Kamis, 02 Januari 2014

gulma



Tugas Kelompok
Mata Kuliah : Tata Laksana Padang Penggembalaan Peternakan Rakyat
Dosen : Prof. Dr. Ir. H. Syamsuddin Hasan, M.Sc.



GULMA


Oleh:
Kelas  Ganjil (Siang)

SYAHRIANA SABIL                      NIM I111 11 273
KIKI REZKI MUCHLIS               NIM I111 11 283
HARUMI BUNGA KASIH Z.       NIM I111 11 275
RACHMAT BUDIANTO               NIM I111 11 291
MUH.RIFKI RAFSANJANI         NIM I111 11 285








FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Gulma adalah sebagai tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf). Golongan gulma rurumputan kebanyakan berasal dari famili gramineae (poaceae).
Ukuran gulma golongan rerumputan bervariasi, ada yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms, terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun., contoh gulama rerumputan Panicium repens, Eleusine indica, Axonopus compressus dan masih banyak lagi.
Golongan teki-tekian kebanykan berasal dari famili Cyperaceae. Golongan ini dari penampakanya hampir mirip dengan golongan rerumputan, bedanya terletak pada bentuk batangnya. Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus.
Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdaarkan habita tunbuhanya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidu didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas).
Penyebaran dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).
Cara terbaik untuk mengendalikan gulma adalah dengan menggalinya dan membunuhnya sebelum mempunyai waktu untuk menyebar. Itulah salah satu sebabnya tukang kebun mencangkul tanah diantara tanaman. Beberapa gulma dicabut sampai ke akar atau dipotong bersama tanah dengan menggunakan bagian tajam pacul. Dulu anak-anak dibayar untuk mencabut gulma liar ini di ladang jagung. Gulma juga bisa dimusnahkan dengan menggunakan bahan kimia yang disebut herbisida. Pemusnah gulma pilihan hanya akan memusnahkan gulma dan bukan tanaman. Kini ada keprihatinan tentang dampak yang membahayakan yang dapat disebabkan oleh bahan kimia tersebut, terhadap tanaman liar bahkan binatang.

B.  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahuia deskripsi umum, kandungan, sistem pertumbuhan dan teknik pembasmian dari gulma Putri Malu ( Mimosa pudica ), Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata ) dan Alang – Alang ( Imperata cylindrica )

PEMBAHASAN
A.  Deskripsi Umum
1.    Putri Malu ( Mimosa pudica )
Gambar 1. Putri Malu ( Mimosa pudica )
Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup layu dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.
Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati"). Namanya dalam bahasa Tionghoa berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut".
Keunikan dari tanaman ini adalah bila daunnya disentuh, ditiup, atau dipanaskan akan segera "menutup". Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan herbivora yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.
Klasifikasi Mimosa pudica (putri malu ) adalah sebagai berikut :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan bijiI
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Mimosa
Spesies: Mimosa pudica 



Adapun ciri – ciridari tanaman Mimosa pudica (putri malu) adalah sebagai berikut:
a.    Daun
Daun berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun setiap sirip 5 – 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang 6 – 16 mm, lebar 1 – 3 mm, berwarna hijau, umumnya tepi daun berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4 – 5, 5 cm.
b.    Batang
Batang bulat, berambut, dan berduri tempel. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah.
c.    Akar
Akar berupa akar pena yang kuat.
d.   Bunga
Bunga berbentuk bulat seperti bola, bertangkai, berwarna ungu/merah. Kelopak sangat kecil, bergigi 4, seperti selaput putih. Tabung mahkota kecil, bertaju 4, seperti selaput putih.
e.    Buah
Buah berbentuk polong, pipih, seperti garis.
f.     Biji
Biji bulat dan pipih.

2.    Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata )
Gambar 2. Semak Bunga Putih
(Chromolaena odorata )
Ki rinyuh berasal dari Amerika Tengah, tetapi kini telah tersebar di daerah-daerah tropis dan subtropis. Gulma ini dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah dan akan tumbuh lebih baik lagi apabila mendapat cahaya matahari yang cukup. Kondisi yang ideal bagi gulma ini adalah wilayah dengan curah hujan > 1000 mm/tahun. Dengan demikian, gulma ini tumbuh dengan baik di tempat-tempat yang terbuka seperti padang rumput, tanah terlantar dan pinggir-pinggir jalan yang tidak terawat.
Klasifikasi ilmiah dari semak bunga putih (Chromolaena odorata) adalah sebagai berikut.
Kingdom         : Plantae
Diviso              : Magnoliohyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub-kelas         : Asterales
Familia            : Asteraceae
Genus              : Chromolaena
Spesies            : Chromolaena odorata
Ki rinyuh termasuk keluarga Asteraceae/Compositae. Daunnya berbentuk oval, bagian bawah lebih lebar, makin ke ujung makin runcing. Panjang daun 6 – 10 cm dan lebarnya 3 – 6 cm. Tepi daun bergerigi, menghadap ke pangkal. Letak daun juga berhadap-hadapan. Karangan bunga terletak di ujung cabang (terminal). Setiap karangan terdiri atas 20 – 35 bunga. Warna bunga selagi muda kebiru-biruan, semakin tua menjadi coklat.
Ki rinyuh berbunga pada musim kemarau, perbungaannya serentak selama 3 – 4 minggu. Pada saat biji masak, tumbuhan mengering. Pada saat itu biji pecah dan terbang terbawa angin. Kira-kira satu bulan setelah awal musim hujan, potongan batang, cabang dan pangkal batang bertunas kembali. Biji-biji yang jatuh ke tanah juga mulai berkecambah sehingga dalam waktu dua bulan berikutnya kecambah dan tunas-tunas telah terlihat mendominasi area.
Tumbuhan ini sangat cepat tumbuh dan berkembang biak. Karena cepatnya perkembangbiakan dan pertumbuhannya, gulma ini cepat juga membentuk komunitas yang rapat sehingga dapat menghalangi tumbuhnya tumbuhan lain melalui persaingan. Selanjutnya dinyatakan bahwa Ki rinyuh dapat tumbuh pada ketinggian 1000 – 2800 m dpl, tetapi di Indonesia banyak ditemukan di dataran rendah (0 – 500 m dpl) seperti di perkebunan-perkebunan karet dan kelapa serta di padang-padang penggembalaan. Tinggi tumbuhan dewasa bisa mencapai 5 m, bahkan lebih.
Chromolaena odorata mempunyai potensi sebagai pakan ternak. Semak bunga putih memiliki potensi dimana mengandung protein yang tinggi (21-36%) setara dengan turi, lamtoro dan gamal; produksi protein kasar sebesar 15 ton/thn, memiliki keseimbangan asam amino yang baik untuk ternak monogastrik, palatabilitas lebih baik dari gamal, suplementasi sampai 30% dalam ransum meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan ternak kambing dan penelitian di Afrika dan Eropa menunjukkan adanya senyawa anti helmintik/obat anti cacing. Tepung daun Chromolaena odorata dapat ditambahkan dalam pakan kelinci sampai level 30% dari berat kering pakan. Pemberian pada level 30% tersebut menghasilkan pertumbuhan terutama pertambahan bobot badan yang baik pada pakan sebagai konsentrat.
Pemanfaatan Chromolaena odorata sebagai pakan ternak perlu diteliti lagi karena beberapa penelitian yang pernah dilakukan, tanaman ini dapat dimanfaatkan namun dalam level yang rendah. Hal ini mungkin disebabkan kandungan anti nutrisinya. Suplementasi Chromolaena odorata sampai 30% dalam ransum meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan ternak kambing dan penelitian menunjukkan adanya senyawa anti helmintik/obat anti cacing. Chromolaena odorata dapat dimanfaatkan sampai level 10 % pada ternak puyuh dan broiler.
Bila dilihat dari ketersediannya yang cukup berlimpah maka hal ini merupakan suatu peluang bagi daerah yang banyak terdapat gulma ini. Namun perlu diteliti lebih lanjut sejauh mana gulma Chromolaena odorata dapat dimanfaatkan sebagai hijauan makanan ternak, karena disamping memiliki beberapa keunggulan (seperti mengandung protein yang tinggi (21-36%) setara dengan turi, lamtoro dan gamal; memiliki asam amino seimbang dan palatabilitas lebih baik dari gamal, gulma Chromolaena odorata juga memiliki beberapa kelemahan (mengandung zat antinutrisi seperti haemagglutinnin, oxalate, phytic acid dan saponin).
3.     Alang – Alang ( Imperata cylindrica )
Gambar 3. Alang – Alang
 ( Imperata cylindrica )
Terna rumput, berumur panjang (perenial), tumbuh berumpun, tinggi 30 - 180 cm. Akar rimpang, menjalar, berbuku-buku, keras dan liat, berwarna putih. Batang berbentuk silindris, diameter 2 - 3 mm, beruas-ruas. Daun warna hijau, bentuk pita (ligulatus), panjang 12 - 80 cm, lebar 2 - 5 cm, helaian daun tipis tegar, ujung meruncing (acuminatus), tepi rata, pertulangan sejajar (parallel), permukaan atas halus, permukaan bawah kasap (scaber). Bunga majemuk, bentuk bulir (spica), bertangkai panjang, setiap bulir berekor puluhan helai rambut putih sepanjang 8 - 14 mm, mudah diterbangkan angin. Buah bentuk biji jorong, panjang +/- 1 mm, berwarna cokelat tua. Perbanyaan vegetatif (akar rimpang)
Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadigulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah. Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung (pucuk) tunas yang muncul di tanah runcing tajam, serupa ranjau duri. Batang pendek, menjulang naik ke atas tanah dan berbunga, sebagian kerapkali (merah) keunguan, kerapkali dengan karangan rambut di bawah buku. Tinggi 0,2 – 1,5 m, di tempat-tempat lain mungkin lebih.

Adapun klasifikasi dari gulma alang – alang adalah sebagai berikut :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus: Imperata
Spesies: Imperata cylindrica
Helaian daun berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing, dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang, panjang 12-80 cm, bertepi sangat kasar dan bergerigi tajam, berambut panjang di pangkalnya, dengan tulang daun yang lebar dan pucat di tengahnya. Karangan bunga dalam malai, 6-28 cm panjangnya, dengan anak bulir berambut panjang (putih) lk. 1 cm, sebagai alat melayang bulir buah bila masak.
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladangsawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.
Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia TenggaraMikronesia danAustralia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, EropaAfrikaAmerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan.
Secara umum, alang-alang digunakan untuk melindungi lahan-lahan terbuka yang mudah tererosi. Kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah, serta tutupan daunnya yang rapat, memberikan manfaat perlindungan yang dibutuhkan itu. Di Bali dan Indonesia timur umumnya, daun alang-alang yang dikeringkan dan dikebat dalam berkas-berkas digunakan sebagai bahanatap rumah dan bangunan lainnya. Daun alang-alang juga kerap digunakan sebagai mulsa untuk melindungi tanah di lahan pertanian.
Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu. Rimpang dan akar alang-alang kerap digunakan sebagai bahan obat tradisional, untuk meluruhkan kencing (diuretika), mengobati demam dan lain-lain.


B.  Kandungan Gulma
1.    Putri Malu ( Mimosa pudica )
Kandungan kimia yang dikandung oleh gulma Putri Malu ( Mimosa pudica ) adalah tanin, mimosin dan asam pipekolinat sifat rasa manis, sifat agak dingin, astringen serta khasiat Herba putri malu sebagai penenang (transquillizer), peluruh dahak (ekspektorant), peluruh kencing (diuretik), obat batuk (antitusif), pereda demam (antipiretik) dan anti radang.
Bagian yang digunakan adalah herba dan akar dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Herba digunakan untuk pengobatan sulit tidur, Neurasthenia, radang mata akut (konjungtivitis akut), radang lambung (gantritis), radang usus (enteritis), batu saluran kencing, panas tinggi pada anak, cacingan (ascariasis). Akar digunakan untuk pengobatan rematik, radang saluran napas (bronkitis), asma, batuk berdahak dan malaria.
Cara pemakaian untuk obat yang diminum, rebus 15-30g herba segar, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti luka, radang kulit bernanah (piodermi), bengkak terpukul (memar), buah zakar bengkak dan cacar ular (herpes zoster).
2.    Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata )
Kandungan asam amino semak bunga putih yaitu alanine (4,03%), arginine (4,96%), glysine (4,61%), lysine (2,01%), methionine (1,58%), cystine (1,30%), leucine (7,01%), valine (6,20), dan asam glutamic (9,38%) (Marthen, 2007). Hasil analisa proksimat tepung semak bunga putih menunjukkan bahwa protein kasar (25,51%), bahan kering (89,94%), lemak kasar (1,88%), serat kasar (11,17%), dan abu (15,92%), sedangkan kandungan energinya sebesar 3.583,5 kkal/kg (Loka Penelitian Kambing Sei Putih), Ca (0,14%), dan P (0,42%).
Kirinyu (Chromolaena odorata) adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami. Tumbuhan ini mengandung senyawa fenol, alkaloid, triterpenoid, tanin,flavonoid (eupatorin) dan limonen. Kandungan tanin yang terdapat dalam daun kirinyuh adalah 2,56%. Chromolaena odorata mengandung zat antinutrisi. Kandungan antinutrisi Chromolaena odorata adalah sebagai berikut: Haemagglutinnin 9.72 mg/g, Oxalate 1.89 %, Phytic acid 1.34 % dan Saponin 0.50 %.
3.    Alang – Alang ( Imperata cylindrica )
Akar dan batang alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, beta-sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan tanin.
Akar ilalang ini ternyata memiliki khasiat obat. Antara lain untuk mengobati penyakit darah tinggi, gangguan prostat, hingga mengatasi lemah syahwat (impotensi). Kesadaran masyarakat yang makin tinggi terhadap obat herbal yang aman dan tidak berefek samping.
Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk, masuk meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, pereda demam (anti piretik), peluruh kencing (Diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda berkhasiat untuk peluruh kencing (Diuretik).
Akar Alang-alang digunakan untuk obat. Untuk obat yang diminum : Rebus akar alang-alang kering (15-30 g), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 g, sedang untuk bunga sekitar 5-10 mg, dan tunas muda 5-10 g. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.

C.  Model Penyebaran Pertumbuhan
1.    Putri Malu ( Mimosa pudica )

2.    Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata )
3.    Alang – Alang ( Imperata cylindrica )

D.  Teknik Pembasmian Atau Pengendalian











KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari pembahasan  makalah ini adalah
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar