Kamis, 02 Januari 2014

determinasi air dalam proses nutrisi ternak



BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Air merupakan kebutuhan pokok dari tiap makhluk hidup tidak terkecuali ternak yang hampir 60%-70% tubuh membutuhkan air sehingga kebutuhan akan air sangatlah berpengaruh terhadap metabolisme didalam tubuh ternak itu sendiri, disini ada beberap jenis manfaat dari air yang berpengaruh terhadap organ tubuh ternak, tanpa air makhluk hidup tidak mungkin tumbuh dan berkembang karena air sangat vital untuk reaksi kimia tubuh, maka dari itu air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya.
Air adalah zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengaturan air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.

B.  RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah yang ditemukan penulis dalam penyusunan makalah ini  adalah bagaimana determinasi air dalam proses nutrisi ternak?

C.  TUJUAN
Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui fungsi air, sumber air,  ekskresi air, dan pentingnya kebutuhan air dalam tubuh ternak.

D.  MANFAAT
Makalah ini disusun dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pemenuhan bahan bacaan terkait Determinasi Air dalam proses Nutrisi Ternak.






BAB II
PEMBAHASAN


A.  PENGERTIAN
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O satu molekul air memiliki dua atom hidrogen kovalen terikat pada atom oksigen tunggal. Air muncul di alam dalam semua tiga negara umum dari materi dan dapat mengambil berbagai bentuk di Bumi: uap air dan awan di langit; air laut dan gunung es di lautan kutub, gletser dan sungai-sungai di pegunungan, dan cairan pada akuifer dalam tanah. Pada suhu dan tekanan yang tinggi, seperti di pedalaman planet raksasa, ia berpendapat bahwa air ada air ionik di mana molekul terurai menjadi sup ion hidrogen dan oksigen, dan pada tekanan bahkan lebih tinggi sebagai air superionik di mana oksigen mengkristal tetapi ion hidrogen mengapung dengan bebas dalam kisi oksigen. Air berupa cairan pada suhu dan tekanan standar. Hal ini hambar dan tidak berbau. Warna intrinsik dari air dan es adalah warna biru yang sangat sedikit, walaupun kedua muncul berwarna dalam jumlah kecil. Uap air pada dasarnya tak terlihat sebagai gas.
Air transparan dalam spektrum elektromagnetik terlihat. Dengan demikian tanaman air dapat hidup di air karena sinar matahari dapat menjangkau mereka. Ultra-violet dan sinar inframerah sangat diserap.
Karena molekul air tidak linier dan atom oksigen memiliki elektronegativitas lebih tinggi dari atom hidrogen, ia membawa muatan negatif sedikit, sedangkan atom hidrogen sedikit positif. Akibatnya, air adalah molekul polar dengan momen dipol listrik. Air juga dapat membentuk dalam jumlah yang besar ikatan hidrogen antarmolekul (empat) untuk molekul ukurannya. Faktor-faktor ini menyebabkan gaya tarik menarik yang kuat antara molekul air, sehingga menimbulkan tegangan permukaan air yang tinggi [12] dan kapiler pasukan. Aksi kapiler mengacu pada kecenderungan air untuk bergerak ke atas tabung sempit melawan gaya gravitasi. Properti ini diandalkan oleh semua tumbuhan vaskular, seperti pohon.
Air adalah pelarut yang baik dan sering sebagai pelarut universal. Zat yang larut dalam air, misalnya, garam, gula, asam, alkali, dan beberapa gas - terutama oksigen, karbon dioksida (karbonasi) dikenal sebagai hidrofilik (air-mencintai) zat, sementara mereka yang tidak bercampur dengan baik dengan air (misalnya , lemak dan minyak), dikenal sebagai hidrofobik (takut air) zat.

B.  FUNGSI AIR
Air merupakan substansi yang mempunyai keistimewaan sebagai penghantar panas yang sangat baik yang sebenarnya sangat diperlukan didalam penyebaran panas yang dihasilkan dari rekasi kimia dalam proses metabolisme. Sebagai contoh bahwa air merupakan penghantar yang baik ialah bahwa air dapat menyerap lebih baik dibandingkan dengan medium lainnya, dapat menyerap sejumlah besar panas dengan kenaikan temperatur yang sangat sedikit. Air sangat penting sebagai pemindah panas. Para ahli fisiologi menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan dari aktivitas otot yang maksimal selama periode 20 menit akan cukup menggumpalkan substansi albumin bila tidak diambil panasnya dan diserap oleh air ke sekitar sel-sel otot. Kenyataannya sejumlah besar panas dibutuhkan untuk mengubah fase air dari cairan ke uap, atau dari cairan yang kental menjadi substansi air yang tak ternilai dalam pengaturan temperatur tubuh. Hewan di daerah tropik dengan bantuan kelenjar-kelenjar keringat, yang pada musim panas menghasilkan sejumlah besar keringat, yang tersusun terutama dari air yang dapat mengatur tubuh akibat keadaan lingkungan yang panas. Harus selalu kita ingat bahwa ternak akan kehilangan sejumlah besar air dengan berkeringat dan air tersebut harus diganti. Adapun fungsi utama air dalam tubuh ternak adalah membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak, melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan, melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh ternak, katalisator dalam metabolisme tubuh, pelumas bagi sendi-sendi dan menstabilkan suhu tubuh serta meredam benturan bagi organ vital

C.  SUMBER AIR BAGI TERNAK
Persediaan air bagi ternak diperoleh dari air minum, air yang terkandung di dalam pakan, serta air metabolik yang didapat sebagai hasil dari oksidasi makanan dan sintesa dari molekul yang komplek di dalam tubuh. Pada beberapa kondisi, air metabolik dapat memenuhi kebutuhan ternak. Sebagai contoh, ternak yang tidur pada musim dingin (hibernasi) dapat menggunakan timbunan lemak untuk persediaan kebutuhan energinya dan air metabolik akan cukup untuk memenuhi jumlah air yang hilang karena pernapasan dan penguapan. Tetapi sebaliknya, bila situasi lingkungan kering dan panas seperti di padang pasir, di beberapa daerah, penambahan ventilasi dari paru-paru menurut kebutuhan persediaan oksigen untuk oksidasi dari lemak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap hilangnya air karena pernapasan. Pada kenyataanya, beberapa perhitungan menunjukkan bahwa bertambahnya kehilangan pernapasan dihubungkan dengan pembatasan dari oksigen untuk oksidasi lemak akan melampaui batas air yang dihasilkan oleh oksidasi berikutnya. Jelasnya, tidak akan ada pertambahan bersih dari air dengan keadaan ini.

D.  EKSKRESI AIR PADA TERNAK
Para ahli memakai keseimbangan air (yang masuk dibanding yang keluar) untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi ekskresi dan kebutuhan air. Sebagai contoh jika pertambahan air (termasuk air minum, air yang terkandung dalam pakan dan air metabolik) sebanding dengan air yang hilang (dikeluarkan), dikatakan bahwa ternak dalam keseimbangan air. Secara umum, air yang dikeluarkan berhubungan langsung dengan besarnya tubuh ternak. Kehilangan air dalam tubuh ternak bervariasi besarnya, tergantung pada bahan makanan, spesies ternak, hasil akhir dari metabolisme di dalam air kencing dan faktor-faktor lain.
Beberapa faktor ekskresi pada ternak adalah sebagai berikut:
1.    Melalui Saluran Pencernaan
Bentuk dan susunan makanan mempunyai pengaruh yang nyata. Sebagai contoh, jumlah air di dalam feses adalah berhubungan dengan jumlah feses, walau demikian kalau makanan brupa rumput kering yang mengandung serat kasar yang tinggi akan menghasilkan kotoran yang lebih banyak dan menyebabkan air yang dikeluarkan juga lebih banyak. Rumput kering mempunyai sifat pencakar, yang berhubungan dengan kandungan serat dan mineral, kedua-duanya menyebabkan banyaknya air yang keluar bersama feses.
2.    Melalui Air Kencing
Keluarnya air kencing sangat bervariasi tergantung pada banyaknya faktor. Ginjal sebagai organ yang berperan dalam mengeluarkan air kencing mengatur volume dan komposisi cairan-cairan tubuh dan dalam prosesnya dapat dibuang banyak atau sedikit tergantung kepada pengaruh beberapa saluran pembuangan atas keseimbangan air. Sebagai contoh, ginjal dengan pengaturan filtrasi dan kemudian proses penyerapan kembali, dapat menyebabkan hilangnya air seminimum mungkin atau dapat menambah besarnya pembuangan air. Tetapi ada beberapa faktor yang saling mempengaruhi, sebagai contoh makanan dengan kadar protein dan mineral tinggi menaikkan hilangnya air melalui air kencing, mineral dapat dilarutkan secara fisiologi dan kadarnya dapat diatur bersama dengan urea. Urea merupakan hasil akhir  dari metabolisme protein dari semua ternak kecuali unggas dan merupakan racun bagi saluran kencing, jadi harus diencerkan sampai pada konsentrasi yang tidak berbahaya. Unggas dan hewan melata lainnya memproduksi asam urat sebagai hasil akhir dari metabolisme protein dan dikeluarkan dalam bentuk padat, sehingga pengenceran selanjutnya tidak diperlukan. Selain itu, metabolisme  protein menjadi asam urat melebihi air metabolik dibandingkan jika pecah menajdi urea, shingga mengurangi kebutuhan air pada hewan ini.
3.    Melalui Saluran Pernapasan
Ketika udara dikeluarkan dari paru-paru, ia jenuh dengan air, dan sama dengan hewan yang sedang istirahat dalam lingkungan yang dingin, ada perbedaan yang nyata dengan hilangnya air. Juga peningkatan aktivitas fisik, demam, dan beberapa faktor yang dapat menambah kecepatan pernapasan. Derajat hilangnya air tersebut dibandingkan dengan hilangnya air tubuh karena hal-hal lain yang dapat diubah secara nyata dengan temperatur lingkungan, kelmbapan relatif, mulai metabolisme dan faktor-faktor lainnya.
4.    Melalui Kulit
Hilangnya air keringat menggambarkan bahwa ada bagian yang turut hilang pada penguapan air dari kulit dan terlihat sebagai peluh. Seperti yang telah diterangkan di depan, penguapan tersebut digunakan untuk mengeluarkan panas untuk membantu mengatur temperatur tubuh.

E.  KEBUTUHAN AIR PADA TERNAK
Tubuh ternak harus dapat mencukupi air untuk mengimbangi air yang hilang dan pemasukan air juga diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru atau untuk membantu produksi ternak seperti produksi air susu, daging dan telur. Namun, penentuan kebutuhan air untuk jenis ternak pada kondisi tertentu yang sesuai nilainya terbatas bagi keperluan yang lebih umum. Dari suatu data penelitian diketahui bahwa dari 4 sampai 5 kg air dibutuhkan memproduksi 1 kg susu. Sapi perah akan mengkonsumsi air yang lebih banyak bila diberikan air dua kali sehari dibandingkan bila hanya diberikan satu kali dalam sehari. Lebih penting lagi, sapi akan mengkonsumsi air lebih banyak bila air diberikan secara bebas.


F.   PEMBATASAN AIR
Apabila air minum ternak yang dalam keadaan panas dan musim panas dibatasi, maka ternak akan memperlihatkan kehausan secara cepat. Jika air yang hilang melalui peluh ada 2 sampai 5% dari berat tubuh, maka hal itu akan mengganggu dan mengurangi nafsu makan (anoreksia). Bila kehilangannya mencapai kira-kira 10% ia akan sakit kepala, hilang ingatan dan suaranya menjadi kabur, dan bila kekurangan mencapai sekitar 12%, matanya menjadi cekung, kulit menjadi keriput, dan yang bersangkutan tidak dapat menelan. Perubahan-perubahan faali selama kenaikan hilangnya air tubuh ternak adalah terjadi pertambahan denyut jantung dan naiknya temperatur rektal, bertambah besarnya pernafasan dan terjadi peningkatan yang cepat dari konsentrasi larutan darah serta volume darah bekurang dan peredaran darahnya menjadi lebih sulit.


BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari Makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.  Penempatan Air sebagian besar terdapat di laut / air asin dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air dan lautan es.
2.    Fungsi utama air dalam tubuh ternak adalah sebagai pembentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak, melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan, melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh ternak, katalisator dalam metabolisme tubuh, pelumas bagi sendi-sendi dan menstabilkan suhu tubuh serta meredam benturan bagi organ vital.
3.    Persediaan air untuk ternak didapat dari air minum, air yang terkandung di dalam pakan, serta air metabolik yang didapat sebagai hasil dari oksidasi makanan dan sintesa dari molekul yang komplek di dalam tubuh.
4.    Faktor-faktor yang mempengaruhi eksresi air pada ternak adalah hilangnya air melalui saluran pencernaan, hilangnya air melalui saluran kencing, hilangnya air melalui saluran pernapasan dan hilangnya air melalui kulit.
5.    Tubuh ternak harus dapat mencukupi air untuk mengimbangi air yang hilang dan pemasukan air juga diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru atau untuk membantu produksi ternak seperti produksi air susu dan telur.
6.    Akibat daripada pembatasan pemberian air pada ternak adalah dapat terjadi pertambahan denyut jantung dan naiknya temperatur rektal, bertambah besarnya pernafasan, terjadi peningkatan yang cepat dari konsentrasi larutan darah dan volume darah bekurang dan peredaran darahnya menjadi lebih sulit.

B.  SARAN
Dari pembahasan makalah, maka penulis menyarankan agar peternak dapat lebih memperhatikan lagi kebutuhan air bagi ternaknya.


DAFTAR PUSTAKA

Bagus, Aden. 2010. Pengertian Air. http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2090618-pengertian-air/. Diakses pada hari Sabtu, 22 September 2012.


Bardo. 2010. Air Bagi Ternak. http://bardowenang.blogspot.com/2010/04/secara-umum-air-adalah-zat-atau-materi.html. Diakses pada hari Sabtu, 22 September 2012.

Fauziah, Imah. 2011. Definisi Air. http://industri17imafa.blog.mercubuana.ac.id/tag/pengertian-air-secara-luas/. Diakses pada hari Sabtu, 22 September 2012.

Rahardja, Djoni Prawira. 2010. Ilmu Lingkungan Ternak. Masagena Press. Makassar.

Sanjaya, Herry. 2012.Dasar Fisiologi Ternak. Universitas Hasanuddin. Makssar.

Tillman, Allen D.dkk.1982.Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University  Press. Yogyakarta.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar