Kamis, 02 Januari 2014

daya cerna pakan


Tugas  Mata Kuliah  Nutrisi Ternak Dasar
SYAHRIANA SABIL
NIM I111 11 273



Universitas Hasanuddin
1/1/2012




PENENTUAN DAYA CERNA

1.    Metode By Difference
Meode By difference adalah penentuan daya cerna dengan cara memberikan konsentrat bersama-sama dengan makanan kasar yang telah diketahui daya cernanya. Misalnya bahan kering jagung 1 kg ditambahkan pada ransum hijauan dan fesesnya menjdi 2,75 kg bahan kering tiap hari, maka daya cerna bahan kering dapat diperhitungka sebagai berikut:
Tambahan bahan kering dari jagung = 1,0 kg per hari.
Tambahan bahan kering feses = 2,75 – 2,50 = 0,25 kg.
Koefisien cerna bahan kering = 1,00 – 0,25 / 1,00 X 100 = 75 %.

2.    Metode Indikator
Metode indikator adalah penentuan daya cerna suatu ransum dimana ransum itu mengandung senyawa indikator yang sama sekali tidak dapat dicerna. Konsentrasi indikator dalam indikator harus diketahui dan cuplikan feses yang diekskresikan harus diambil agar dapat menentukan jumlah indikator yang ada.  Apabila kadar indikator dalam ransum dan dalam cupilkan feses diketahui, perbandingan antara keduanya memberikan perkiraan daya cerna ransum, misalnya kalau kadar indikator dalam bahan kering pakan adalah 1,0 %, sedangkan konsentrasinya bahan kering feses menjadi 3 %, berarti bahwa 75 % dari bahan kering telah diserap. Perhitungannya sebagai berikut:


 






Beberapa macam indikator dapat disarankan lignin adalah indikator alam tetapi sukar analisinya. Senyawa yang banyak digunakan adalah: Kromi Okside (Cr2O3) yang ditambahkan dalam ransum.




DAYA CERNA PAKAN

Kaitan daya cerna pakan dengan komposisi pakan/ransum, perlakuan penyediaan pakan. Faktor ternak dan jumlah pakan yang diberikan.
1.    Komposisi Pakan / Ransum
Daya cerna pakan berhubungan erat dengan komposisi kimiawinya, dan serat kasar mempunyai pengaruh yang terbesar terhadap daya cerna ini. Baik susunan kimia maupun proporsi serat kasar dalam pakan perlu dipertimbangkan. Bahan seperti jagung, ketela, beras atau gandum menunjukkan variasi daya cerna yang kecil oleh karena kadar serat kasarnya rendah dan proporsinya tidak banyak berbeda. Hijauan tidak tetap, baik dalam komposisi serat kasarnya. Dinding sel tanaman terdiri terutama dari selulosa dan hemiselulosa yang sukar dicerna terutama bila mengadung lignin. Sebaliknya, isi sel hampir dapat dicerna seluruhnya. Penambahan presentase serat kasar dalam tanaman pakan terjadi pada tanaman yang tua, biasanya disertai dengan penambahan lignifikasi dari selulose dan hemiselulose pada dinding sel. Biasanya dianggap bahwa setiap penambahan 1 % serat kasar dalam tanaman menyebabkan penurunan daya cerna bahan organiknya sekitar 0,7 sampai 1,0 unit pada ruminansia dan 1,4 sampai 2,0 unit pada babi.

2.    Perlakuan Penyediaan Pakan
Beberapa perlakuan terhadap bahan pakan misalnya pemotongan, penggilingan dan pemasakan mempengaruhi daya cernanya. Biji-bijian yang tidak diremukkan lebih dahulu untuk sapi dan babi akan keluar feses tanpa dicerna sehingga akan mengurangi daya cernanya. Hijauan mungkin harus mengalami beberapa perlakuan. Pemotongan / pencacahan mempunyai sedikit pengaruh terhadap daya cerna tetapi ini mengurangi pemilihan bagian-bagian yang mudah dicerna, sehingga mengurangi daya cerna keseluruhannya. Penggilingan yang halus dari hijauan menambah kecepatan jalannya bahan makanan melalui usus sehingga menyebabkan pengurangan daya cernanya sebanyak 20 % dan daya cerna bahan keringnya sebanyak 5 % sampai 15 %. Pemasakan makanan dapat menambah daya cerna dari karbohidrat, jagung dan kentang oleh unggas dan babi. Tetapi pemanasan yang terlalu lama dapat menyebabkan turunnya daya cerna karena gugus epsilon, amino dari lisin akan bereaksi dengan aldehida dari karbohidrat membentuk senyawa yang tidak dapat dicerna.

3.    Faktor Ternak
Bahan makanan yang rendah serat kasarnya, daya cernanya hampir sama antara ruminansia dan non-ruminansia. Tetapi bahan makanan yang mengandung serat kasar lebih baik dicerna oleh ruminansia. Oleh karena nitrogen metabolik pada ruminansia lebih tinggi sehingga daya cerna pada protein lebih rendah dibandingkan non-ruminansia. Umur ternak tidak mempengaruhi daya cerna kecuali pada umur yang sangat muda atau pada ruminansia sebelum pertumbuhan rumen.

4.    Jumlah Pakan yang Diberikan
Penambahan jumlah bahan pakan yang dimakan mempercepat arus  pakan dalam usus sehingga mengurangi daya cerna. Kebutuhan untuk hidup pokok ternak biasanya dipakai sebagai ancar-ancar dalam mencoba pengaruh jumlah makanan terhadap daya cerna. Daya cerna yang tertinggi didapat pada jumlah konsumsi sedikit lebih rendah dari kebutuhan hidup pokok. Penambahan jumlah sampai 2 kali jumlah kebutuhan hidup pokok mengurangi daya cerna sekitar 1-2 %. Penambahan konsumsi lebih lanjut menyebabkan penurunan daya cerna.


















BOMB KALORIMETER

Bomb Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar.
http://3.bp.blogspot.com/-9J5hV65cS2I/TrSYSorP4gI/AAAAAAAAA40/j-F7nRLvpqc/s400/kalorimeter-bom.jpg
Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung. Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnya kurang lebih 7,5 cm. Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuah penyungkup. Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbat karet yang berlubang di bagian tengah. Bagian atas tabung kaca ini ditutup dengan lempeng ebonit yang bundar. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk, yang tangkainya menembus tutup ebonit, juga terdapat sebuah pipa spiral dari tembaga. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbat karet pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah. Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang, tempat untuk memasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Tabung kaca itu diletakkan di atas sebuah keping asbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Keping itu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9,5 cm. Di bawah keping asbes itu terdapat kabel listrik yang akan dihubungkan dengan sumber listrik bila digunakan. Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. Di atas cawan itu tergantung sebuah kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrik di bawah keping asbes. Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanan dalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. Dekat cawan terdapat pipa logam untuk mengalirkan oksigen.


Prinsip Kerja :
Calorimeter bomb merupakan suatu piranti lain yang banyak digunakan untuk penentuan nilai kalor bahan bakar padat dan cair. Pengukuran calorimeter bomb dilakukan pada kondisi volume konstan tanpa aliran atau dengan kata lain reaksi pembakaran dilakukan tanpa menggunakan nyala api melainkan menggunakan gas oksigen sebagai pembakar dengan volume konstan atau tekanan tinggi. Prinsip kerjanya ialah contoh bahan bakar yang akan diukur dimasukkan kedalam bejana logam yang kemudian diisi oksigen pada tekanan tinggi. Bom itu ditempatkan didalam bejana berisi air dan bahan bakar itu dinyalakan dengan sambungan listriks dari luar. Suhu itu diukur sebagai fungsi waktu setelah penyalaan. Pada saat pembakaran suhu bomb tinggi oleh karena itu keseragaman suhu air disekeliling bomb harus dijaga dengan suatu pengaduk.selain itu dalam beberapa hal tertentu diberikan pemanasan dari luar melalui selubung air untuk menjaga supaya suhu seragam agar kondisi bejana air adiabatic.
Ø  Kalorimeter bom terdiri dari tabung baja tebal dengan tutup kedap udara.
Sejumlah tertentu zat yang akan diuji ditempatkan dalam cawan platina dan sebuah "kumparan      besi” yang diketahui beratnya (yang juga akan dibakar) ditempatkan pula pada cawan platina sedemikian sehingga menempel pada zat yang akan diuji.
Ø  Kalorimeter bom kemudian ditutup dan tutupnya lalu dikencangkan.
Ø  Setelah itu "bom" diisi dengan O2 hingga tekanannya mencapai 25 atm.
Ø  Kemudian "bom" dimasukkan ke dalam kalorimeter yang diisi air.
Ø  Setelah semuanya tersusun, sejumlah tertentu aliran listrik dialirkan ke kawat besi dan setelah terjadi pambakaran, kenaikan suhu diukur.
Ø  Kapasitas panas (atau harga air) “bom”, kalorimeter, pengaduk, dan termometer ditentukan dengan percobaan terpisah dengan menggunakan zat yang diketahui panas pembakarannyadengan tepat (Biasanya asam benzoat).

Cara Kerja:
1.      Susun alat kalorimeter.
2.      Isi gelas kimia dengan 50ml NaOH.
3.      Isi gelas kimia dengan 50ml HCL 0,1M. Ukur dan cata suhu setiap larutan.
4.      Tuangkan 100ml NaOH 1M ke dalam calorimeter, disusul 100ml HCL M.
5.      Tutup   kalorimeter dengan karet penyumbat lalu aduk campuran larutan.
6.      Mencatat suhu campuran larutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar