahun. Kambing kacang dapat hidup dengan perawatan yang seadanya, bahkan hampir tidak memerlukan pemeliharaan sama sekali. Hewan ini sering dibiarkan mencari pakan sendiri, kawin, dan beranak tanpa bantuan pemilik ternak. Produk yang dihasilkan terutama dimanfaatkan dalam bentuk daging dan kulit.

D.  Manajemen Pemeliharaan Kambing Kacang
1.    Pemilihan calon bakalan
Bibit kambing betina dan jantan haruslah memiliki kemampuan pertambahan berat badan yang cepat dan konversi pakan yang baik. Sifat genetik yang diperlukan dalam ternak kambing kacang adalah yang bisa menghasilkan keturunan kembar. Sedangkan dalam ciri karakteristik, bibit kambing yang baik adalah yang memiliki warna cerah, tajam, bulu halus yang mengkilap serta tidak memiliki caat tubuh. Pemilihan bibit diperlukan untuk mengahasilkan keturunan yang lebih baik. Secara umum ciri-ciri yang baik adalah berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengilap, serta daya adaptasi terhadap lingkungan tinggi.
Kriteria pejantan yang akan digunakan untuk bibit sebagai berikut :
Ø Tubuh besar dan panjang, tidak terlalu gemuk, gagah, punggung lurus, serta dada dalam dan lebar.
Ø Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi.
Ø Buah zakar normal serta mempunyai libido yang tinggi.
Ø Umur lebih dari 1,5 tahun (gigi seri tetap).
Ø  Berasal dari keturunan kembar.
Kriteria betina yang akan digunakan untuk bibit sebagai berikut :
Ø Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, serta tubuh besar, tetapi tubuhnya tidak terlalu gemuk.
Ø Jinak dan sorot matanya ramah.
Ø Kaki lurus dan tumit tinggi.
Ø Tidak cacat, rahang atas dan bawah rata.
Ø Ambing simetris dan jumlah putting dua.
Ø Umur lebih dari 12 bulan (2 buah gigi seri tetap).
Ø Berasal dari keturunan kembar.


2.    Pakan
Pakan yang baik adalah pakan berupa hijau-hijauan seperti rumput, daun-daunan, serta sisa produksi pertanian seperti dedak. Komposisi pakan juga berbeda-beda bergantung pada kebutuhan dan usia ternak. Ada tiga jenis kambing berdasarkan pertumbuhan dan usianya, yaitu kambing menyusui, kambing pemacek, dan kambing dewasa. Pada kambing dewasa, diperlukan makanan sebesar 10 % dari berat badannya. Untuk kambing pemacek hampir sama, namun komposisi makanannya ditambahkan dedak halus sebanyak 200 hingga 250 gram. Pada kambing bunting dan menyusui, anda perlu menambahkan porsi dedaunan lebih banyak dalam rangka menambah air susu.
Kambing merupakan ruminansia yang efisien dalam mencerna serat kasar. Kambing dapat mengonsumsi bahan kering relatif banyak yaitu 5-7% dari berat badannya. Selain itu, kambing juga mampu mengonsumsi pakan yang tidak biasa dikonsumsi oleh ternak lain. Kambing mempunyai kebiasaan makan yang berbeda dengan domba, yaitu dengan bantuan gerak aktif bibir atas dan lidah yang dapat memegang. Daun semak merupakan sumber pakan yang sangat penting bagi kambing. Anak kambing yang baru dilahirkan harus diberi kolustrum. Setelah berumur yang baru dilahirkan harus diberikan susu pengganti sampai mampu mengonsumsi pakan kasar dan konsentrat. Pada umur 2-3 minggu, anak kambing sudah bisa diberi pakan kasar, berupa hijauan yang mudah. Pada saat umur 5-6 minggu, kambing muda dapat mengonsumsi hijauan dan konsentrat dengan baik, seperti kambing dewasa.
Pakan utama kambing kacang adalah tunas-tunas semak serta ranting dan gulma. Selain itu, kambing juga perlu diberikan pakan tambahan, berupa konsentrat. Sebaiknya, konsentrat diberikan dalam bentuk kasar karena kambing tidak menyukai pakan yang digiling halus dan berdebu. Konsentrat terutama diberikan pada kambing yang sedang bunting, menyusui, anak kambing, dan indukan peajantan. Hijauan yang diberikan dapat berupa daun lamtoro, gamal, dan dau nangka. Bila berdasarkan bahan kering, pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3% dari berat badan atau 10-15% berat badan bila dalam bentuk segar. Sementara konsentrat dapat disusun dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan, serta ditambah mineral dan vitamin. Kandungan protein dalam kosentrat berkisar 16%. Pakan diberikan dua kali sehari (pagi dan sore hari). Selain pakan, kambing juga perlu diberi gamar beriodium, bisa berbentuk urea molasses block (UMB) yang digantung didalam kandang. Air minum harus selalu tersedia.
3.    Perkawinan.
Kambing betina dewasa yang siap kawin, pada umumnya berusia antara 6 hingga 8 bulan. Ada beberapa tanda birahi yang terjadi pada kambing potong kacang, antara lain:
·      Gelisah, nafsu makan turun
·      Kambing jantan berusaha untuk menaiki ternak lainnya
·      Menggerakkan ekor secara simultan
·      Bagian vulva terasa hangat dan memerah
·      Ada sedikit lender bening pada vulva betina.
Kambing betina paling baik dikawinkan pada umur 10 bulan, dan jantan sebagai pemacek berumur 1 tahun. Waktu yang tepat dalam mengawinkan kambing adalah pertengahan birahi yaitu 12-18 jam sejak birahi pertama muncul.
4.    Perkandangan
Agar kambing merasa nyaman tinggal di dalamnya, kandang harus memenuhi persayaratan sebagai berikut:
v Kandang harus kering, tidak becek, dan tidak lembab.
v Cukup mandapat sinar matahari dan sistem ventilasi baik.
v Kandang harus terhindar dari tiupan angin lansung.
v Letak kandang minimal berjarak 5 meter dari rumah
v Konstruksinya harus kuat dan tahan lama.
v Bahan kandang ekonomis serta mudah didapat.
Ada dua tipe kandang yang biasa digunakan di daerah tropis, yaitu kandang pada tanah dan kandang panggung. Adapun spesifikasi kandang pada tanah sebagai berikut.
o  Tinggi bangunannya kurang lebih 2-3 m.
o  Bagian belakang lebih pendek dengan ketinggian 1-1,5 m.
o  Lantainya bisa berupa tanah yang didapatkan, beton, atau semen agar tidak becek.
Spesifikasi kandang panggung sebagai berikut :
o  Kandang jenis ini sangat umum digunakan oleh peternak.
o  Tinggi lantai kandang 1-1,5 m di atas permukaan tanah. Hal ini memudahkan dalam membersihkan dan mengumpulkan kotoran.
o  Lantai bisa terbuat dari papan kayu atau belahan bambu.
o  Bagian lantai bisa digunakan untuk menampung kotoran.
Bahan kandang-atap dan lantai-sebaiknya berasal dari bahan yang mudah didapat dan harganya murah. Kandan g di daerah tropis mempunyai dinding yang terbuka untuk ventilasi yang lebih baik sehingga memudahkan dalam membuang panas dan tidak terlalu lembab. Sementara tempat pakan dibuat berngsel agar mudah untuk dibersihkan. Dalam satu areal perkandangan, dianjurkan terdapat minimal empat petak kandang, yaitu kandang pejantan, kandang ternak bunting tua dan ternak menyusui, kandang induk yang baru melahirkan, dan anak yang baru disapih.
5.    Tata laksana pemeliharaan
Hampir semua ternak ruminansia kecil di Indonesia dipelihara oleh peternak kecil di pedesaan dengan sistem pemiliharaan tradisional. Bahan pakan yang digunakan berasal dari limbah pertanian dan tanaman sekitar pemukiman.
Anak kambing yang baru lahir harus mendapatkan kolustrum karena kolustrum meransang saluran pencernaan, memberika nvitamin A, dan mengandung sntibodi yang memberikan immunitas terhadap penyakit. Apabila tidak menyusu dalam waktu tiga jam setelah lahir, anak kambing harus dibantu menyusu ke induknya. Caranya, mulut anak kambing diarahkan ke puting susu induknya. Dalam kondisi seperti ini, tubuh induk perlu dipegangi agar putingnya tidak bergerak-gerak. Bila anak yang baru lahir tidak diajari menyusu, insting menyusunya akan hilang dan anak akan mati.
Penyapihan dapat dilakukan pada umur 5 bulan. Namun, untuk kambing tipe pedaging, penundaan penyapihan akan lebih baik agar anak bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari susu induk. Bila anak sudah dipisahkan dari induk, dapat diberikan pakan tambahan, seperti dedak padi atau daun leguminosa. Pemeriksaan pertumbuhan setelah penyapihan sangat penting agar pada saat dikainkan pertama kali, bobot badanya cukup.
6.    Pembibitan
Tata laksana rutin pada kambing dewasa dan induk yang harus diperhatikan adalah saat yang tepat untuk mengawinkan dengan melihat tanda-tanda ternak estrus. Pemakaian pejantan bersama oleh kelompok peternak akan menurunkan biaya pemeliharaan. Pemberian pakan dan tata laksana yang baik akan memberikan pertumbuhan yang baik karena kambing cepat beranak dan anaknya cepat besar. Kambing diusahakan minmal beranak tiga kali dalam tahun. Saat pertama kali dikawinkan, sebaiknya kambing telah berumur 6-10 bulan atau saat bobot badan mencapai 40-50 kg. Artinya, kambing dalam kondisi bagus dan diharapkan beranak pertama kali pada umru satu tahun.
Rasio jantan dan betina yang baik yaitu 1:10. setelah induk betina beranak, tanda berahi kan muncul kembali pada 6-8 minggu kemudian. Namun, kambing tersebut akan dikawinkan kembali setelah mengalami berahi 3 kali.
Induk yang telah dewasa biasanya akan melahirkan anak kembar dua atau tiga. Persentase anak jantan lahir yang lebih banyak dengan rasio nantan dan betina yaitu 115:100. jika anak lahir dalam kondisi tunggal, biasanya berat badannya lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir kembar. Berat badan jantan lebih tinggi dibandingkan betina.
7.    Pemeliharaan kesehatan
Mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati. Mencegah panyakit dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang, pakan cukup mengandung nutrisi lengkap, dan vaksinasi. Tindakan pencegahan lain yaitu membebaskan kambing dari parasit internal (misalkan cacing) dengan memberikan obat cacing dan parasit eksternal (misalkan kudis) dengan memandikan secara rutin.
8.    Panen dan hasil panen
Disamping menghasilkan daging dan mohair, kambing juga mempunyai potensi sebagai pengahasil kulit yang bernilai ekonomis tinggi serta yang sangat bermanfaat sebagai pupuk.
a.    Daging Kambing
Sebaiknya kambing disembeli pada saat dewasa agar diperoleh persentase karkas, jumlah bagian yang termakan, dan jumlah bagian yang bernilai ekonomis secara maksimum. Daing kambing merupakan daging yang unik dalam hal bau, palatabilitas, dan keempukannya. Daginnya kurang berlemak dibandingkan daging ternak lainnya dan biasanya kurang empuk. Keadaan dagingnya yang kurang berlemak lebih banyak disukai konsumen karena permintaan daging saat ini adalah daging yang sedikit mengandung lemak. Ada tiga tipe daging kambing yang dihasilkan dan dikonsumsi, sebagai berikut.
- Daging anak kambing (umur 8-12 minggu)
- Daging kambing muda (umur 1-2 tahun)
- Daging kambing tua (umur 2-6 tahun)
b.    Kulit kambing
Kulit kambing merupakan hasil panen sampingan dari kambing kualitas kulit dipengaruhi oleh bebarapa faktor, antara lain penyakit kulit, kondisi ternak, dan perlakua saat pemotongan. Sebelaum dipotong, hendaknya kambing dihindarkan dari panas yang berlebihan, misalnya berjalan di terik matahari yang tinggi. Tato juga mengurangi nilai kulit. Untuk, pemberian tanda/ cap pada kulit harus dihindari. Pemberian tanda sebaiknya pada telinga, pipi, atau kaki bagian depan dan belakang.
c.    Bulu kambing
Bulu kambing merupakan komoditas yang bernilai ekonomis. Ada tiga golongan kualitas dinilai berdasarkan panjang bulu. Bulu panjang lebih berharga dari pada bulu pendek. Bulu berkualitas ekspor harus mengandung lebih dari 80% bulu bersih dan kurang dari 3% bahan tanaman/kotoran yang lain.
E.  Kentungan Beternak Kambing Kacang
Beberapa keuntungan beternak kambing adalah :
1.      Tidak memerlukan tempat yang luas, cukup dengan kandang yang kecil dan sederhana.
2.      Pemeliharaannya mudah dan tidak memerlukan banyak tenaga.
3.      Makanannya sederhana dan mudah didapat.
4.      Kambing cepat berkembang biak karena, mempunyai anak lebih dari satu ekor setiap kali melahirkan dan anaknya cepat besar.
5.      Kambing dipelihara sebagai tabungan dan mudah dijual bilamana pemiliknya memerlukan uang.
6.      Selain menghasilkan daging, akan diperoleh pula hasil lain berupa kulit dan kotoran yang baik untuk pupuk.
7.      Modal yang diperlukan untuk pemeliharaannya relatif tidak begitu besar.
Dengan beternak kambjng bukan saja meningkatkan pendapatan, tetapi juga membantu usaha Pemerintah untuk meningkatkan produksi daging dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat.





BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dari makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia yang mempunyai bobot hidup lebih kecil dibanding kambing jenis lainnya. Kambing Kacang memiliki keunggulan, sifatnya lincah, mudah beradaptasi dengan lingkungan setempat dan angka reproduksinya cukup baik. Ambing kacang sangat cepat berkembang biak karena pada umur 15-18 bulan sudah bisa menghasilkan keturunan. Jenis kambing ini cocok untuk penghasil daging karena sangat prolifik (sering melahirkan anak kembar dua). Terkadang dalam satu kelahiran menghasilkan keturunan kembar tiga setiap induknya. Kambing kacang berkembang biak sepanjang tahun. Kambing kacang dapat hidup dengan perawatan yang seadanya, bahkan hampir tidak memerlukan pemeliharaan sama sekali. Hewan ini sering dibiarkan mencari pakan sendiri, kawin, dan beranak tanpa bantuan pemilik ternak. Produk yang dihasilkan terutama dimanfaatkan dalam bentuk daging dan kulit.

B.  Saran
Adapun saran penulis dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Sebaiknya peternak lebih memperhatikan sistem pemeliharaan ternak yang baik sehingga dapat menghasilkan produk ternak yang maksimal.
2.      Sebaiknya pemerintah memberikan penyuluhan kepada peternak tentang sistem pemeliharaan yang baik dan menyediakan vaksin untuk kesehatan ternak.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Pemeliharaan Kambing Kacang. http://situs-peternakan.blogspot.com/2012/04/kambing-kacang.html. Diakses pada tanggal 8 Maret 2013.


Iqra. 2010. Cara Beternak Kambing.Http://iqra5.blogspot.com/2010/08/cara-cara-beternak-kambing.html. Diakses pada tanggal 8 Maret 2013.


Mahmila, F. 2009. Peternakan Kambing Kacang. http://lolitkambing.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/pdf/pro09-fera-mahmilia.pdf. Diakses pada tanggal 8 Maret 2013.


Nursiam, I. 2010. Tipe – Tipe Kambing Potong di Indonesia. http://www.kambingakikah.com/tag/kambing/page/2/. Diakses pada tanggal 8 Maret 2013.




Santoso, P. 2010. Karakteristik Kambing Kacang di Indonesia. IPB. Bogor.

Santoso, P. 2011. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Kambing Potong. IPB. Bogor.


Wello, B. 2012. Produksi Ternak Potong dan Kerja. Masagena Press. Makassar.





3 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan Methyl testosteron untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus
  2. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan Methyl testosteron untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus