Selasa, 30 April 2013

PENGARUH PENYAKIT SAPI TERHADAP JUMLAH DAN KOMPOSISI AIR SUSU


PENGARUH PENYAKIT TERHADAP
JUMLAH DAN KOMPOSISI AIR SUSU PADA SAPI PERAH

Berbagai jenis penyakit pada ternak sapi perah utamanya adalah mastitis, ketosis, milk fever, dan salah pencernaan yang dapat mempengaruhi produksi dan komposisi air susu. Penyakit ternak memiliki pengaruh yang sangat merugikan. Radang ambing (mastitis) pada sapi perah merupakan radang yang bisa bersifat akut, subakut maupun kronis, yang ditandai oleh kenaikan sel di dalam air susu, perubahan fisik maupun susunan air susu dan disertai atau tanpa disertai patologis pada kelenjar mammae. Mastitis adalah istilah yang digunakan untuk radang yang terjadi pada ambing, baik bersifat akut, subakut ataupun kronis, dengan kenaikan sel di dalam air susu dan  perubahan fisik maupun susunan air susu, disertai atau tanpa adanya perubahan patologis pada kelenjar. Pada sapi, mastitis sering terjadi pada sapi perah dan disebabkan oleh berbagai jenis kuman. Mastitis pada sapi perah disebabkan oleh berbagai jenis mikroba patogen yang masuk ke dalam ambing melalui saluran puting susu. Resistensi atau kepekaan terhadap mastitis pada sapi, kambing atau domba bersifat menurun. Gen-gen yang menurun akan menentukan ukuran dan struktur puting.
Mastitis merupakan penyakit yang banyak sekali menimbulkan kerugikan pada ternak sapi perah. Kerugian tersebut diakibatkan karena penurunan produksi air susu, biaya perawatan dan pengobatan, air susu yang dibuang karena tidak memenuhi persyaratan dan kenaikan biaya pergantian induk sapi untuk kelangsungan produksi. Penurunan produksi susu per kuartir bisa mencapai 30% atau 15% per sapi per laktasi, sehingga menjadi permasalahan besar dalam industri sapi perah. Sapi betina yang menderita mastitis meskipun telah sembuh lama, waktu produksinya lebih pendek dibandingkan yang tidak pernah menderita penyakit mastitis.  Mastitis juga bisa menyebabkan pedet – pedet mati atau pertumbuhannya lambat karena tidak cukup kolostrum sebagai penangkal penyakit atau antibodi.

Pengobatan melalui disinfeksi puting dengan alkohol dan infusi antibiotik intra mamaria bisa mengatasi mastitis. Injeksi kombinasi penicillin, dihydrostreptomycin, dexamethasone dan antihistamin dianjurkan juga. Antibiotik akan menekan pertumbuhan bakteri penyebab mastitis, sedangkan dexamethasone dan antihistamin akan menurunkan peradangan.
Pencegahan terhadap mastitis ditempuh melalui  dipping  puting sehabis pemerahan dengan antiseptika, antara lain: alkohol 70 %, Chlorhexidine 0,5%, kaporit 4% dan Iodophor 0,5 – 1%.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penyakit mastitis sangat mempengaruhi jumlah dan komposisi air susu pada sapi perah dimana jumlah susu yang diproduksi akan terus menurun meskipun sapi terus sudah dinyatakan sembuh dari mastitis dan dari komposisi susu yang dihasilkan juga mengalami penurunan sehingga zat gizi yang sempurna dalam susu menjadi berkurang.


DAFTAR PUSTAKA

Aak. 1995. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Kanisius. Girisonta.
Ambo Ako. 2012. Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis. IPB Press. Bogor.
Muljana, W. 1982. Pemeliharaan dan Kegunaan Ternak Sapi Perah. Aneka Ilmu. Yogyakarta.
Swastini, K. 2010. Kerugian Akibat Mastitis. http://riaal-taheer.blogspot.com/2011/03/laporan-biologi-laktasi.html. Diakses pada tanggal 4 Maret 2013.



Tugas Diskusi
Mata Kuliah : Ilmu Ternak Perah
Dosen              : Prof. Dr. Ir. Sjamsuddin Garantjang, M.Sc.


PENGARUH PENYAKIT SAPI
TERHADAP JUMLAH DAN KOMPOSISI AIR SUSU


OLEH:
SYAHRIANA SABIL                
      NIM  I111 11 273
          
                                                                  


Logo UNHAS



FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar