Kamis, 02 Januari 2014

lipid dalam pakan



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, dan manusia yang sangat berguna bagi kehidupan manusia ialah lemak. Sifat kimia dan fungsi biologis lemak juga berbeda – beda.Walaupun demikian para ahli biokimia bersepakat bahwa lemak dan senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak, dimasukan dalam satu kelompok yang disebut lipid. Macam senyawa – senyawa serta kuantitasnya yang diperoleh melalui ekstraksi ini sangat tergantung pada bahan alam sumber lipid yang di gunakan. Jaringan bawah kulit disekitar perut, jaringan lemak sekitar ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sebesar 90% dalam jaringan otak atau dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7,5% sampai 30%.

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu :
1.  Apa definisi lemak ?
2. Bagaiman klasifikasi lipid dalam pakan?
3. Bagaiman fungsi lipid dalam pakan?
4. Bagaiman fungsi lipid dalam pakan?
5. Bagaiman metode pengukuran lipid dalam pakan?

C.  Tujuan
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui definisi lemak ?
2.      Untuk mengetahui klasifikasi lipid dalam pakan?
3.      Untuk mengetahui fungsi lipid dalam pakan?
4.      Untuk mengetahui fungsi lipid dalam pakan?
5.      Untuk mengetahui metode pengukuran lipid dalam pakan?



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi Lipid
Lipid adalah senyawa molekul besar dan terbentuk dari molekul yang lebih kecil melalui reaksi dehidrasi. Lipid disusun dari dua jenis molekul yang lebih kecil : gliserol dan asam lemak. Gliserol adalah sejenis alkohol yang memiliki tiga karbon, yang masing – masing mengandung sebuah gugus hidroksil. Asam lemak memiliki kerangka karbon yang panjang, umumnya 16 sampai 18 atom karbon panjangnya. Salah satu ujung asam lemak itu adalah “kepala” yang terdiri atas suatu gugus karbiksil, gugus fungsional yang menyebabkan molekul ini disebut asam lemak. Yang berakaitan dengan gugus karboksil itu itu adalah hidrokarbon panjang yang disebut “ekor”. Lemak terpisah dari air karena molekul air membentuk ikatan hidrogen satu sama lain dan menyingkirkan lemak. 

B.  Klasifikasi Lipid
Adapun klasifikasi lipid adalah sebagai berikut:
1.      Lipid sederhana : Ester asam lemak dengan berbagai alcohol.
Lemak (fat) : Ester asam lemak dengan gliserol.
Minyak (oil): Lemak dalam keadaan cair.
Wax (malam): Ester asam lemak dengan alcohol monohidrat berberat molekul tinggi.
2.      Lipid komlpeks : Ester asam lemak yang mengandung gugus-gugus selain alcohol    dan asam lemak.
Fosfolipid : Lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor, selian asam lemak dam alcohol. Lipid ini sering memilki basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain, misalnya alcohol pada Gliserofosfolipid adalah gliserol dan alcohol pada sfingosfosfolipid adalah sfingosin.
Glikolipid (glikosfingolipid) : Lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin, dan karbohidrat.
3.      Lipid kompleks lain : Lipid seperti sulfolipid dan aminolipid, Lipoprotein juga dapat di masukan ke dalm kelompok ini.
4.      Prekursor  dan lipid turunan : Kelompok ini mencakup asam lemak, gliserol, steroid, alcohol lain aldehida lemak, dan badan keton, hidrokarbon, vitamin larut- lemak dan hormon.

C.  Sifat lipid
Adapun sifat lipid adalah sebagai berikut:
1.      Relatif tidak larut dalam air
2.      Larut dalam pelarut non polar, misalnya eter dan klorofrom
Triasilgliserol (Trigliserida)
Adalah bentuk  simpanan utama asam lemak. Triasilgliserol adalah ester trihidrat alcohol gliserol dan sam lemak.Mono-dan diasilgliserol,tempat Satu atau dua asam lemak teresterifikasi dengan gliserol,juga di temukan di jaringan.Senyawa-senyawa ini penting dalam sintesis dan hidrolisis triasilgliserol.
Fosfolipid Adalah Konstituen Lipid Utama Pada Membran
Fosfolipid dapat di anggap sebagai turunan asam fosfatidat,dengan fosfat yang teresterifikasi-OH alcohol yang sesuai.Asam fosfatidat adalah zat antara yang penting dalam pembentukan triasilgliserol serta fosfogliserol,tetapi tidak di temukan dalam jumlah banyak di jaringan.
Fosfatidikolin (Letisin) Terdapat di Membran Sel.
Fosfoasigliserol  yang mengandung kolin adalah fosfolipid yang paling banyak terdapat di membran sel dan membentuk simpanan kolin terbesar dalam tubuh. Kolin penting dalam transmisi saraf, sebagai asetilkolin dan sebagai simpanan gugus metil yang labil. Dipalmitoil lesitin adalah suatu zat aktif permukaan (surface-active agent) yang sangat efektif dan merupakan kontituen utama surfaktan yang mencegah pelekatan permukaan dalam paru akibat tegangan permukaan.Ketiadaan zat ini dari paru bayi prematur menyebabkan sindrom distress pernafasan.Sebagian besar fosfolipid memiliki sebuah radikal hasil jenuh di posisi sn-1, tetapi radikal tak jenuh diposisi sn-2 gliserol.
Fosfatidiletatonolamin (sefalin) dan fosfatildiserin (ditemukan dikebanyakan jaringan) berbeda dari fosfatidilkolin karena keberadaan masing-masing etanolamin atau serin yang menggantikan kolin.Fosfatidilinositol Adalah Prekursor Second Messenger. Inositol terdapat dalam fosfatidilinoditol sebagai suatu stereoisomer, mioinositol. Fosfatidilinositol 4,5 bisfosfat adalah konstituen penting fosfolipid membran sel jika dirangsang oleh agonis hormon  yang sesuai, zat ini terpecah menjadi diasilgliserol  dan inositol trifosfat yang keduanya berfungsi sebagai sinyal internal atau second messenger.
Kardiolipin Adalah Lipid Utama Membran Mitokondria
Asam fosfatidat adalah precursor fosfatidilgliserol yang pada gilirannya kardiolipin
Lisofosfolipid Adalah Zat Antara dalam Metabolisme fosfogliserol
Zat ini adalah fosfoasilgliserol yang mengandung hanya satu radikal asli, misalnya lisofosfatidilkolin (lisolesitin) yang penting dalam metabolisme dan interkonversi berbagai fosfolipid. Senyawa ini juga ditemukan dalam lipoprotein teroksidasi dan diperkirakan berperan dalam menimbulkan arterosklerosis.

D.  Fungsi Lipid
Fungsi lipid adalah sebagai berikut :
1.      Lipid adalah sebagai sumber energi metabolik yang sangat penting dalam pembentukkan ATP. Lipid adalah kelompok nutrien yang sangat kaya energi. Perbandingan nilai energi lipid dengan zat-zat gizi adalah sebagai berikut :
Lipid 9,5 kkal/g
Protein 5,6 kkal/g
Karbohidrat 4,1 kkal/g 
Berdasarkan hal tersebut, lipid dapat digunakan sebagai pengganti protein yang sangat berharga untuk pertumbuhan, karena dalam keadaan tertentu, trigliserida (fat dan oil) dapat diubah menjadi asam lemak bebas sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik dalam otot ternak, khususnya unggas dan monogastrik.
2.      Lipid adalah komponen esensial dalam membran sel dan membran sub sel. Lipid yang termasuk dalam kelompok ini adalah asam lemak polyunsaturated/PUFA yang mengandung fosfolipid dan ester sterol.
3.      Lipid dapat berguna sebagai penyerap dan pembawa vitamin A, D, E dan K.
4.      Lipid adalah sebagai sumber asam lemak esensial, yang bersifat sebagai pemelihara dan integritas membran sel, mengoptimalkan transpor lipid (karena keterbatasan fosfolipid sebagai agen pengemulsi).
5.      Sebagai prekursor hormon-hormon sex seperti prostagtandin hormon endrogen, estrogen.
6.      Lipid berfungsi sebagai pelindung organ tubuh yang vital.
7.      Lipid sebagai sumber steroid, yang sifatnya meningkatkan fungsi-fungsi biologis yang penting Contoh : Sterol (kolesterol) dilibatkan dalam sistem pemeliharaan membran, untuk transpor lipid dan sebagai prekursor vitamin D3 asam empedu dan, adrenal dan kortikosteroid).
8.      Dari aspek teknologi makanan, lipid bertindak sebagai pelicin makanan yang berbentuk pellet, sebagai zat yang mereduksi kotoran dalam makanan dan berperan dalam kelezatan makanan.

E.                 Metode Pengukuran
Terdapat berbagai macam uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif maupun kuantitatif. uji-uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut: 
1.      Uji Kelarutan Lipid
Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahadap berbagai macam pelarut. dalam uji ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama nonpolar. 
2.      Uji  Acrolein
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji akrolein. dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. menurut scy tech encyclopedia (2008), uji akrolein digunakan untuk menguji keberadaan gliserin atau lemak. ketika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen pendehidrasi (khso4) yang akan menarik air, maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein (ch2=chcho) yang memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap putih.



3.      Uji Kejenuhan Pada Lipid
Uji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi iod hubl. iod hubl ini digunakan sebagai indikator perubahan. asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama banyaknya. tabung dikocok sampai bahan larut. setelah itu, tetes demi tetes pereaksi iod hubl dimasukkan ke dalam tabung sambil dikocokdan perubahan warna yang terjadi terhadap campuran diamati. asam lemak jenuh dapat dibedakan dari asam lemak tidak jenuh dengan cara melihat strukturnya. asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya. reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah asam lemak, lalu warna kembali lagi ke warna awal kuning bening. warna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak.  Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dapat diadisi oleh golongan halogen. pada uji ketidakjenuhan, pereaksi iod huble akan mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal. warna merah muda yang hilang selama reaksi menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod huble.



4.        Uji Ketengikan 
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. dalam uji ini, diidentifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. minyak yang akan diuji dicampurkan dengan hcl. selanjutnya, sebuah kertas saring dicelupkan ke larutan floroglusinol. floroglusinol ini berfungsi sebagai penampakbercak. setelah itu, kertas digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. serbuk caco3 dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan segera ditutup. hcl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsurlemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida (syamsu 2007). 
5.    Uji Salkowski Untuk Kolesterol
Uji salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisankolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau (pramarsh 2008).
6.        Uji Lieberman Buchard
Uji lieberman buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam campuran. sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform (dari percobaan salkowski). setelah itu, asam sulfat pekat ditambahkan.tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah dari gugus c3 kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3,5-kolestadiena. produk ini dikonversi menjadi polimer yangmengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. warna hijau ini menandakan hasil yang positif (wikianswers 2008). reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua. 
7.    Uji Bilangan Iod
Lipid mengandung bermacam-macam asam lemak tak jenuh yang bereaksi dengan ion. jumlah iod yang diabsorpsi menetukan jumlah ketidak jenuhan dalam lipid. jadi angka iod didefinisikan sebagai berikut: banyaknya gram iod diabsorpsi oleh 100 gr lipid. dua metode yang umumnya dipakai yaitu: metode hanus yang memakai iodin bromida sebagai carrier dan metode wijs yang memakai iodin klorida. namun metode yang digunakan pada percobaan ini adalah metode iodin hanus. sebanyak 0,25 gr lipid padat ditambahkan 10 ml kloroform. lipid padat ini tidak larut dalam kloroform karena lipid yang digunakan adalah lipid padat, bukan lipid yang sudah dicairkan dengan proses pemanasan. selanjutnya ditambahkan 30 ml larutan iodin hanus kemudian didiamkan selama 30 menit dengan sesekali dikocok. hasil yang diperoleh, larutan menjadi cokelat tua.
setelah 30 menit larutan ini ditambahkan dengan 10 ml larutan ki 15%. larutan berubah warna menjadi cokelat muda. selanjutnya ditambahkan 100 ml aquadest kemudian dititrasi dengan na2s2o3 0,1 n, larutan menjadi kuning, setelah itu ditambahkan dengan 2 ml indikator kanji sampai larutan berwarna putih dan dititrasi lagi dengan na2s2o3. pada titrasi kedua ini larutan tidak berubah atau tidak terjadi perubahan warna larutan.
8.      Uji Penyabunan
Uji penyabunan untuk asam-asam lemak dilakukan dengan menambahkan 10 ml koh alkoholis 10% atau naoh 10 % kedalam minyak yang hendak diuji, kemudian dikocok. pencampuran ini menghasilkan larutan berwarna kuning muda yang tidak saling campur. setelah itu minyak dan koh alkoholisis 10% dipanaskan diatas penangas air. pada proses pemanasan ini minyak dapat larut dalam koh alkoholisis dan larutan berwarna kuning muda. Reaksi ini dikenal dengan reaksi penyabunan (saponifikasi). reaksi ini bertujuan untuk pengambilan asam-asam lemak dari minyak, sehingga dihasilkan campuran sabun dan gliserol yang mudah larut dalam air dan alkohol. pada pengambilan asam lemak ini, minyak dihidrolisis dengan larutan alkali yaitu koh (kalium hidrosida) atau naoh (natrium hidroksida). 
9.      Kromatografi
Firestone dalam schmidl dan labuza (2000) dalam fachri (2008) menyebutkan bahwa untuk menganalisa kandungan lemak dalam makanan dapat dilakukan dengan cara volumetris, gravimetris, dan kromatografi. kromatografi yang dapat dipakai seperti kromatografi gas (cg), kromatografi lapisan tipis (tlc), kromatografi ekslusi(sec), kromatografi cairan (lc) dan kromatografi yang memiliki unjuk kerja baik seperti hp-sec dan hplc. Kromatografi gas digunakan untuk melarutkan dan menghitung lipida seperti triasilgliserol dan turunan-turunan fame. tlc sangat sesuai untuk memisahkan ester kolestrol, mono, di, triacylglycerols, asam lemak bebas, kolestrol, dan fospolipid. sec dan hp-sec digunakan untuk memisahkan produk hidrolitik, oksidasi dan pemanasan lemak. sedangkan hplc digunakan untuk memisahkan lipida non-volatil yangmemiliki berat molekul tinggi.
 Untuk menentukan kadar lemak total dalam makanan, the nutrition and labeling education membutuhkan tahapan sebagai berikut, yaitu (1) hidrolisis dengan asam atau basa; (2) ekstraksi dengan eter ; dan (3) konversi asam lemak ke metil ester asam lemak (fame) kemudian menghitung kadar fame dengan kromatografi gas. artiss dkk (1988) menentukan kandungan lipida dengan menggunakan tlc dan metodeenzimatis. enzim yang digunakan adalah enzim hidrolase, oxidase dan peroxidase dalam precursor chromogen. metode ini sesuai untuk menentukan fospolipida hewan, jaringan tissue manusia dan fluida (fachri 2008)





BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Lemak adalah senyawa molekul besar dan terbentuk dari molekul yang lebih kecil melalui reaksi dehidrasi. Klasifikasi Lipid meliputi:
1.      Lipid Sederhana
2.      Lipid kompleks
3.      Prekursor  dan lipid turunan
Adapun sifat lipid adalah sebagai berikut:
1.        Relatif tidak larut dalam air.
2.        Larut dalam pelarut non polar, misalnya eter dan klorofrom.
Fungsi lipid adalah sebagai berikut :
1.        Lipid adalah sebagai sumber energi metabolik.
2.        Lipid adalah komponen esensial dalam membran sel dan membran sub sel.
3.        Lipid dapat berguna sebagai penyerap dan pembawa vitamin A, D, E dan K.
4.        Lipid adalah sebagai sumber asam lemak esensial
5.        Sebagai prekursor hormon-hormon sex seperti prostagtandin hormon endrogen, estrogen.
6.        Lipid berfungsi sebagai pelindung organ tubuh yang vital.
7.        Lipid sebagai sumber steroid.
8.        pelicin makanan yang berbentuk pellet
Metode pengukuran lipid dapat dilakukan dengan Uji Kelarutan Lipid, Uji  Acrolein, Uji Kejenuhan Pada Lipid, Uji Ketengikan, Uji Salkowski Untuk Kolesterol, Uji Lieberman Buchard, Uji Bilangan Iod, Uji Penyabunan dan Kromatografi.
B.  Saran
Sebaiknya mahasiswa lebih mendalami semua jenis metode pengukuran kadar lemak / lipid yang ada sehingga dapat lebih diaplikasikan.


DAFTAR PUSTAKA

Anonima. 2009. Uji Analisis kandungan Lipid. Http:// info_organik.com. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2012.


Anonimb. 2009. Fungsi lemak bagi tubuh. Http:// id.wikipedia.com. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2012.


Dewa. 2012. Fungsi dan Sifat Lemak / Lipid dalam Makanan. http://dewayune.blogspot.com/2011/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2012.


Radajamudya. 2011. Klasifikasi Lipid. http:// www. Blogspot. Com. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2012.


Tillman. 1982. Ilmu Nutrisi Makanan Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.


Wilujeng, D. 2012. Lipid . http://blog.ub.ac.id/mistikdwiwilujeng/2012. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2012.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar