Selasa, 30 April 2013

PENGARUH UMUR SAPI TERHADAP JUMLAH DAN KOMPOSISI AIR SUSU


PENGARUH UMUR SAPI
TERHADAP JUMLAH DAN KOMPOSISI AIR SUSU

Sapi perah merupakan golongan hewan ternak ruminansia yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan akan bahan pangan bergizi tinggi yaitu susu. Pemeliharaan sapi perah beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini senantiasa di dorong oleh pemerintah agar swasembada susu tercapai secepatnya. Untuk memenuhi kebutuhan susu secara nasional, perkembangan sapi perah perlu mendapat pembinaan yang lebih terencana sehingga hasilnya akan meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut akan dapat terlaksana apabila peternak sapi perah dan orang yang terkait dengan pemeliharaan sapi perah bersedia melengkapi diri dengan pengetahuan tentang pemeliharaan sapi perah.
Dalam meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi sapi perah, ada beberapa faktor penting yang harus di terapkan secara profesional yaitu perlunya penanganan manajemen pemeliharaan sapi perah yang baik. Karena hal tersebut mempunyai peran penting dalam peningkatan kualitas produk susu sapi perah. Salah satu aspek yang mempunyai pengaruh penting terhadap peningkatan produksi susu sapi adalah pemeliharaan atau penanganan sapi perah pada umur – umur produksi susu yang maksimum.
Umur sapi perah saat beranak pertama atau laktasi pertama menentukan jumlah produksi susu yang dihasilkan pada periode laktasi tersebut, begitu juga jumlah produksi susu selama sapi perah tersebut hidup. Standar optimal umur bangsa sapi perah FH untuk beranak pertama adalah 27 bulan. Sapi yang beranak pada umur yang tua (3 tahun) akan menghasilkan susu yang lebih banyak dari pada sapi yang beranak umur muda (2 tahun). Produksi susu akan terus meningkat dengan bertambahnya umur sampai sapi berumur 7 atau 8 tahun, walaupun ini sangat ditentukan oleh breed ternak dan kemudian setelah umur tersebut produksi susu akan menurun sedikit demi sedikit sampai sapi berumur 11 atau 12 tahun produksi susunya akan rendah sekali. Meningkatnya produksi susu tiap laktasi dari umur 2 tahun sampai 7 tahun itu disebabkan bertambah besarnya sapi karena pertumbuhan, jumlah tenunan-tenunan dalam ambing juga bertambah.
Turunnya produksi susu pada sapi yang tua disebabkan aktivitas-aktivitas kelenjar- kelenjar ambing sudah berkurang. Kemampuan sapi untuk berproduksi susu tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan badannya, tetapi juga pertumbuhan ambingnya yang mencapai maksimum pada laktasi ke 3 atau ke 4. Pada saat sapi mencapai kematangan berproduksi susu (pada saat dewasa tubuh) produksi susunya lebih tinggi sekitar 25 % dibandingkan dengan sapi yang masih berumur 2 tahun. Kandungan lemak susu menurun sekitar 0,2 % antara tahun pertama sampai tahun ke lima periode laktasinya.
Soeharsono (2008) mengemukakan bahwa secara umum kapasitas produksi susu berbeda pada setiap periode laktasi. Artinya, kemampuan produksi susu meningkat dari laktasi pertama sampai dengan pada puncak laktasi keempat atau kelima pada umur 6 – 8 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan produksi susu sejalan dengan bertambahnya umur sapi perah tersebut. Kemampuan produksi susu pada umur 2 tahun sebesar 70 %, pada umur 3 tahun sebesar 80 %, pada umur 4 tahun sebesar 90 %, dan pada umur 5 tahun sebesar 95 % dari kemampuan produksi susu sapi perah dewasa pada umur 6 – 8 tahun. Kalau diperhitungkan, perbedaan kemampuan produksi susu pada periode laktasi pertama dengan puncak produksi susu pada masa laktasi keempat adalah sebesar 33 %. Secara universal, pola umum produksi susu tersebut terjadi pada berbagai sapi perah yang telah dikenal di berbagai negara.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan produksi susu pada sapi perah akan terus mengalami peningkatan pada umur 2 - 8 tahun dan kandungan lemak pada susu akan terus menurun sekitar 0,2 % antara tahun pertama sampai tahun kelima periode laktasi.


DAFTAR PUSTAKA

Aak. 1995. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Kanisius. Girisonta.
Ambo Ako. 2012. Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis. IPB Press. Bogor.
Muljana, W. 1982. Pemeliharaan dan Kegunaan Ternak Sapi Perah. Aneka Ilmu. Yogyakarta.

Swastini, K. 2010. Laporan iologi laktasi. http://riaal-taheer.blogspot.com/2011/03/laporan-biologi-laktasi.html. Diakses pada tanggal 4 Maret 2013.






Tugas Diskusi
Mata Kuliah : Ilmu Ternak Perah
Dosen              : Prof. Dr. Ir. Sjamsuddin Garantjang, M.Sc.


PENGARUH UMUR SAPI
TERHADAP JUMLAH DAN KOMPOSISI AIR SUSU


OLEH:
SYAHRIANA SABIL
NIM  I111 11 273
KELAS A (GANJIL)
                                                                  


Logo UNHAS


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

1 komentar: