Kamis, 02 Januari 2014

ilmu nutrisi ternak



1.    APA YANG DIMAKSUD ILMU NUTRISI?
Jawaban
Ilmu nutrisi adalah ilmu yang mempelajari serangkaian proses dimana suatu organisme mulai mengambil/mengasimilasikan pangan untuk keperluan pertumbuhan sel-sel tubuhnya dan mengganti sel-sel yang telah rusak dan mati. Dalam istilah ini tercakup pengertian ilmu nutrisi sebagai ilmu pengetahuan yang menerangkan tentang adanya hubungan antara organisme dengan lingkungannya Hubungan tersebut dimulai sejak organisme mengambil atau memakan makanan, membebaskan dan menggunakan energi yang berasal dari makanan, mengeluarkan sisa-sisa hasil metabolisme dan membentuk zat-zat makanan di dalam tubuh.
Ilmu nutrisi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan baru yang merupakan penerapan dari beberapa cabang ilmu pengetahuan yang lain, seperti ilmu kimia, matematika, genetika, mikrobiologi, endokrinologi, fisiologi, kesehatan hewan, dan ilmu alam.  Sedangkan menurut Scott (1976) sebagaimana dikutip Wahju (1982), ilmu nutrisi ternak adalah ilmu yang mempelajari proses untuk melengkapi sel-sel dalam tubuh ternak dengan bagian yang berasal dari luar yang telah merupakan persenyawaan-persenyawaan kimia yang diperlukan untuk fungsi optimum dari banyak reaksi-reaksi kimia dalam proses metabolisme, termasuk proses-proses pertumbuhan, hidup pokok, kerja, produksi dan reproduksi.
Menurut Card (1972) sebagaimana dikutip Wahju (1982), ilmu nutrisi ternak adalah bahwa adanya industry unggas tidak lain untuk mengubaha bahan-bahan makanan berupa butir butiran dan hasil ikutan menjadi makanan yang nilai gizinya lebih tinggi berupa daging dan telur.
 Sumber :
Juju Wahju, 1982, Ilmu Nutrisi Unggas, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

LITERATUR
Ilmu nutrisi adalah ilmu yang mempelajari serangkaian proses dimana suatu organisme mulai mengambil/mengasimilasikan pangan untuk keperluan pertumbuhan sel-sel tubuhnya dan mengganti sel-sel yang telah rusak dan mati. Dalam istilah ini tercakup pengertian ilmu nutrisi sebagai ilmu pengetahuan yang menerangkan tentang adanya hubungan antara organisme dengan lingkungannya Hubungan tersebut dimulai sejak organisme mengambil atau memakan makanan, membebaskan dan menggunakan energi yang berasal dari makanan, mengeluarkan sisa-sisa hasil metabolisme dan membentuk zat-zat makanan di dalam tubuh.
Ilmu nutrisi meliputi pengetahuan yang luas dan merupakan ilmu pengetahuan yang tidak saja membahas bahan-bahan makanan, zat-zat yang terkandung di dalamnya dan palatabilitas hewan yang memakannnya, tetapi juga membahas keeratan hubungan ilmu pengetahuan lainnya, diantaranya ilmu faal dan ilmu kimia.
Selain kedua ilmu di atas, akan kurang lengkap kalau mengesampingkan dua ilmu yang dalam hal ini juga penting yaitu genetika dan matematika. Kedua ilmu tersebut secara tidak langsung berperan dalam ilmu nutrisi. Dalam menafsirkan hasil-hasil riset seringkali nutrisionis dihadapkan pada variable-variabel yang berbeda diantara hewan-hewan percobaan. Ahli genetika telah dapat menerangkan akan adanya perbedaan tersebut berdasarkan asal genetic. Karena di dalam riset nutrisi pula diperlukan desain percobaan yang baik untuk mengontrol variable-variabel yang ada, maka ilmu statistik yang berdasarkan atas teori matematika sangat diperlukan.
Sejarah perkembangan ilmu nutrisi ternak tidak terlepas dari sejarah bidang peternakan pada umumnya, yang dimulai dari sejarah pendidikan dan penelitiannya.
Crampton (1959, 1978) mengemukakan bahwa nutrisi pada mulanya hanyalah sebuah seni, yaitu suatu pemikiran yang berdasarkan naluri, kebiasaan. Naluri disini mengacu pada atribut-atribut keturunan yang berbeda dengan kebiasaan yang nantinya akan bereaksi dengan lingkungannya dengan cara tertentu tanpa didasari pengetahuan.
Ilmu nutrisi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan baru yang merupakan penerapan dari beberapa cabang ilmu pengetahuan yang lain, seperti ilmu kimia, matematika, genetika, mikrobiologi, endokrinologi, fisiologi, kesehatan hewan, dan ilmu alam. Sebagai contoh ilmu fisiologi menjelaskan bagaimana mekanisme dan fungsi zat-zat nutrisi di dalam tubuh ternak. Kerjasama antara ahli kimia, fisiologi, dan nutrisi akan dapat mengenal defesiensi zat nutrisi tertentu pada tubuh ternak, yang selanjutnya akan memberikan solusi yang dapat dilakukan dengan penambahan zat-zat nutrisi yang mungkin kurang dalam bahan pakan/ransum yang diberikan.
Bahan pakan ternak sebagian berasal dari tanaman yang dapat berupa sisa hasil ikutan pabrik. Setiap bahan pakan tersebut mempunyai fungsi dan kandungan zat nutrisi yang berbeda. Zat nutrisi yang ada dalam setiap bahan pakan, ketika dikonsumsi oleh ternak dapat diubah menjadi daging, susu, telur, wol, energi dan lain-lain. Seorang peternak yang menginginkan produksi daging, telur, susu dan wol yang tinggi dari usaha peternakannya, maka peternak tersebut harus memberikan pakan/ransum ransum yang sempurna.









2.    GAMBARKAN SALURAN PENCERNAAN PADA UNGGAS DAN ENZIM PENCERNAAN!
Jawaban
       
Sistem pencernaan terdiri dari seluran pencernaan dan organ asosori. Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metamolik di dalam tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari 11 bagian antara lain:
1.            Mulut
2.            Esophagus (Kerongkongan)
3.            Crop (Tembolok)
4.            Proventriculus (Lambung kelenjar)
5.            Gizzard (Empedal)
6.            Duodenum
7.            Usus halus (Small Intestine)
8.            Ceca (Usus Buntu)
9.            Rectum (Usus Besar)
10.        Kloaka
11.        Vent (Anus)
Sementara organ pencernaan tambahan terdiri dari 2 bagian antara lain:
             1.      Pangkreas
             2.      Hati
3.      Limpa
1.    Mulut
Ayam pertama kali memasukkan makanan lewat mulutnya yang mempunyai paruh dimana ayam termasuk pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora). Di dalam mulut ayan terdapatLidah keras runcing,seperti mata anak panah dengan arah ke depan,bentuk seperti kail pada belakang lidah yang berfungsi untuk mendorong makanan ke esopagus.Di dalam mulut ayam tidak terdapat gigi dan kelenjar air liur seperti yang dimiliki oleh manusia. Di dalam mulut hanya terjadi pencernaan mekanik, dan tidak terjadi pencernaan secara kimiawi.
2.    Kerongkongan (Esofagus)
Setelah makanan masuk ke mulut, maka makanan akan menuju ke esofagus. Saluran memanjang berbentuk seperti tabung yang merupakan jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok.Di esofagus tidak terjadi proses pencernaan tetapi hanya menjadi alat untuk menyalurkan makanan dari mulut ke tiga bagian lambung yang terdapat pada ayam.  
3.    Tembolok 
Tembolok mempunyai bentuk seperti kantung-kantung yang merupakan perbesaran dari esopagus sebagai tempat penyimpanan makanan sementara sebelum masuk ke lambung otot.
4.    Proventiculus (lambung otot)
Proventiculus ( Lambung Otot ) merupakan perbesaran terakhir dari esopagus dan merupakan perut sejati dari ayam.Juga merupakan kelenjar tempat terjadinya  pencernaan secara enzimatis karena dindingnya disekresikan asam klorida,pepsin,daqn getah lambung yang berguna mencerna protein.
5.    Rempel/ empedal
Rempela berbentuk oval dengan kedua lubang masuk dan keluar pada bagian atas dan bawah. Bagian atas lubang merupakan pemasukan baerasal dari lambung ototdan badian bawah lubang pengeluaran menuju ke duodenum. Rempela berfungsi untuk nencerna makanan secara mekanik guna bantuan grit dan batu-batu kecil yang berada di dalamnya yang di telan ayam.
6.    Usus Kecil/halus
Usus kecil terbagi atas 3 bagian yaitu duodenum, jejenum, ilium. Duodenum berbentuk huruf V dengan bagian pars desendens sebagai bagian turun,dan bagian parsascendens sebagai bagian yang naik.Pada bagian duodenum disekresikan enzim pankreatik berupa enzim amilase, lipase, dan tripsin.
7.    Usus Buntu
Terletak antara usus kecil dan usus besar.usus buntu mempunyai panjang kurang lebih 10-15 cm dan berisi calon.
8.    Usus besar
Berupa saluran yang memppunyai diameter 2 kali lebih besar dari usu halus, dan berakhir di kloaka. Usus besar paling belakang terdiri dari rektum yang pendek dan bersdambung dengan kloaka.
9.    Kloaka
Merupakan bagian akhir ari saluran pencernaan. Kloaka merupakan lubang pelepasan sisa-sisa digesti, urin, dan merupakan muara saluran reproduksi. Urine dikeluarkan melalui kloaka bersama tinjadengan bentuk seperti pasta putih. Pada kloaka terdapat 3 muara yaitu urodeum sebagai muara saluran kencing dan kelamin, coprodeum sebagai muara saluran makanan dan proctedeum sebagai lubang keluar dan bagian luar yang berhubungan dengan udara luar disebut Vent.
 Asesoris/ Alat-Alat Pembantu 
1.      Hati
Hati terletak diantara empedal dan empedu, berwarna kemerahan dan terdiri atas 2 lobus, yaitu lobus dexter,sa sinister. Hati mengeluarkan cairaan berwarna hijau kekuningan yang berperam dalam mengemulsikan lemak.
2.      Pankreas
Terletak pada lipatan duodenum. Mensekresikan cairan pankreas ke duodenum melalui ductus pankreas dan menghasilkan enzim yang mengemulsi karbohidrat, lemak dan protein.
3.      Limpa
Limpa berbentuk agak bundar, kecoklatan dan terletak pada titik antara proventuculus, empedal dan hati yang berfungsi sebagai tempat memecah sel darah merah dan menyimpan.
Pada ayam dewasa, panjang usus halus sekitar 62 inci atau 1,5 m. Secara anatomis, usus halus di bagi menjadi tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.
1. Duodenum(12 jari)
·         Bermula dari ujung distal gizzard
·         Berbentuk kelokan, disebut duodenal loop
·         Bermuara 2 saluran yaitu dari pancreas dan kantong empedu.
a.       Kantong empedu
Berisi empedu, yang dihasilkan oleh hati dan berguna untuk mengemulsikan lemak.
b.      Pankreas
Pankreas menempel pada kelokan ini mengsekresikan pankreatik juice yang mengandung enzim:
      Amilase : mengubah tepung jadi gula
      Tripsin   : mengubah protein jadi peptide
      Lipase    : mengubah trigleserid/lemak:asam lemak+ gliserol.
2. Jejenum (Usus kosong )
Makanan mengalami pencernakan kimiawi oleh enzim yang dihasilkan didindig usus. Enzim-enzim yang dihasilkan dinding usus sebagai berikut :
Enterokinase : fungsi, mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas.
Erepsin: mengubah dipeptida/peptone  menjadi asam amino
Maltase: mengubah maltosa menjadi glukosa
Disakarase: mengubah disakarosa menjadi monosakarida
Peptidase: mengubah polipeptida menjadi asam amino
Sukrase: mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
Lipase: mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.
3.Ilium = Usus penyerapan
Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat banyak lipatan/lekukan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sebagai proses penyerapan zat makanan akan lebih sempurna. Setiap vilus mengandung pembuluh limfa yang di sebut lacteal dan pembuluh kapiler.
Beberapa enzim dari pangkreas di simpan dan disekresikan dalam bentuk inaktif dan menjadi aktif pada saat berada di saluran pencernaan. Tripsinogen adalah enzim proteolitikyang di aktifkan di dalam usus halus oleh enterokinase, suatu enzim yang di sekresikan dari mukosa usus. Tripsinogen di aktifkan menjadi tripsin. Kemudian, tripsin akan mengaktifkan kimotripsinogenmenjadi kimotripsin. Enzim yang lainnya-nuklease, lipase dan amilase-disekresikan dalam bentuk aktif. Beberapa enzim membutuhkan kondisi lingkungan optimal untuk dapat berfungsi.
Dari perut dan usus halus, sebagian besar pakan yang diserap masuk ke dalam vena portal menuju hati, suatu kelenjar terbesar kedalam tubuh. Hati tersusun dari dua lobi besar.
Fungsi fisiologi hati sebagai beriku:
1.      Sekresi empedu.
2.      Detoksifikasi persenyawaan racun bagi tubuh.
3.      Metabolisme protein, karbohidrat, dan lipida.
4.      Penyimpan vitamin.
5.      Penyimpan karbohidrat.
6.      Destruksi sel-sel darah merah.
7.      Pembentukan protein plasma.
8.      Inaktifasi hormon polipeptida.
Fungsi utama hati dalam pencernaan dan absorpsi adalah produksi empedu. Empedu penting dalam proses penyerapan lemak pakan dan ekskresi limbah produk, seperti kolesterol dan hasil sampingan degradasi hemoglobin. Warna kehijauan empedu disebabkan karena produk akhir destruksi sel darah merah, yaitu biliverdin dan dilirubin.
Volume empedu tergantung pada.
1.      Aliran darah
2.      Status nutrisi unggas
3.      Tipe pakan yang dikonsumsi
4.      Sirkulasi empedu enterohepatic.
c.       Kantong empedu (gallblader)
Ayam memiliki kantong empedu tetapi beberapa jenis burung tidak. Dua saluran empedu mentransfer empedu dari hati ke usus. Saluran kanan kantong empedu terbentuk melebar, dimana sebagian besar empedu mengalir dan kadang-kadang di tampung. Sementara pada seluran sebelah kiri tidak melebar. Oleh karena itu, hanya sedikit empedu yang mengalir melelui bagian ini secara langsung ke usus
Hewan unggas memiliki pencernaan monogastrik (perut tunggal) yang berkapasitas kecil. Makanan ditampung di dalam crop kemudian empedal/gizzard terjadi  penggilingan sempurna hingga halus. Makanan yang tidak tercerna akan keluar bersama  ekskreta, oleh karena itu sisa pencernaan pada unggas berbentuk cair (Girisenta, 1980). Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan  kemudian terus ditelan. Makanan  tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah  pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim  pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Fungsi utama alat tersebut adalah  untuk memperkecil ukuran partikelpartikel makanan. Dari empedal makanan yang bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Pankreas tersebut mempunyai fungsi  penting dalam pencernaan unggas seperti hanya pada spesies-spesies lainnya. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzimenzim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton. Empedu hati yang mengandung  amilase, memasuki pula duodenum.  Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus.  Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein, dan menghasilkan asam-asam amino,enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus.
Unggas mengalami proses pencernaan yang berbeda dengan hewan lain, meskipun mempunyai kesamaan pada prosesnya. Sebagaimana hewan lain proses pada saluran pencernaan unggas menggunakan tiga prinsip:
Ø  Secara mekanik. Pencernaan secara mekanik pada unggas berlangsung pada empedal. Pakan di dalam empedal dengan adanya kontraksi otot empedal dengan bantuan grit akan diubah menjadi pasta.
Ø  Secara khemis/enzimatis. Pencernaan secara enzimatis terutama dibantu dengan adanya senyawa kimia dan kerja dari enzim yang dihasilkan oleh alat-alat pencernaan.
Ø  Secara mikrobiologik. Pencernaan secara mikrobiologik terjadi dengan adanya mikrobia yang ikut berperan dalam proses pencernaan. Pada ayam pencernaan secara mikrobiologik tidak berperan besar seperti pada ternak yang  lain, hanya sedikit ditemukan mikrobia pada tembolok dan usus besarnya. Pada tembolok ditemukan beberapa bakteri aktif yang menghasilkan asam organik seperti asam asetat dan asam laktat dan juga pada ceca terjadi sedikit pencernaan hemiselulosa oleh bakteri .
Pada pagi hari, tembolok burung kosong dan burung merasa lapar. Apabila burung makan, pakan akan langsung dilewatkan dari oesophagus menuju proventrikulus tanpa masuk tembolok terlebih dahulu. Apabila burung makan terus, pakan yang antri dicerna akan tertahan dan transit terlebih dahulu ditembolok. Apabila tembolok telah penuh, burung piaraan akan merasa kenyang secara fisik. Burung akan segera berhenti makan meskipun sebenarnya kebutuhan energinya belum terpenuhi. Apabila pakan yang dikonsumsi mengandung energi tinggi maka apabila kebutuhan energinya telah terpenuhi, burung akan merasa kenyang secara khemis. Burung akan segera berhenti makan meskipun temboloknya belum penuh terisi pakan.
Sumber:
http://abdulraizraish.blogspot.com/2012/02/laporansistempencernaapadaayam.htm





LITERATUR

Sistem pencernaan terdiri dari seluran pencernaan dan organ asosori. Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metamolik di dalam tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari 11 bagian antara lain:
1.      Mulut
2.      Esophagus (Kerongkongan)
3.      Crop (Tembolok)
4.      Proventriculus (Lambung kelenjar)
5.      Gizzard (Empedal)
6.      Duodenum
7.      Usus halus (Small Intestine)
8.      Ceca (Usus Buntu)
9.      Rectum (Usus Besar)
10.  Kloaka
11.  Vent (Anus)
Sementara organ pencernaan tambahan terdiri dari 2 bagian antara lain:
             1.      Pangkreas
             2.      Hati
             3.   Limpa
 MULUT
http://4.bp.blogspot.com/-zHuX85RYRDk/Tz88myjcq9I/AAAAAAAAACs/F_6-fVJR3P4/s320/IMG00707-20120210-1540.jpg
            Ayam pertama kali memasukkan makanan lewat mulutnya yang mempunyai paruh dimana ayam termasuk pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora). Di dalam mulut ayan terdapatLidah keras runcing,seperti mata anak panah dengan arah ke depan,bentuk seperti kail pada belakang lidah yang berfungsi untuk mendorong makanan ke esopagus.Di dalam mulut ayam tidak terdapat gigi dan kelenjar air liur seperti yang dimiliki oleh manusia. Di dalam mulut hanya terjadi pencernaan mekanik, dan tidak terjadi pencernaan secara kimiawi.
3.      KERONGKONGAN (ESOFAGUS)
http://3.bp.blogspot.com/-wF16mhGcbzs/Tz89PJyP6FI/AAAAAAAAAC0/EjhRibObZq8/s320/ESO.JPG

Setelah makanan masuk ke mulut, maka makanan akan menuju ke esofagus. Saluran memanjang berbentuk seperti tabung yang merupakan jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok.Di esofagus tidak terjadi proses pencernaan tetapi hanya menjadi alat untuk menyalurkan makanan dari mulut ke tiga bagian lambung yang terdapat pada ayam.               
                                                                                                                   
4.      TEMBOLOK 
http://3.bp.blogspot.com/--2lDHJQtcG4/Tz8_pjNForI/AAAAAAAAAC8/hoTN-cfL_Tw/s320/JADI+SEMUA.JPG

Tembolok mempunyai bentuk seperti kantung-kantung yang merupakan perbesaran dari esopagus sebagai tempat penyimpanan makanan sementara sebelum masuk ke lambung otot.
5.      Proventiculus (lambung otot)
Proventiculus ( Lambung Otot ) merupakan perbesaran terakhir dari esopagus dan merupakan perut sejati dari ayam.Juga merupakan kelenjar tempat terjadinya  pencernaan secara enzimatis karena dindingnya disekresikan asam klorida,pepsin,daqn getah lambung yang berguna mencerna protein
6.      Rempel/ empedal
Rempela berbentuk oval dengan kedua lubang masuk dan keluar pada bagian atas dan bawah. Bagian atas lubang merupakan pemasukan baerasal dari lambung ototdan badian bawah lubang pengeluaran menuju ke duodenum. Rempela berfungsi untuk nencerna makanan secara mekanik guna bantuan grit dan batu-batu kecil yang berada di dalamnya yang di telan ayam.Partikel batuan ini berfungsi untuk memperkecil makanan dengan adanya kontraksi otot dalam tembolok sehinmgga dapat masuk ke usus.
7.      Usus Kecil/halus
Usus kecil terbagi atas 3 bagian yaitu duodenum, jejenum, ilium. Duodenum berbentuk huruf V dengan bagian pars desendens sebagai bagian turun,dan bagian parsascendens sebagai bagian yang naik.Pada bagian duodenum disekresikan enzim pankreatik berupa enzim amilase, lipase, dan tripsin.
8.      Usus Buntu
Terletak antara usus kecil dan usus besar.usus buntu mempunyai panjang kurang lebih 10-15 cm dan berisi calon  
http://3.bp.blogspot.com/-M0DJXklZEFI/Tz9DbfRkZDI/AAAAAAAAADc/UMs0ZbC_am0/s320/KKKKKKKKKK.JPG
9.      Usus besar
Berupa saluran yang memppunyai diameter 2 kali lebih besar dari usu halus, dan berakhir di kloaka. Usus besar paling belakang terdiri dari rektum yang pendek dan bersdambung dengan kloaka.
10.  Kloaka
Merupakan bagian akhir ari saluran pencernaan. Kloaka merupakan lubang pelepasan sisa-sisa digesti, urin, dan merupakan muara saluran reproduksi. Urine dikeluarkan melalui kloaka bersama tinjadengan bentuk seperti pasta putih. Pada kloaka terdapat 3 muara yaitu urodeum sebagai muara saluran kencing dan kelamin, coprodeum sebagai muara saluran makanan dan proctedeum sebagai lubang keluar dan bagian luar yang berhubungan dengan udara luar disebut Vent.
            ASESORIS/ ALAT-ALAT PEMBANTU 
1.      Hati
Hati terletak diantara empedal dan empedu, berwarna kemerahan dan terdiri atas 2 lobus, yaitu lobus dexter,sa sinister. Hati mengeluarkan cairaan berwarna hijau kekuningan yang berperam dalam mengemulsikan lemak.
2.      Pankreas
Terletak pada lipatan duodenum. Mensekresikan cairan pankreas ke duodenum melalui ductus pankreas dan menghasilkan enzim yang mengemulsi karbohidrat, lemak dan protein.
3.      Limpa
Limpa berbentuk agak bundar, kecoklatan dan terletak pada titik antara proventuculus, empedal dan hati yang berfungsi sebagai tempat memecah sel darah merah dan menyimpan.

Sumbrer : http://abdulraiz-raish.blogspot.com/2012/02/laporan-sistem-pencernaa-pada-ayam.html
SISTEM PENCERNAAN
Sistem pencernaan terdiri dari seluran pencernaan dan organ asosori. Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metamolik di dalam tubuh.
Fungsi Dari Masing-Masing Organ Diatas Antara Lain:
1.      Mulut
Mulut ayam tidak memiliki lidah, pipi, dan gigi. Langit-langitnya lunak, tetapi memiliki rahang atas dan bawah yang menulang untuk menutup mulut. Rahang atas melekat pada tulang tengkorak dan yang  bawah bergantung. Langit-langit kertas dibagi oleh celah sempit yang panjang di bagian tengah yang terbuka ke bagian saluran nasal. Lubang ini dan tidak adanya langit-langit lunak menjadikan tidak mungkin bagi burung untuk melakukan penghampaan untuk menghisap air ke dalam mulut. Burung harus menyeduk air ke atas bila minum dan membiarkannya turun kerongkongan oleh adanya gaya gravitasi.
2.      Esophagus
Esophagus sering disebut juga kerongkongan yang berupa pipa tempat pakan, melalui saluran ini dari bagian belakang mulut (pharynx) ke proventrikulus. Bagian dalam kerongkngan terdapat kelenjar mukosa yang berfungsi membasah makanan sehngga makanan menjadi licin. Pada dinding kerongkongan terdapat otot-otot yang mengatur gerakan peristaltic, yaitu gerak meremas-remas makanan yang berbentuk gumpalan-gumpalan untuk didorong masuk ke proventrikulus.
3.      Crop (tembolok)
Sebelum kerongkongan memasuki rongga tubuh, ada bagian yang melebar di salah satu sisinya menjadi kantong yang di kenal sebagai crop (tembolok). Tembolok berperan sebagai tempat penyimpanan pakan. Sedikit atau bahkan tidak ada proses pencernaan di sini, kecuali pencampuran sekresi saliva dari mulut yang di lanjutkan aktivitasnya di tembolok.
4.      Proventriculus
Proventriculus adalah suatu pelebaran dari kerongkongan sebelum berhubungan dengan gizzard (empedal). Kadang-kadang di sebutglandula stomach atau true stomach. Di sini, gastric juice di produksi. Pepsin, suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hidrocoloric acid di sekresi oleh glandular cell. Oleh karena pakan berlalu cepat melalui proventriculus maka tidak ada pencernaan material pakan di sini. Akan tetapi, sekresi enzim mengalir kedalam gizzard sehingga dapat bekerja di sini.
5.      Gizzard (empedal)
Gizzard sering kali juga disebut muscular stomach (perut otot). Lokasinya berada di antara ventrikulus dan bagian atas usus halus. Gizzard memiliki dua pasang otot yang sangat kuat sehingga ayam mampu menggunakan tenaga yang kuat. Mukosa permukaan gizzard sangat tebal, tetapi secara tetap tererosi. Reruntuhan gizzard tertinggal bila kosong, tetapi bila pakan masuk, otot berkontraksi. Partikel pakan yang lebih besar menyebabkan kontraksi juga semakin cepat. Biasanya, gizzard mengandung material yang bersifat menggiling, seperti grit, karang dan batu kerikil. Partikel pakan segera digiling menjadi partikel kecil yang mampu melalui saluran usus. Material halus akan masuk gizzard dan keluar lagi dalam beberapa menit, tetapi pakan berupa meterial kasar akan tinggal di gizzard untuk beberapa jam.
6.      Usus halus (small intestine)
Usus halus merupakan organ utama tmpat berlangsungnya pencernaan dan absorpsi produk pencernaan. Berbagai enzim yang masuk ke dalam saluran pencernaan ini berfungsi mempercepat dan mangefisiensikan pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak untuk mempermudah proses absorpsi.
Pada ayam dewasa, panjang usus halus sekitar 62 inci atau 1,5 m. Secara anatomis, usus halus di bagi menjadi tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.
         Duodenum(12 jari)
-          Bermula dari ujung distal gizzard
-          Berbentuk kelokan, disebut duodenal loop
-          Bermuara 2 saluran yaitu dari pancreas dan kantong empedu.
1.      kantong empedu
      berisi empedu,yang dihasilkan oleh hati dan berguna untuk mengemulsikan lemak.
2.      pankreas menempel pada kelokan ini mengsekresikan pankreatik
      juice yang mengandung enzim:
      Amilase :mengubah tepung jadi gula
      Tripsin   : mengubah protein jadi peptide
      Lipase    : mengubah trigleserid/lemak:asam lemak+ gliserol
         Jejenum dan Ilium
-          Merupakan segmen yang sulit dibedakan pada saluran pencernakan ayam.Ada beberapa  ahli yang menebut kedua segmen tsb disebut usus halus bagian bawah
-          Langsung berbatasan dengan usus besar.
         Jejenum (Usus kosong )
-          Makanan mengalami pencernakan kimiawi oleh enzim yang dihasilkan didindig usus. Enzim-enzim yang dihasilkan dinding usus sebagai berikut :
1.      Enterokinase : fungsi, mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas.
2.      Erepsin: mengubah dipeptida/peptone  menjadi asam amino
3.      Maltase: mengubah maltosa menjadi glukosa
4.      Disakarase: mengubah disakarosa menjadi monosakarida
5.      Peptidase: mengubah polipeptida menjadi asam amino
6.      Sukrase: mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
7.      Lipase: mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.
         Ilium = Usus penyerapan
Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat banyak lipatan/lekukan yang disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sebagai proses penyerapan zat makanan akan lebih sempurna. Setiap vilus mengandung pembuluh limfa yang di sebut lacteal dan pembuluh kapiler.
7.      Ceca (usus buntu)
Diantara usus halus dan usus besar, terdapat dua kantong yang disebut sebagai ceca(usus buntu). Dalam keadaan normal, panjang setiap ceca cekitar 6 inci atau 15 cm. Pada unggas dewasa yang sehat, ceca berisi pakan lembut yang keluar-masuk. Akan tetapi, tidak ada bukti mengenai peran serta dalam pencernaan. Hanya sedikit air terserap, sedikit karbohidrat dan protein dicerna berkat bantuan beberapa bakteri.
8.      Usus besar
Panjang usus besar sekitar 10 cm dan diameternya dua kali usus halus, hal ini dapat dilihat pada ayam dewasa
Bentuknya melebar dan terdapat pada bagian akhir usus halus dan kloaka
Berfungsi mengatur kadar air sisa makanan. didalam usus besar terdapat bakteri Esecherichia coli yang membusukan sisa-sisa makanan menjadi feses. Pembusukan menyebabkan feses lunak dan mudah di keluarkan.
9.      Kloaka
         Kloaka sering disebut common sewer yaitu saluran umum tempat saluran pencernaan, saluran reproduksi dan saluran kencing bermuara.
         Air kencing yang sebagian besar merupakan endapan asam urat (dalam bentuk pasta berwarna putih) dikeluarkan melalui kloaka bersama sisa pencernaan atau tinja.
         Kloaka berbentuk bulat terletak pada akhir saluran pencernaan.
10.  Vent
Vent (anus) adalah lubang bagian luar dari cloaca. Pada ayam betina, ukurannya sangat bervariasi karena di pengaruhi oleh masa produksi atau tidak. Ketika bertelur, ukuran vent lebih besar dari pada tidak berproduksi.
      Secara biologis sistem pencernaan ini dilakukan oleh mikroba sehingga proses pencernaan ini kemudian disebut pencernaan secara mikro-biologis. Proses pencernaan secara mikro-biologis terjadi ketika ingesta tertahan didalam usus besar, seperti sekum dan usus besar. Pada Unggas khususnya ayam, guna meningkatkan efektifitas pencernaan secara biologis ini maka pada saat sekarang dikembangkan berbagai macam produk probiotik maupun prebiotik  (pakan mikroba) yang tujuannya untuk memperbanyak jumlah mikroorganisme yang menguntungkan didalam saluran pencernaan. Mikroba ini sekaligus mendesak keberadaan mikroba patogen yang dapat merugikan derajat kesehatan unggas. Namun tampaknya pada burung hal ini belum terlalu berkembang.
B. Proses Pencernaan Oleh Saluran Pencernaan
1.      Proses didalam rongga mulut
Di dalam rongga mulut, pakan dicampur dengan air ludah dan enzim air ludah (Saliva).Air ludah ini berfungsi sebagai bahan lubrikasi, air ludah juga berfungsi sebagai enzim dalam proses pencernaan secara enzimatis.
     Komposisi air ludah didominasi oleh air yang mengandung 99,00 % air dan 1% campuran mucin, mineral dan a-amilase. Amilase Saliva mencerna pati (amilum) dan polisakarida sejenis serta dapat aktif hingga ujung oesophagus.
2.      Proses didalam tembolok (Crop)
Tembolok (crop) terdapat didalam tenggorokan bagian akhir, Tenggorokan merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Dibagian ini pakan tidak mengalami proses pencernaan apapun. Pakan hanya melewati saluran ini saja. Pakan dapat lewat dan melalui bagian ini dengan lancar karena 2 hal yaitu : peristiwa peristaltis dinding saluran oesophagus serta gaya gravitasi bumi yang membantu menarik pakan masuk menuju organ pencernaan berikutnya. Ketika pakan memasuki rongga mulut, pakan dapat masuk ke tenggorokan dengan bantuan lidah kaku yang terdapat pada pangkal (bagian belakang) rongga mulut tersebut.
 Pada pagi hari, tembolok burung kosong dan burung merasa lapar. Apabila burung makan, pakan akan langsung dilewatkan dari oesophagus menuju proventrikulus tanpa masuk tembolok terlebih dahulu. Apabila burung makan terus, pakan yang antri dicerna akan tertahan dan transit terlebih dahulu ditembolok. Apabila tembolok telah penuh, burung piaraan akan merasa kenyang secara fisik. Burung akan segera berhenti makan meskipun sebenarnya kebutuhan energinya belum terpenuhi. Apabila pakan yang dikonsumsi mengandung energi tinggi maka apabila kebutuhan energinya telah terpenuhi, burung akan merasa kenyang secara khemis. Burung akan segera berhenti makan meskipun temboloknya belum penuh terisi pakan.
3. Proses didalam Proventrikulus
Lambung (Proventrikulus) yang asam karena pengaruh asam lambung (HCI) akan menghentikan aktivitas enzim amilase saliva. Tingkat keasaman (pH) pada organ ini berkisar pada 2,0 yang masuk dalam kriteria sangat asam.
Enzim yang aktif pada proventrikulus adalah pepsin dan renin. Selain kedua enzim tersebut, diproventrikulus juga disekresikan cairan yang mengandung air, garam an organik, pepsinogen dan lipase. Pepsinogen melakukan pencernaan protein secara tidak langsung. Lipase lambung melakukan pencernaan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Di dalam proventrikulus tidak terjadi pencernaan karbohidrat secara spesifik.
Sumber: http://berbagiinformasiburungunggas.blogspot.com/p/sistem-pencernaan-burung.html
 Kelenjar yang banyak didalam tubuh burung mempu mencerna pakan secara enzimatis, di dalam rongga mulut bahan makanan dicerna oleh amilase ptyalin untuk mengubah pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Di dalam lambung, pakan yang dalam proses pencernaan (ingesta) diasamkan oleh keberadaan asam khlorida (HCI) atau asam lambung. Asam ini sangat penting untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin yang sangat dibutuhkan untuk mencerna protein menjadi pepton (senyawa protein yang lebih sederhana) sehingga dapat diserap oleh usus halus.









3.    APA YANG DIMAKSUD LAKSATIF?
Jawaban
Laksatif  adalah  makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum operasi dilakukan. Laksatif merupakan obat bebas. obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Biasanya obat ini hanya digunakan saat mengalami konstipasi atau sembelit saja karena mempunyai efek samping.
Kelompok laksatif adalah sebagai berikut:
1.     Pencahar pembentuk tinja (bulk laxative)
Pencahar jenis ini umum beredar di pasaran, baik yang berasal dari serat alamiah seperti psyllium ataupun serat buatan sepertu metil selullosa. Keduanya sama efektif dalam meningkatkan volume tinja. Obat ini cukup aman digunakan dalam waktu yang lama tetapi memerlukan asupan cairan yang cukup.
2.     Pelembut tinja/feses
Obat jenis ini dipakai oleh usia lanjut sebagai sebagai pelembut feses. Obat ini mempunyai efek sebagai surfaktan yang menurunkan tegangan permukaan feses, sehingga dapat meresap dan feses jadi lembek.
3.     Pencahar stimulan/perangsang
Contoh golongan ini adalah senna, bisacordil. Senna aman dipakai untuk usia lanjut.Efek obat ini menstimulasi dan meningkatkan peristaltik atau gerakan usus.
4.     Pencahar hiperosmoler (osmotic laxative)
Mempunyai efek menahan cairan dalan usus dan mengatur distribusi cairan dalam tinja. Jenis ini mempunyai cara kerja seperti spon sehingga tinja mudah melewati usus. Jenis golongan ini seperti laktulosa dan sorbitol.
5.     Enema
Enema dimaksudkan untuk merangsang terjadinya evakuasi tinja sehingga bisa keluar. Pemberian ini harus hati – hati pada usia lanjut karena sering mengakibatkan efek samping.
Laksatif digunakan untuk merangsang gerakan usus atau melunakkan tinja untuk memudahkan penderita sembelit dalam pembuangan tinja.
·         Memperlancar persiapan gerakan usus
·         Sembelit kronis
·         Imobilitas kronis
Sumber:


















LITERATUR
Laksatif adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelitdengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum operasi dilakukan. Laksatif merupakan obat bebas. obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Biasanya obat ini hanya digunakan saat mengalami konstipasi atau sembelit saja karena mempunyai efek samping.
Kelompok laksatif
1.    Pencahar pembentuk tinja (bulk laxative)
Pencahar jenis ini umum beredar di pasaran, baik yang berasal dari serat alamiah seperti psyllium ataupun serat buatan sepertu metil selullosa. Keduanya sama efektif dalam meningkatkan volume tinja. Obat ini cukup aman digunakan dalam waktu yang lama tetapi memerlukan asupan cairan yang cukup.
2.    Pelembut tinja/feses
Obat jenis ini dipakai oleh usia lanjut sebagai sebagai pelembut feses. Obat ini mempunyai efek sebagai surfaktan yang menurunkan tegangan permukaan feses, sehingga dapat meresap dan feses jadi lembek.
3.    Pencahar stimulan/perangsang
Contoh golongan ini adalah senna, bisacordil. Senna aman dipakai untuk usia lanjut.Efek obat ini menstimulasi dan meningkatkan peristaltik atau gerakan usus.
4.    Pencahar hiperosmoler (osmotic laxative)
Mempunyai efek menahan cairan dalan usus dan mengatur distribusi cairan dalam tinja. Jenis ini mempunyai cara kerja seperti spon sehingga tinja mudah melewati usus. Jenis golongan ini seperti laktulosa dan sorbitol.
5.    Enema
Enema dimaksudkan untuk merangsang terjadinya evakuasi tinja sehingga bisa keluar. Pemberian ini harus hati – hati pada usia lanjut karena sering mengakibatkan efek samping.
Kegunaan
Laksatif digunakan untuk merangsang gerakan usus atau melunakkan tinja untuk memudahkan penderita sembelit dalam pembuangan tinja.
1.      Memperlancar persiapan gerakan usus
2.      Sembelit kronis
3.      Imobilitas kronis
Obat pencahar (laxative) umum digunakan untuk membantu meringankan sembelit dan melancarkan gerakan usus.
Obat pencahar bekerja dengan menstimulasi usus, melunakkan, dan melumasi feses sehingga mudah dikeluarkan.
Obat pencahar tersedia dalam berbagai bentuk seperti pil, bubuk, cairan, dan bahkan dalam bentuk permen rasa coklat. Tiap jenis pencahar juga bekerja dengan cara yang berbeda termasuk melunakkan, menggumpalkan, dan melumasi feses. Jenis pencahar yang menggumpalkan feses umumnya mengandung serat atau psyllium dan berfungsi menyerap air dalam usus. Pencahar jenis pelumas, seperti minyak mineral, berfungsi melumasi feses sehingga mudah dikeluarkan.












4.    JELASKAN FUNGSI-FUNGSI AIR!
Ayam membutuhkan air yang bersih, segar dan dingin secara bertahap untuk pertumbuhan, produksi dan efisiensi penggunaan pakan.Seekor ternak dapat melangsungkan hidupnya hanya dengan mengambil kebutuhan dari sektor pakan, namun itu hanya pada batas kurun waktu tertentu. Tanpa air ternak akan mati hanya dalam beberapa hari.  Ayam seperti halnya ternak lain membutuhkan lebih banyak air di udara yang panas daripada di udara yang dingin. Ayam mendapatkan air melaui air minum, air yang terdapat dalam bahan pakan, air metabolik yang didapat sebagai hasil dari oksidasi pakan dan sintesa dari molekul yang komplek di dalam tubuh.
Fungsi air
Air menjalankan banyak fungsi yang vital dan merupakan syarat berlangsungnya berbagai proses kehidupan. Fungsi air menurut Card dan Nesheim antara lain sebagai pengangkut zat-zat makanan dalam proses metabolisme. Air juga komponen utama dari darah dan cairan limfe yang merupakan bagian paling vital dalam proses kehidupan. Selain itu air juga merupakan pengatur stabilitas suhu tubuh dan sebagai bagian utama zat dalam tubuh yang meminyaki persendian dan membantu kerja indera/organ tubuh.
Kekurangan air dalam waktu 24 jam dapat mengakibatkan penurunan menyolok dalam produksi telur untuk sehari atau dua hari berikutnya. Selama 36 jam tanpa air, suatu kelompok ayam mungkin nakan mengalami peranggasan bulu dan produksi sangat berkurang untuk suatu periode waktu yang lama.
Kebutuhan air
Menurut Kuspartoyo (1990) banyaknya air yang dibutuhkan oleh seekor ayam ditentukan oleh beberapa faktor :
a. Berat badan
Ayam yang lebih berat membutuhkan air lebih banyak daripada ayam yang ringan.
b. Banyaknya pakan yang dikonsumsi
Pakan yang lembab, dilembabkan atau lebih banyak kandungan airnya akan mengurangi kebutuhan seekor ayam akan air. Ayam yang pakannya lebih banyak, juga lebih banyak membutuhkan air daripada yang mengkonsumsi pakan sedikit.
c. Umur atau fase kehidupan
Ayam yang sedang dalam fase pertumbuhan, membutuhkan air sebanyak 2,5 kali dari pakan yang dikonsumsinya. Sedangkan ayam dewasa produksi (fase produksi) membutuhkan 1,5 kalinya dengan catatan suhu lingkungan optimal.Hal ini sesuai dengan keadaan tubuh ayam, dimana pada ayam muda kandungan air di dalam tubuhnya sampai 75%, sedangkan pada ayam dewasa hanya 55%.
d. Keadaan suhu lingkungan
Makin panas atau makin tinggi suhu di dalam kandang maka makin besar kebutuhan airnya. Pada umumnya suhu di negarakita termasuk sehu panas. Biasanya kebutuhan air pada suhu panas tersebut berhubungan dengan tubuh ayam yang tidak mempunyai kelenjar keringat, sehingga ayam terpaksa membuang kelebihan panas dengan cara menguapkan air melalui gelembung-gelembung udara di dalam tubuhnya dan dengan cara pernafasan. Dapat kita lihat bila suhu keliling panas, ayam akan membuka paruhnya (panting), dimana uap air dikeluarkan.
e. Tingkat produksi
Makin tinggi tingkat produksi telur makin besar pula kebutuhan airnya. Hal ini sesuai dengan kandungan air pada sebutir telur, sebesar 66% atau rata-rata 35 gram per butir.
Pakan komersial bagi unggas mengandung kurang lebih 10% air. Dengan mengkonsumsi pakan tersebut ayam harus menggunakan 2-2,5 gram air untuk setiap gram pakan yang dikonsumsi selama masa pertumbuhan dan 1,5-2 gram air/gram pakan bagi petelur.
Konsumsi air per ekor anak ayam sekitar 27 gram pada umur 1 minggu dan 485 gram pada umur 32 minggu. Kandungan air pada feses adalah 16,6 gram/ekor/hari pada umur 32 minggu. Air yang hilang karena penguapan berjumlah 3,3 gram/ekor/hari pada umur 1 minggu dan 53 gram/ekor/hari pada umur 32 minggu.
Sedangkan air yang dibutuhkan untuk satu butir telur adalah sekitar 35 gram. Sehingga semakin tinggi tingkat produksi makin banyak air yang dibutuhkan ayam. 
            Air merupakan salah satu kebutuhan utama, selain oksigen dan ransum yang sangat diperlukan bagi seekor ayam untuk tumbuh, berkembang dan berproduksi. Ketidaktersediaan salah satu unsur tersebut bisa dipastikan akan menimbulkan gangguan produktivitas ayam. Tidak hanya dari segi kuantitas atau jumlah yang harus terpenuhi, kualitasnya pun tidak boleh diabaikan.
Air dan Peranannya
Air terbentuk dari 2 unsur yaitu hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H20. Kedua unsur yang membentuk senyawa air pada awalnya berbentuk gas dan pada kondisi tertentu akan berikatan membentuk suatu senyawa yang stabil, yaitu air.
Air merupakan komponen penyusun tubuh anak ayam dengan persentase terbesar, yaitu 85% dan persentase ini sedikit menurun saat anak ayam tumbuh menjadi dewasa, menjadi 60%. Pada telur, persentase air bisa mencapai 70%. Dan yang mengesankan di setiap organ dan komponen tubuh sebagian besar terdiri atas air, yaitu darah 83%, otot 75-80%, otak 75% bahkan di dalam tulang persentase kandungan air mencapai 20%. Dari data ini, bisa kita prediksikan andaikata air di dalam tubuh ayam dihilangkan maka berat badan anak ayam broiler hanya sekitar 6 gram (berat badan anak ayam normal sebesar 40 gram per ekor). Dari angka dan persentase ini bisa kita ketahui bahwa air mempunyai fungsi dan peranan yang begitu besar dan signifikan.
Secara fisiologis, air berfungsi sebagai media berlangsungnya proses kimia di dalam tubuh ayam. Selain itu, air juga berperan sebagai media pengangkut, baik mengangkut zat nutrisi maupun zat sisa metabolisme, mempermudah proses pencernaan dan penyerapan ransum, respirasi, pengaturan suhu tubuh, melindungi sistem syaraf maupun melumasi persendian. Hampir semua proses di dalam tubuh ayam melibatkan dan memerlukan air.
Ayam yang tidak diberi ransum akan mampu bertahan selama 15-20 hari. Namun tidak demikian jika tidak memperoleh air, ayam akan mati dalam waktu 2-3 hari saja. Ayam akan tetap bertahan saat kehilangan sebagian besar lemak di dalam tubuhnya atau 50% dari jumlah protein tubuhnya, namun saat ayam kehilangan 20% cairan tubuh bisa mengakibatkan kematian. Ketersediaan air minum yang kurang akan menyebabkan hambatan produktivitas ayam, baik pertumbuhan maupun produksi telur. Selain itu, proses pembuangan zat sisa metabolisme juga terhambat, akibatnya bisa meracuni tubuh ayam sendiri.
Air memiliki kemampuan melarutkan berbagai macam senyawa. Secara normal, air dapat mengandung sampai 58 unsur, namun sekitar 99%nya ialah senyawa terlarut, seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, natrium, kalium, magnesium, kalsium, belerang maupun fosfor. Kemampuan air melarutkan berbagai zat dan senyawa ini menjadi salah satu faktor yang mempermudah air terkontaminasi oleh zat-zat kimia dengan kadar yang berlebih maupun oleh mikroorganisme patogen. Menjaga dan memelihara air tetap berkualitas menjadi faktor yang sangat vital bagi keberlangsungan produktivitas ayam.
Sumber :
Anonim. 2011. http://info.medion.co.id
Urip Santoso. 2012. www.poultryindonesia.com





LITERATUR
Ayam membutuhkan air yang bersih, segar dan dingin secara bertahap untuk pertumbuhan, produksi dan efisiensi penggunaan pakan.Seekor ternak dapat melangsungkan hidupnya hanya dengan mengambil kebutuhan dari sektor pakan, namun itu hanya pada batas kurun waktu tertentu. Tanpa air ternak akan mati hanya dalam beberapa hari. Penyediaan air bersih, segar dan dingin adalah penting untuk produksi telur yang baik. Ayam seperti halnya ternak lain membutuhkan lebih banyak air di udara yang panas daripada di udara yang dingin. Ayam mendapatkan air melaui air minum, air yang terdapat dalam bahan pakan, air metabolik yang didapat sebagai hasil dari oksidasi pakan dan sintesa dari molekul yang komplek di dalam tubuh.
Fungsi air
Air menjalankan banyak fungsi yang vital dan merupakan syarat berlangsungnya berbagai proses kehidupan. Fungsi air menurut Card dan Nesheim antara lain sebagai pengangkut zat-zat makanan dalam proses metabolisme. Air juga komponen utama dari darah dan cairan limfe yang merupakan bagian paling vital dalam proses kehidupan.
Selain itu air juga merupakan pengatur stabilitas suhu tubuh dan sebagai bagian utama zat dalam tubuh yang meminyaki persendian dan membantu kerja indera/organ tubuh.
Kekurangan air dalam tubuh akan menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi di atas, sehingga pada ayam dapat mengganggu pertumbuhan, kesehatan dan produksi ayam tersebut. Kekurangan air sekitar 20% atau lebuh akan menghasilkan penurunan yang nyata dalam efisiensi penggunaan pakan dan suatu penurunan sebanding dalam laju pertumbuhan broiler.
Kekurangan air dalam waktu 24 jam dapat mengakibatkan penurunan menyolok dalam produksi telur untuk sehari atau dua hari berikutnya. Selama 36 jam tanpa air, suatu kelompok ayam mungkin nakan mengalami peranggasan bulu dan produksi sangat berkurang untuk suatu periode waktu yang lama.
Kebutuhan air
Menurut Kuspartoyo (1990) banyaknya air yang dibutuhkan oleh seekor ayam ditentukan oleh beberapa faktor :
a. Berat badan
Ayam yang lebih berat membutuhkan air lebih banyak daripada ayam yang ringan.
b. Banyaknya pakan yang dikonsumsi
Pakan yang lembab, dilembabkan atau lebih banyak kandungan airnya akan mengurangi kebutuhan seekor ayam akan air. Ayam yang pakannya lebih banyak, juga lebih banyak membutuhkan air daripada yang mengkonsumsi pakan sedikit.
c. Umur atau fase kehidupan
Ayam yang sedang dalam fase pertumbuhan, membutuhkan air sebanyak 2,5 kali dari pakan yang dikonsumsinya. Sedangkan ayam dewasa produksi (fase produksi) membutuhkan 1,5 kalinya dengan catatan suhu lingkungan optimal.Hal ini sesuai dengan keadaan tubuh ayam, dimana pada ayam muda kandungan air di dalam tubuhnya sampai 75%, sedangkan pada ayam dewasa hanya 55%.
d. Keadaan suhu lingkungan
Makin panas atau makin tinggi suhu di dalam kandang maka makin besar kebutuhan airnya. Pada umumnya suhu di negarakita termasuk sehu panas. Biasanya kebutuhan air pada suhu panas tersebut berhubungan dengan tubuh ayam yang tidak mempunyai kelenjar keringat, sehingga ayam terpaksa membuang kelebihan panas dengan cara menguapkan air melalui gelembung-gelembung udara di dalam tubuhnya dan dengan cara pernafasan.
Dapat kita lihat bila suhu keliling panas, ayam akan membuka paruhnya (panting), dimana uap air dikeluarkan.
e. Tingkat produksi
Makin tinggi tingkat produksi telur makin besar pula kebutuhan airnya. Hal ini sesuai dengan kandungan air pada sebutir telur, sebesar 66% atau rata-rata 35 gram per butir.
Pakan komersial bagi unggas mengandung kurang lebih 10% air. Dengan mengkonsumsi pakan tersebut ayam harus menggunakan 2-2,5 gram air untuk setiap gram pakan yang dikonsumsi selama masa pertumbuhan dan 1,5-2 gram air/gram pakan bagi petelur.
Konsumsi air per ekor anak ayam sekitar 27 gram pada umur 1 minggu dan 485 gram pada umur 32 minggu. Kandungan air pada feses adalah 16,6 gram/ekor/hari pada umur 32 minggu. Air yang hilang karena penguapan berjumlah 3,3 gram/ekor/hari pada umur 1 minggu dan 53 gram/ekor/hari pada umur 32 minggu.
Sedangkan air yang dibutuhkan untuk satu butir telur adalah sekitar 35 gram. Sehingga semakin tinggi tingkat produksi makin banyak air yang dibutuhkan ayam. 
Air merupakan salah satu kebutuhan utama, selain oksigen dan ransum yang sangat diperlukan bagi seekor ayam untuk tumbuh, berkembang dan berproduksi. Ketidaktersediaan salah satu unsur tersebut bisa dipastikan akan menimbulkan gangguan produktivitas ayam. Tidak hanya dari segi kuantitas atau jumlah yang harus terpenuhi, kualitasnya pun tidak boleh diabaikan. 
Air dan Peranannya
Air terbentuk dari 2 unsur yaitu hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H20. Kedua unsur yang membentuk senyawa air pada awalnya berbentuk gas dan pada kondisi tertentu akan berikatan membentuk suatu senyawa yang stabil, yaitu air.



Telur, anak ayam dan ayam dewasa sebagian besar tersusun atas air.
Air merupakan komponen penyusun tubuh anak ayam dengan persentase terbesar, yaitu 85% dan persentase ini sedikit menurun saat anak ayam tumbuh menjadi dewasa, menjadi 60%. Pada telur, persentase air bisa mencapai 70%. Dan yang mengesankan di setiap organ dan komponen tubuh sebagian besar terdiri atas air, yaitu darah 83%, otot 75-80%, otak 75% bahkan di dalam tulang persentase kandungan air mencapai 20%. Dari data ini, bisa kita prediksikan andaikata air di dalam tubuh ayam dihilangkan maka berat badan anak ayam broiler hanya sekitar 6 gram (berat badan anak ayam normal sebesar 40 gram per ekor). Dari angka dan persentase ini bisa kita ketahui bahwa air mempunyai fungsi dan peranan yang begitu besar dan signifikan.
Secara fisiologis, air berfungsi sebagai media berlangsungnya proses kimia di dalam tubuh ayam. Selain itu, air juga berperan sebagai media pengangkut, baik mengangkut zat nutrisi maupun zat sisa metabolisme, mempermudah proses pencernaan dan penyerapan ransum, respirasi, pengaturan suhu tubuh, melindungi sistem syaraf maupun melumasi persendian. Hampir semua proses di dalam tubuh ayam melibatkan dan memerlukan air.
Air memiliki kemampuan melarutkan berbagai macam senyawa. Secara normal, air dapat mengandung sampai 58 unsur, namun sekitar 99%nya ialah senyawa terlarut, seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, natrium, kalium, magnesium, kalsium, belerang maupun fosfor. Kemampuan air melarutkan berbagai zat dan senyawa ini menjadi salah satu faktor yang mempermudah air terkontaminasi oleh zat-zat kimia dengan kadar yang berlebih maupun oleh mikroorganisme patogen. Menjaga dan memelihara air tetap berkualitas menjadi faktor yang sangat vital bagi keberlangsungan produktivitas ayam.




5.    JELASKAN TENTANG TERNAK RUMINANSIA!
Jawaban
Dalam dunia peternakan kita dapat membagi ternak kedalam dua golongan, yaitu ternak ruminansia dan ternak non ruminansia. Ternak yang masuk kedalam golongan ternak ruminansia diantaranya sapi, kambing, domba, kerbau dan ternak yang masuk golongan non ruminansia diantaranya yaitu ayam dan babi. Ternak non ruminansia berarti ternak yang tidak mengalami ruminasi atau memamah biak. Hal ini dikarenakan ternak non ruminansia memiliki perut tunggal. Penghitungan kebutuhan protein dan energi yang tepat akan memberikan panduan penyusunan ransum yang sesuai dengan kebutuhan ternak yang bersangkutan. Ternak non ruminansia yang mendapatkan pakan yang balance dari segi kualitas dan kuantitas, maka produksi yang dihasilkan dapat optimal.
Hewan non ruminansia (unggas) memiliki pencernaan monogastrik (perut tunggal) yang berkapasitas kecil. Makanan ditampung di dalam crop kemudian empedal / gizzard terjadi penggilingan sempurna hingga halus. Makanan yang tidak tercerna akan keluar bersama ekskreta, oleh karena itu sisa pencernaan pada unggas berbentuk cair. Zat kimia dari hasil–hasil sekresi kelenjar pencernaan memiliki peranan penting dalam sistem pencernaan manusia dan hewan monogastrik lainnya. Pencernaan makanan berupa serat tidak terlalu berarti dalam spesies ini. Unggas tidak memerlukan peranan mikroorganisme secara maksimal, karena makanan berupa serat sedikit dikonsumsi. Saluran pencernaan unggas sangat berbeda dengan pencernaan pada mamalia. Perbedaan itu terletak didaerah mulut dan perut, unggas tidak memiliki gigi untuk mengunyah, namun memiliki lidah yang kaku untuk menelan makanannya. Perut unggas memiliki keistimewaan yaitu terjadi pencernaan mekanik dengan batu-batu kecil yang dimakan oleh unggas digizzard.
Perbedaan kebutuhan zat makanan ternak ruminansia dan non ruminansiaStandar kebutuhan pakan atau sering juga diberi istilah dengan standar kebutuhan zat-zat makanan pada hewan ruminansia sering menggunakan satuan yang beragam, misalnya untuk kebutuhan energi dipakai Total Digestible Nutrient (TDN), Metabolizable Energy (ME) atau Net Energy (NEl) sedangkan untuk kebutuhan protein dipakai nilai Protein Kasar (PK), PK tercerna atau kombinasi dari nilai degradasi protein di rumen atau protein yang tak terdegradasi di rumen. Istilah STANDAR didefinisikan sebagai dasar kebutuhan yang dihubungkan dengan fungsi aktif (status faali) dari hewan tersebut.
Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Fungsi utama alat tersebut adalah untuk memperkecil ukuran partikel-partikel makanan. Dari empedal, makanan bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti halnya pada spesies-spesies lainnya. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzim-enzim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton. Empedu hati yang mengandung amilase, mamasuki pula duodenum. Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein, dan menghasilkan asam-asam amino, enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus.
Unggas tidak mengeluarkan urine cair. Urine pada unggas mengalir ke dalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat, sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam).
Ternak non-ruminansia memiliki lambung hanya satu atau sering disebut dengan istilah monogastrik. Namun dalam pencernaannya terdapat proses. Pakan yang telah dimakan melalui beberapa saluran pencernaan, setelah pakan masuk mulut dan melewati esophagus, pakan menuju tembolok. Disini tidak ada proses khusus, hanya menyimpan pakan. Setelah di proventikulus, tidak ada pencernaan material. Proventiculus memproduksi gastric juice. Pepsin, suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hydrolic acid di sekresi oleh glanduler cell. Pada reruntuhan gizzard tertinggal bila kosong, tetpai bila pakan masuk maka otot gizzard akan berkontraksi. Kontraksi juga semakin cepat. biasanya gizzard mengandung material yang bersifat menggiling seperti grit, karang dan batu kerikil. Partikel pakan segera digiling menjadi partikel kecil yang mampu melalui saluran usus. Material halus akan masuk gizzard dan keluar lagi dalam beberapa menit tetapi pakan berupa material kasar akan tinggal di gizzard untuk beberapa jam. Ketika pakan sudah mencapai usus halus, maka akan diadsorbsi. Berbagai enzim yang masuk dalam saluran pencernaan ini berfungsi mempercepat dan mengefisiensikan pemecahan karbohidrat, protein dan lemak untuk mempermudah proses adsorbsi.
Sumber:









LITERATUR
Dalam dunia peternakan kita dapat membagi ternak kedalam dua golongan, yaitu ternak ruminansia dan ternak non ruminansia. Ternak yang masuk kedalam golongan ternak ruminansia diantaranya sapi, kambing, domba, kerbau dan ternak yang masuk golongan non ruminansia diantaranya yaitu ayam dan babi. Ternak non ruminansia berarti ternak yang tidak mengalami ruminasi atau memamah biak. Hal ini dikarenakan ternak non ruminansia memiliki perut tunggal.
Pakan merupakan faktor yang dominan dalam menentukan tingkat produksi ternak. Oleh karena itu, komposisi ransum harus sesuai dengan kebutuhan ternak. Zat gizi yang paling harus diperhatikan dalam penyusunan ransum yaitu protein dan karbohidrat. Kebutuhan zat gizi tersebut harus diketahui dalam penyusunan ransum supaya kebutuhan zat gizi ternak tersebut dapat terpenuhi. Pada kesempatan ini, saya akan coba membahas mengenai kebutuhan protein dan energi pada ternak ayam niaga pedaging, ayam niaga petelur dan babi.
Ayam niaga pedaging (broiler) merupakan ternak final stock yang dibudidayakan dengan tujuan sebagai penghasil daging. Kebutuhan protein dan energi harus diketahui sebelum menyusun ransum, oleh karena itu diperlukan keterampilan dalam menghitung kebutuhan protein dan energi untuk ternak ayam broiler. Kebutuhan protein pada ayam broiler terbagi kedalam 3 kebutuhan, yaitu kebutuhan protein untuk hidup pokok, kebutuhan protein untuk pertumbuhan jaringan atau karkas dan kebutuhan protein untuk pertumbuhan bulu. Kebutuhan energi pada ayam broiler juga dibagi menjadi 3 kebutuhan, yaitu kebutuhan energi untuk hidup pokok, kebutuhan energi untuk aktivitas dan kebutuhan energi untuk pertumbuhan. Pada ayam broiler kebutuhan protein dan energi harus memperhatikan fase pertumbuhannya.
Ayam niaga petelur merupakan ayam yang dibudidayakan dengan tujuan utama menghasilkan telur konsumsi. Pada ayam niaga petelur juga kebutuhan protein dan energi berbeda. Kebutuhan protein pada ayam niaga petelur dapat dibedakan menjadi 4, yaitu kebutuhan protein untuk hidup pokok, kebutuhan protein untuk pembentukan jaringan, kebutuhan protein untuk pertumbuhan bulu dan kebutuhan protein untuk pembentukan telur. Kebutuhan energi untuk ayam niaga petelur juga dapat dibedakan menjadi 4, yaitu kebutuhan energi untuk hidup pokok, kebutuhan energi untuk aktivitas, kebutuhan energi untuk pertumbuhan dan kebutuhan energi untuk pembentukan telur. Pada ayam niaga petelur kebutuhan protein dan energi juga harus memperhatikan fase pertumbuhannya.
Penghitungan kebutuhan protein dan energi yang tepat akan memberikan panduan penyusunan ransum yang sesuai dengan kebutuhan ternak yang bersangkutan. Ternak non ruminansia yang mendapatkan pakan yang balance dari segi kualitas dan kuantitas, maka produksi yang dihasilkan dapat optimal. Semoga ulasan ini dapat menjadi bahan informasi bagi peternak maupun pihak terkait. Semoga banyak manfaatnya.

HEWAN NONRUMINANSIA
Pengertian
Hewan non ruminansia (unggas) memiliki pencernaan monogastrik (perut tunggal) yang berkapasitas kecil. Makanan ditampung di dalam crop kemudianempedal/gizzard terjadi penggilingan sempurna hingga halus. Makanan yang tidak tercerna akan keluar bersama ekskreta, oleh karena itu sisa pencernaan pada unggas berbentuk cair.
Zat kimia dari hasil–hasil sekresi kelenjar pencernaan memiliki peranan penting dalam sistem pencernaan manusia dan hewan monogastrik lainnya. Pencernaan makanan berupa serat tidak terlalu berarti dalam spesies ini. Unggas tidak memerlukan peranan mikroorganisme secara maksimal, karena makanan berupa serat sedikit dikonsumsi. Saluran pencernaan unggas sangat berbeda dengan pencernaan pada mamalia. Perbedaan itu terletak didaerah mulut dan perut, unggas tidak memiliki gigi untuk mengunyah, namun memiliki lidah yang kaku untuk menelan makanannya. Perut unggas memiliki keistimewaan yaitu terjadi pencernaan mekanik dengan batu-batu kecil yang dimakan oleh unggas digizzard.
Saluran pencernaan ruminansia terdiri dari rongga mulut (oral), kerongkongan (oesophagus), proventrikulus (pars glandularis), yang terdiri darirumen, retikulum, dan omasum; ventrikulus (pars muscularis) yakni abomasum, usus halus (intestinum tenue), usus besar (intestinum crassum), sekum (coecum), kolon, dan anus. Lambung sapi sangat besar, yakni ¾ dari isi rongga perut. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dikunyah kembali (kedua kali). Selain itu, pada lambung juga terjadi pembusukan dan peragian.
Pada hewan lambung tunggal (kelinci) organ saluran pencernaanya terdiri dari mulut, faring, kerongkongan, lambung (gastrum), usus halus (intestineum tenue), yang terdiri dari doedenum, jejenum, ileum, usus besar (intestinum crasum), yang terdiri dari kolon, sekum, dan rektum kemudian berakhir pada anus.
Dalam prakteknya dapat diambil contoh sebagai berikut :
Seekor sapi dengan bobot 500 kg memerlukan energi hidup pokok sebesar 33 MJ NE. Nilai kebutuhan energi ini dapat bervariasi karena dilapangan akan didapatkan data untuk sapi dengan kelebihan atau kekurangan pakan. Oleh sebab itu dalam pemberian harus ditetapkan batas minimal sejumlah kebutuhan nutrient yang direkomendasikan NRC, jangan sampai kurang dari kebutahan.
Variasi kebutuhan ditentukan oleh macam hewan dan kualitas pakan. Sesungguhnya standar pakan ini dibuat untuk dapat mengantisipasi situasi yang lebih beragam, termasuk pengaruh perubahan cuaca. Standar ini juga masihbisa dipakai untuk kepentingan taraf nasional (dari Negara yang menyusun) ataubahkan dapat untuk keperluan dunia internasional yang mempunyai kondisi iklim yang hampir sama.
Sejak tahun 1960-1965 di Inggris, melalui Dewan Agricultural Research Council (ARC) telah membuat tabel standar kebutuhan nutrient dari beberapa jenis ternak. Pada tahun 1970 semua publikasi mengenai table kebutuhan nutrient tersebut diperbaharui (direvisi) dan keluarlah edisi terbaru untuk ruminansia pada tahun 1980. Perubahan tersebut meliputi seluruh zat makanan terutama tentang standar untuk penggunaan vitamin dan mineral. Saat ini telah banyak negara maju dan berkembang yang mempunyai standar kebutuan zat makanan untuk ternak lokalnya. Namun sampai sekarang Indonesia belum mempunyai tabel tersebut. Standar kebutuhan yang dipakai di Indonesia adalah hasil dari banyak penelitian yang ada saja.
Standar Kebutuhan Nutrien untuk Hidup Pokok Seekor hewan dikatakan dalam keadaan kondisi hidup pokok apabila komposisi tubuhnya tetap, tidak tambah dan tidak kurang, tidak ada produk susuatau tidak ada tambahn ekstra energi untuk kerja. Nilai kebutuhan hidup pokok ini hanya dibutuhkan secara akademis saja, sedangkan dunia praktisi tidak membutuhkan informasi tersebut, yang dibutuhkan oleh praktisiwan adalah total kebutuhan hidup pokok dan produksi yang optimal. Jadi pendapat mengenai kebutuhan hidup pokok untuk hewan secara teori berbeda dengan prakteknya.
Pada hewan yang puasa akan terjadi oksidasi cadangan nutrient untuk memenuhi kebutuhan energi hidup pokoknya, seperti untuk bernafas dan mengalirkan darah ke organ sasaran. Tujuan sesungguhnya dari pembuatan ransum untuk hidup pokok adalah supaya tidak terjadi perombakan cadangan tubuh yang digunakan untuk aktivitas pokok.
Contoh Sistem Pencernaan Hewan Non ruminansia pada unggas
Unggas mengambil makanannya dengan paruh dan kemudian terus ditelan. Makanan tersebut disimpan dalam tembolok untuk dilunakkan dan dicampur dengan getah pencernaan proventrikulus dan kemudian digiling dalam empedal. Tidak ada enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh empedal unggas. Fungsi utama alat tersebut adalah untuk memperkecil ukuran partikel-partikel makanan.
Dari empedal, makanan bergerak melalui lekukan usus yang disebut duodenum, yang secara anatomis sejajar dengan pankreas. Pankreas tersebut mempunyai fungsi penting dalam pencernaan unggas seperti halnya pada spesies-spesies lainnya. Alat tersebut menghasilkan getah pankreas dalam jumlah banyak yang mengandung enzim-enzim amilolitik, lipolitik dan proteolitik. Enzim-enzim tersebut berturut-turut menghidrolisa pati, lemak, proteosa dan pepton. Empedu hati yang mengandung amilase, mamasuki pula duodenum.
Bahan makanan bergerak melalui usus halus yang dindingnya mengeluarkan getah usus. Getah usus tersebut mengandung erepsin dan beberapa enzim yang memecah gula. Erepsin menyempurnakan pencernaan protein, dan menghasilkan asam-asam amino, enzim yang memecah gula mengubah disakharida ke dalam gula-gula sederhana (monosakharida) yang kemudian dapat diasimilasi tubuh. Penyerapan dilaksanakan melalui villi usus halus.
Unggas tidak mengeluarkan urine cair. Urine pada unggas mengalir ke dalam kloaka dan dikeluarkan bersama-sama feses. Warna putih yang terdapat dalam kotoran ayam sebagian besar adalah asam urat, sedangkan nitrogen urine mammalia kebanyakan adalah urine. Saluran pencernaan yang relatif pendek pada unggas digambarkan pada proses pencernaan yang cepat (lebih kurang empat jam).
Ternak non-ruminansia memiliki lambung hanya satu atau sering disebut dengan istilah monogastrik. Namun dalam pencernaannya terdapat proses. Pakan yang telah dimakan melalui beberapa saluran pencernaan, setelah pakan masuk mulut dan melewati esophagus, pakan menuju tembolok. Disini tidak ada proses khusus, hanya menyimpan pakan. Setelah di proventikulus, tidak ada pencernaan material. Proventiculus memproduksi gastric juice. Pepsin, suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hydrolic acid di sekresi oleh glanduler cell. Pada reruntuhan gizzard tertinggal bila kosong, tetpai bila pakan masuk maka otot gizzard akan berkontraksi. Kontraksi juga semakin cepat. biasanya gizzard mengandung material yang bersifat menggiling seperti grit, karang dan batu kerikil. Partikel pakan segera digiling menjadi partikel kecil yang mampu melalui saluran usus. Material halus akan masuk gizzard dan keluar lagi dalam beberapa menit tetapi pakan berupa material kasar akan tinggal di gizzard untuk beberapa jam. Ketika pakan sudah mencapai usus halus, maka akan diadsorbsi. Berbagai enzim yang masuk dalam saluran pencernaan ini berfungsi mempercepat dan mengefisiensikan pemecahan karbohidrat, protein dan lemak untuk mempermudah proses adsorbsi.
Pencernaan non ruminansia secara enzimatik dilaksanakan oleh enzim-enzim yang terdapat dalam traktus intestinalis. Enzim-enzim pencernaan tesebut dapat melakukan reaksi-reaksi pada suhu tubuh alam larutan yang angat cair dan pH netral, reaksi-reaksi yang membutuhkan lebih banyak kondisi kuat bila dilakukan dilaboratorium. Sejumlah enzim disekresikan diberbagai saluran usus, enzim tersebut merombak zat-zat nutrisi yang terdapat dalam bahan makanan kedalam satuan-satuan komponen. Sebagian besar enzim mula-mula disekresi dalam bentuk prekursor yang tidak aktif (zimogen) yang kemudian menjadi aktif setelah disekresi kedalam traktus gastro-intestinus. Ada tiga golongan enzim yang disekresikan pertama karbohidrase, karbohidrase bekerja pada pertautan glikosidik antara unit monosakarida dan sifatnya spesifik. α-Amilase menghidrolisa pertautan pati 1,4 glikosidik dan glikogen, akan tetapi tidak dapat bertindak pada sellulosa. Enzim protase menghidrolisa pertautan peptida, ada sejumlah enzim dalam golongan ini, yaitu pepsin, rennin, tripsin, khimotripsin, karboksi, peptidae, aminopeptidase, dipeptidase. Enzim-enzim tersebut menghidrolisa protein dan peptida tertentu kedalam asam amino. Enzim lipase disekresi oleh getah pankreas, menghidrolisa, lemak kedalam monogliserida dan asam lemak. Terdapat pula sejumlah hidrolisis lengkap kedalam asam lemak dan gliserol yang angat terbatas. α-Amilase menghidrolisa pati dan glikogen menjadi glukosa, maltosa, dan dekstrin rantai pendek.
Bagian utama semua pencernaan pada aneka ternak nonruminansia berlangsung didalam usus halus. Pencernaan pati dimulai didalam mulut dan disempurnakan didalam usus halus. Glukosa hasil akhir pencernaan pati, diserap dalam usus halus. Disakarida, maltosa dan sukrosa dapat pula dicerna menjadi gula-gula sederhana  didalam usus halus. Lemak dicerna pula diusus halus. Pencernaan lemak memrlukan adanya garam-garam empedu yang dihasilkan hati dan disimpan dalam kantong empedu. Empedu tersebut dilepaskan bila kantong empedu dirangsang oleh adanya bahan makanan didalam usus. Lipase pankreas mencerna trigliserida kedalam asam lemak dan monogliseridase. Lebih banyak enzim dibutuhkan untuk pencernaan protein daripada untuk pencernaan zat nutrisi lainnya. Hal tersebut disebabkan karena setiap enzim dikhususkan untuk menghidrolisa pertautan-pertautan tertentu didalam molekul protein. Aksi gabungan semua enzim tersebut pertama-tama memecah molekul-molekul protein kedalam bagian-bagian lebih kecil, disebut peptida dan kemdian kedalam asam amino. Asam amino adalah hasil pencernaan yang diserap tubuh.

6.    JELASKAN HUBUNGAN ILMU NUTRISI DENGAN ILMU KIMIA, BIOKIMIA, MIKROBIOLOGI, ENDOKRINOLOGI, MATEMATIKA, FISIOLOGI DAN GENETIK!
Jawaban
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu kimia yaitu Babcock, seorang ahli ilmu kimia mengetahui bahwa bila sapi-sapi diberi makanan dengan dikombinasikan dari berbagai macam makanan berasal dari sumber yang berlainan, maka orang tidak dapat mengetahui sampai sejauh mana setiap sumber bernilai bagi tubuh hewan. Babcock dengan rekan-rekannya melakukan percobaan dengan menggunakan sapi dara yang berumur lima bulan. Pada akhir tahun terdapat pertambahan bobot badan yang sama, tetapi pada ternak yang diberi jagung mempunyai bulu mengkilat dan kondisi badan yang baik. Pada ternak yang diberi jagung memiliki keturunan yang sehat sedangkan pada ternak yang diberi wheat keturunannya mati sesaaat setelah dilahirkan.
Percobaan-percobaan tersebut menjelaskan bahwa ada perbedaan-perbedaan yang terlihat dalam nilai nutrisi yang tidak dapat diketahui secara ilmu kimia pada waktu itu dan ilmu pengetahuan pada waktu itu untuk menyusun ransum adalah belum sempurna Kemajuan yang pesat telah terjadi pada tahun-tahun terakhir ini dalam menentukan kebutuhan zat-zat makanan beserta jumlah dan mutunya bagi hewan. Sehingga atas kerjasama dari beberapa ahli ilmu pengetahuan, telah ditemukan atau diketahui 25 macam karbohidrat, 15 jenis lemak, 20 jenis asam amino, 18 unsur hara dan 16 jenis vitamin seperti yang kita kenal sekarang. Lavoisier telah memberikan dasar bahwa ilmu kimia merupakan alat penting dalam penelitian ilmu nutrisi.
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu genetika yaitu Ahli genetika telah dapat menerangkan akan adanya perbedaan tersebut berdasarkan asal genetic. Karena di dalam riset nutrisi pula diperlukan desain percobaan yang baik untuk mengontrol variable-variabel yang ada, maka ilmu statistik yang berdasarkan atas teori matematika sangat diperlukan.
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu biokimia adalah menurut WebNet dictionary: “Biokimia adalah kimia dari bahan-bahan dan proses-proses yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup; sebagai upaya untuk memahami proses kehidupan dari sisi kimia” dimana nutrisi, yang memanfaatkan pengetahuan tentang metabolisme untuk menjelaskan kebutuhan makanan bagi mahluk hidup mempertahankan kehidupan normalnya.
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu mikrobiologi adalah mikrobiologi, yang menunjukkan bahwa organisme sel tunggal dan virus cocok untuk digunakan sebagai sarana mempelajari jalur-jalur metabolisme dan mekanisme pengendaliannya sehingga kita dapat mengetahui kecukupan dan ketepatan penyusunan pakan yang bebas dari virus.
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu fisiologi adalah ilmu fisiologi menjelaskan bagaimana mekanisme dan fungsi zat-zat nutrisi di dalam tubuh ternak. Kerjasama antara ahli kimia, fisiologi, dan nutrisi akan dapat mengenal defesiensi zat nutrisi tertentu pada tubuh ternak, yang selanjutnya akan memberikan solusi yang dapat dilakukan dengan penambahan zat-zat nutrisi yang mungkin kurang dalam bahan pakan/ransum yang diberikan.
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu matematika adalah bahwa matematika digunakan sebagai rumus dalam penyusunan ransum sehingga kebutuhan ransum ternak dapat terpenuhi.
Sumber :


LITERATUR
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu kimia yaitu Babcock, seorang ahli ilmu kimia mengetahui bahwa bila sapi-sapi diberi makanan dengan dikombinasikan dari berbagai macam makanan berasal dari sumber yang berlainan, maka orang tidak dapat mengetahui sampai sejauh mana setiap sumber bernilai bagi tubuh hewan. Babcock dengan rekan-rekannya melakukan percobaan dengan menggunakan sapi dara yang berumur lima bulan. Dalam percobaan ini empat ekor sapi dara diberi ransum berupa tumbuh-tumbuhan wheat, empat ekor lagi diberi tumbuh-tumbuhan oat dan empat ekor lainnya diberi jagung. Selain itu empat ekor berikutnya diberi ransum dengan mencampurkan ketiga jenis bahan pakan tadi. Selama penelitian berlangsung terdapat perbedaan yang mencolok antara ternak-ternak yang diberi jagung dengan yang diberi wheat. Pada akhir tahun terdapat pertambahan bobot badan yang sama, tetapi pada ternak yang diberi jagung mempunyai bulu mengkilat dan kondisi badan yang baik. Pada ternak yang diberi jagung memiliki keturunan yang sehat sedangkan pada ternak yang diberi wheat keturunannya mati sesaaat setelah dilahirkan.
Percobaan-percobaan tersebut menjelaskan bahwa ada perbedaan-perbedaan yang terlihat dalam nilai nutrisi yang tidak dapat diketahui secara ilmu kimia pada waktu itu dan ilmu pengetahuan pada waktu itu untuk menyusun ransum adalah belum sempurna Kemajuan yang pesat telah terjadi pada tahun-tahun terakhir ini dalam menentukan kebutuhan zat-zat makanan beserta jumlah dan mutunya bagi hewan. Sehingga atas kerjasama dari beberapa ahli ilmu pengetahuan, telah ditemukan atau diketahui 25 macam karbohidrat, 15 jenis lemak, 20 jenis asam amino, 18 unsur hara dan 16 jenis vitamin seperti yang kita kenal sekarang.
Lavoisier telah memberikan dasar bahwa ilmu kimia merupakan alat penting dalam penelitian ilmu nutrisi. Meskipun banyak pengetahuan saat ini diperoleh langsung dari masalah-masalah makanan dan kesehatan manusia serta hewan, namun penemuan-penemuan penting lebih banyak berasal dari pengetahuan-pengetahuan dasar dari bekerjanya alat-alat tubuh hewan, termasuk perubahan-perubahan faalnya .
Hubungan ilmu nutrisi dengan ilmu genetika yaitu Ahli genetika telah dapat menerangkan akan adanya perbedaan tersebut berdasarkan asal genetic. Karena di dalam riset nutrisi pula diperlukan desain percobaan yang baik untuk mengontrol variable-variabel yang ada, maka ilmu statistik yang berdasarkan atas teori matematika sangat diperlukan.
Ilmu nutrisi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan baru yang merupakan penerapan dari beberapa cabang ilmu pengetahuan yang lain, seperti ilmu kimia, matematika, genetika, mikrobiologi, endokrinologi, fisiologi, kesehatan hewan, dan ilmu alam. Sebagai contoh ilmu fisiologi menjelaskan bagaimana mekanisme dan fungsi zat-zat nutrisi di dalam tubuh ternak. Kerjasama antara ahli kimia, fisiologi, dan nutrisi akan dapat mengenal defesiensi zat nutrisi tertentu pada tubuh ternak, yang selanjutnya akan memberikan solusi yang dapat dilakukan dengan penambahan zat-zat nutrisi yang mungkin kurang dalam bahan pakan/ransum yang diberikan. Bahan pakan ternak sebagian berasal dari tanaman yang dapat berupa sisa hasil ikutan pabrik. Setiap bahan pakan tersebut mempunyai fungsi dan kandungan zat nutrisi yang berbeda. Zat nutrisi yang ada dalam setiap bahan pakan, ketika dikonsumsi oleh ternak dapat diubah menjadi daging, susu, telur, wol, energi dan lain-lain. Seorang peternak yang menginginkan produksi daging, telur, susu dan wol yang tinggi dari usaha peternakannya, maka peternak tersebut harus memberikan pakan/ransum ransum yang sempurna.
Perkembangan ilmu nutrisi hingga saat ini telah menemukan berbagai macam zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan dan produksi ternak, yaitu:
1. Karbohidrat 25 macam
2. Asam Lemak 15 macam
3. Asam amino 20 macam
4. Unsur hara (mineral) 18 macam
5. Vitamin 16 macam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar