Kamis, 02 Januari 2014

defoliasi

Tugas Individu
Mata Kuliah : Tata Laksana Padang Penggembalaan Peternakan Rakyat
Dosen              : Dr. Ir. Syamsuddin Nompo, MP.


TANGGAPAN DAN JURNAL :
DAMPAK PENATAAN BARIS TANAM DAN DEFOLIASI DAUN JAGUNG TERHADAP HASIL JAGUNG (VARIETAS TAMBIN), PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (VARIETAS JERAFAH) DALAM SISTEM TUMPANG SARI


OLEH :
SYAHRIANA SABIL
NIM I111 11 273
KELAS  GANJIL



Logo UNHAS




FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
Judul Jurnal : Dampak Penataan Baris Tanam Dan Defoliasi Daun Jagung Terhadap Hasil Jagung (Varietas Tambin), Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah (Varietas Jerafah) Dalam Sistem Tumpangsari.

Penulis            :   Amin Zuchri
                            Prodi Agroteknologi, FP Universitas Trunojoyo

 
Tanggapan
Menurut saya, dari jurnal Dampak Penataan Baris Tanam Dan Defoliasi Daun Jagung Terhadap Hasil Jagung (Varietas Tambin), Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah (Varietas Jerafah) Dalam Sistem Tumpangsari sangat menarik untuk dikaji karena terkait dengan sistem penanaman ganda dari segi jumlah tanaman maupun cara penanamannya. Sebagaimana yang diketahui bahwa dalam tumpangsari terjadi persaingan bail antar spesies yang ditumpangsarikan maupun dalam spesies itu sendiri. Dalam penelitian pada jurnal ini dipaparkan pengaruh persaingan tanaman kacang tanah dengan tanaman jagung yang diatur baris tanamnya dan diperlakukan defoliasi daun hingga taraf tertentu.
Menurut saya, dari hasil penelitian pada jurnal yang menyatakan bahwa defoliasi daun berpengaruh terhadap berat kering tanaman dan berat 100 biji dapat terjadi karena sistem defoliasi daun yang dilakukan menghilangkan sebagian organ tanaman sehingga bagian tanaman yang didefoliasi akan menghilangkan berat bahan kering bersama hilanganya daun tanaman tersebut, apalagi daun merupakan dapur (sumber fotosintesis) untuk kelangsungan pertumbuhan tanaman. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar defoliasi daun, maka semakin tinggi berkurangnya kadar bahan kering tanaman.
Hasil penelitian juga membuktikan bahwa ada pengaruh interaksi penataan baris tanaman jagung dengan defoliasi daun jagung terhadap berat kering tongkol upas yang mana tanaman pada baris tunggal memiliki berat yang lebih besar dibanding berat tongkol upas pada baris tanam ganda pada pada perlakuan tanpa defoliasi maupun dengan defoliasi, menurut saya hal demikian dapat terjadi karena adanya sistem persaingan antar sesama varietas jagung yang ditanam ganda sehingga berat tongkol upasnya lebih kecil dibandingkan yang ditanam tunggal.
Perlakuan baris tanam dan defoliasi daun jagung juga berpengaruh terhadap tanaman kacang tanah yang yang ditanam dalam satu lahan. Defoliasi daun jagung akan menambah berat kering polong, jumlah polong, jumlah biji dan berat kering biji pada kacang tanah secara nyata, menurut saya hal demikian terjadi karena karena adanya hubungan yang berdampak positif terhadap kacang tanah dari perlakuan defoliasi tanaman jagung. Melalui defoliasi tanaman jagung, maka kacang tanah yang berbatang rendah akan lebih banyak mendapatkan cahaya dan udara karena tanaman jagung sudah dihilangkan bagian daunnya sehingga kebutuhannya akan cahaya juga berkurang, dengan demikian dapat menambah berat polong pada kacang tanah.
Berdasarkan hasil penelitian dari jurnal ini, dapat saya simpulkan bahwa perlakuan defoliasi tanaman jagung yang ditanam sistem tumpangsari bersama kacang tanah dengan penataan baris tanaman ganda dapat mempengaruhi pertumbuhan kedua tanaman, yang mana sistem defoliasi daun terhadap tanaman jagung dapat memberikan hasil optimal pada tanaman jagung dan tanaman kacang tanah.











LAMPIRAN





















Tugas Individu
Mata Kuliah : Tata Laksana Padang Penggembalaan Peternakan Rakyat
Dosen              : Dr. Ir. Syamsuddin Nompo, MP.



TANGGAPAN DAN JURNAL :
PENGARUH PUPUK N DAN PERTANAMAN CAMPURAN
DI LAHAN KERING



OLEH :
SYAHRIANA SABIL
NIM I111 11 273
KELAS  GANJIL



Logo UNHAS




FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
Judul Jurnal  :   Pengaruh Pupuk N Dan Pertanaman Campuran Di Lahan Kering

Penulis            :   J. J. A. Ratuwaloe dan F. C. Marunduri
Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang, Jalan Adisucipto Penfui, Kupang, NTT.

 
Tanggapan
Menurut saya, jurnal yang berjudul Pengaruh Pupuk N Dan Pertanaman Campuran Di Lahan Kering menekankan pada pentingnya pemberian pupuk N dan sistem pertanaman secara campuran pada lahan kering agar dapat meningkatkan kualitas tanaman meskipun di lahan yang kurang baik dengan bahan yang dipakai adalah rumput, jagung, dan leguminosa. Parameter yang diukur adalah kandungan protein kasar dan serat kasar. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan pertanaman campuran dan pemupukan N berpengaruh sangat nyata (P 0,01) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar rumput. Disimpulkan bahwa kandungan protein kasar berbanding terbalik dengan kandungan serat kasar serta hasil pertanaman campuran dan pemupukan N dapat meningkatkan kandungan protein kasar.
Pertanaman campuran merupakan sistem penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam sebidang lahan pada musim tanam yang sama. Dengan demikian penanaman secara campuran dimungkinkan terjadi persaingan atau saling mempengaruhi antara komponen pertanaman yang berlangsung selama periode pertumbuhan tanaman yang mampu mempengaruhi hasil kedua atau lebih tanaman tersebut. Pupuk Nitrogen penting bagi tanaman sebagai bahan pembentuk protein dan merupakan bagian dari klorofil. Jika perolehan nitrogen cukup maka pertumbuhan vegetatif baik sekali dan warna daun menjadi hijau tua, sedangkan apabila kekurangan nitrogen dapat menyebabkan daun berwarna coklat, tanaman terlambat membentuk sel-sel sehingga pertumbuhan menjadi lambat, kerdil, merana dan mati.
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari hasil penelitian pada jurnal  Pengaruh Pupuk N Dan Pertanaman Campuran Di Lahan Kering” adalah bahwa pertanaman campuran dan pupuk N dapat meningkatkan kualitas rumput yang mana kandungan protein kasar tinggi, dan kandungan serat kasar relatif lebih rendah.


















Tugas Individu
Mata Kuliah : Tata Laksana Padang Penggembalaan Peternakan Rakyat
Dosen              : Dr. Ir. Syamsuddin Nompo, MP.



TANGGAPAN DAN JURNAL :
PENGARUH CURAH HUJAN DAN POLA PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI RUMPUT RAJA
 (PENNISETUM PURPUREPHOIDES)


OLEH :
SYAHRIANA SABIL
NIM I111 11 273
KELAS  GANJIL



Logo UNHAS




FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
Judul Jurnal  :   Pengaruh Curah Hujan Dan Pola Pemupukan Terhadap Produksi Rumput Raja (Pennisetum purpurephoides)

Penulis            :   Bambang Kushartono
Balai Penelitian Ternak, PO BOX221, Bogor 16002

 
Tanggapan
Menurut saya, jurnal yang berjudul “Pengaruh Curah Hujan Dan Pola Pemupukan Terhadap Produksi Rumput Raja (Pennisetum purpurephoides)” sangat memberikan informasi mengenai faktor – faktor yang menentukan dalam kesuburan pertumbuhan rumput raja yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan. Produksi rumput raja sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kesuburan tanah clan kandungan air tanah. Kandungan air dalam tanah sangat dominan pengaruhnya dalam proses produksi clan erat hubungannya dengan pola pemupukan.
Produksi rumput raja sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kesuburan tanah, kandungan air tanah dan intensitas sinar matahari. Namun faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi produksi rumput raja yaitu tinggi rendahnya kandungan air dalam tanah. Menurut pengamatan di lapangan apabila kandungan air dalam tanah tinggi seperti pada musim hujan produksi rumput raja meningkat dan sebaliknya pada musim kemarau kandungan air dalam tanah menurun berakibat turunnya produksi rumput.
Selain curah hujan berdampak positif terhadap peningkatan produksi rumput, pada saat-saat tertentu yaitu pada curah hujan yang berlebihan akan berdampak negatif (buruk) yang dapat mempengaruhi produksi rumput. Apabila terlalu banyak kandungan air dalam tanah dapat menimbulkan kejenuhan akar yang mengakibatkan terganggunya pertumbuhan rumput. Dalam keadaan demikian drainase tanah harus diperhatikan yaitu dengan cars genangan air segera dialirkan. Untuk mendapatkan tingkat produksi rumput raja dalam mempertahankan umur potong yang relatif pendek dengan produktivitas tinggi perlu dilakukan pemupukan.
Dari hasil penelitian pada jurnal ini dapat disimpulkan bahwa curah hujan dan pemupukan dapat mempengaruhi pertumbuhan clan produksi rumput raja. Dari hasil rata-rata produksi yang diamati penggunaan pupuk air limbah kandang (sludge) produksinya stabil dan lebih baik bila dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang clan urea yaitu berkisar 4,4 kg/m2 diikuti penggunaan pupuk kandang 3,26 kg/m2, pupuk urea 1,71 kg/m2 clan tanpa pemupukan 1,05 kg/m2. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada musim hujan terutama penggunaan pupuk urea karena penggunaan pupuk urea pada musim kemarau kurang efektif. Untuk mengoptimalkan hasil produksi rumput raja penggunaan pupuk kandang sangat dianjurkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar